Senin, 8 Januari 2018By: Ustadzah Amalia B (Uz. Yuyu)
JAZIRAH ARAB
NEGARA DAN AGAMA
Melanjutkan modul 8, Akan kita bahas tentang Al Hanifiyyun. Al Hanifiyyun di kota Mekkah berjumlah 5 orang, mereka adalah :
1. Zaid bin Amru bin Nufail
Zaid bin Amru adalah Ayah dari Sahabat muda yaitu Said bin Zaid
Zaid bin Amru bukanlah sahabat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam , karena belum sempat bertemu Nabi Shalallahu alaihi wassalam .
Kisah Zaid bin Amru dimulai saat Zaid berdiri agak jauh dari kerumunan orang-orang Quraisy yang sedang melaksanakan hari raya mereka.
Zaid bin Amru melihat kaum laki-laki yang memakai surban-surban sutra yang mahal sedangkan kaum wanita memakai jubah-jubah yang mewah, sebagian orang kaya lainnya, menggiring hewan-hewan ternaknya yang sudah dihiasi, selanjutnya akan disembelih di depan berhala-berhala mereka.
Ritual ini membuat hati Zaid bin Amru merasa tidak tenang, dia menganggap ritual semacam ini jauh dari ajaran Nabi Ibrahim, tentunya kejadian ini sebelum Nabi Shalallahu alaihi wassalam diutus menjadi Rasul.
Lalu Zaid bin Amru mendekat kepada mereka dan menyandarkan dirinya ke dinding Ka’bah seraya berkata :
"Wahai orang-orang Quraisy, Allah ta’ala yang menciptakan domba-dombamu ini, dan Allah ta’la lah yang menurunkan hujan dari langit, lalu bumi menumbuhkan tanaman, lalu tanaman itu menjadi santapan domba-domba kalian, kemudian Kalian menyembelih bukan atas nama Allah, Kalian benar-benar bodoh tidak berakal"
Zaid bin Amru mempunyai kisah dalam pencarian Agama yang Hanif, sangat menarik sekali kisahnya, biarkan Zaid bin Amru yang bercerita, "Aku mempelajari Agama Yahudi dan Nasrani, namun tidak lama aku meninggalkannya, karna aku tidak menemukan apa yang bisa menenangkan hatiku."
Lalu aku berkeliling di belahan bumi, sampailah aku ke Negri Syam, Ak menemui Rahib yang mempunyai Ilmu tentang kittab, dan aku menceritakan kisahku (pencarian Agama Hanif).
Rahib menjawab:
"Aku melihat dirimu sedang mencari agama Ibrahim, Wahai orang Makkah?" tanya Rahib
"Benar, Itulah yang aku cari" jawab Zaid bin Amru
Rahib menjawab:
"Kamu mencari suatu agama yang sudah punah di Zaman ini, pulanglah ke negerimu, karena Allah ta’la akan mengutus seseorang yang akan memperbaruhi agama Ibrahim (Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam), jika kamu mendapatinya maka ikutilah"
Maka Zaid bin Amru kembali ke Makkah, dan saat di tengah perjalanan, Allah ta’ala mengutus Muhammad sebagai Nabi, namun sayangnya, di sana sudah ada orang-orang pedalaman Arab dan mereka membunuh Zaid bin Amru.
Diakhir hidupnya, sebelum nafas terakhir, Zaid bin Amru berdoa kepada Allah ta’ala: "Ya Allah, jika Engkau menghalangiku untuk mendapat kebaikan ini, maka jangan halangi Said dari kebenaran itu"
Dan Allah pun mengabulkan doa Sang Ayah,
✨✨Tentang Zaid bin Amru bin Nufail, Rasulullah pernah bersabda, Pada hari itu satu umat akan dikumpulkan diantara ummatku dan ummat Isa ibn Maryam, Beliau berkata lagi, Aku masuk ke dalam surga dan melihat Zaid bin Amru memiliki dua batang pohon yang indah.”
Insya Allah, modul berikutnya akan membahas hanifiyyun lainnya, yaitu Waroqoh bin Naufal
JAZIRAH ARAB
NEGARA DAN AGAMA
Melanjutkan modul 8, Akan kita bahas tentang Al Hanifiyyun. Al Hanifiyyun di kota Mekkah berjumlah 5 orang, mereka adalah :
1. Zaid bin Amru bin Nufail
Zaid bin Amru adalah Ayah dari Sahabat muda yaitu Said bin Zaid
Zaid bin Amru bukanlah sahabat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam , karena belum sempat bertemu Nabi Shalallahu alaihi wassalam .
Kisah Zaid bin Amru dimulai saat Zaid berdiri agak jauh dari kerumunan orang-orang Quraisy yang sedang melaksanakan hari raya mereka.
Zaid bin Amru melihat kaum laki-laki yang memakai surban-surban sutra yang mahal sedangkan kaum wanita memakai jubah-jubah yang mewah, sebagian orang kaya lainnya, menggiring hewan-hewan ternaknya yang sudah dihiasi, selanjutnya akan disembelih di depan berhala-berhala mereka.
Ritual ini membuat hati Zaid bin Amru merasa tidak tenang, dia menganggap ritual semacam ini jauh dari ajaran Nabi Ibrahim, tentunya kejadian ini sebelum Nabi Shalallahu alaihi wassalam diutus menjadi Rasul.
Lalu Zaid bin Amru mendekat kepada mereka dan menyandarkan dirinya ke dinding Ka’bah seraya berkata :
"Wahai orang-orang Quraisy, Allah ta’ala yang menciptakan domba-dombamu ini, dan Allah ta’la lah yang menurunkan hujan dari langit, lalu bumi menumbuhkan tanaman, lalu tanaman itu menjadi santapan domba-domba kalian, kemudian Kalian menyembelih bukan atas nama Allah, Kalian benar-benar bodoh tidak berakal"
Zaid bin Amru mempunyai kisah dalam pencarian Agama yang Hanif, sangat menarik sekali kisahnya, biarkan Zaid bin Amru yang bercerita, "Aku mempelajari Agama Yahudi dan Nasrani, namun tidak lama aku meninggalkannya, karna aku tidak menemukan apa yang bisa menenangkan hatiku."
Lalu aku berkeliling di belahan bumi, sampailah aku ke Negri Syam, Ak menemui Rahib yang mempunyai Ilmu tentang kittab, dan aku menceritakan kisahku (pencarian Agama Hanif).
Rahib menjawab:
"Aku melihat dirimu sedang mencari agama Ibrahim, Wahai orang Makkah?" tanya Rahib
"Benar, Itulah yang aku cari" jawab Zaid bin Amru
Rahib menjawab:
"Kamu mencari suatu agama yang sudah punah di Zaman ini, pulanglah ke negerimu, karena Allah ta’la akan mengutus seseorang yang akan memperbaruhi agama Ibrahim (Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam), jika kamu mendapatinya maka ikutilah"
Maka Zaid bin Amru kembali ke Makkah, dan saat di tengah perjalanan, Allah ta’ala mengutus Muhammad sebagai Nabi, namun sayangnya, di sana sudah ada orang-orang pedalaman Arab dan mereka membunuh Zaid bin Amru.
Diakhir hidupnya, sebelum nafas terakhir, Zaid bin Amru berdoa kepada Allah ta’ala: "Ya Allah, jika Engkau menghalangiku untuk mendapat kebaikan ini, maka jangan halangi Said dari kebenaran itu"
Dan Allah pun mengabulkan doa Sang Ayah,
✨✨Tentang Zaid bin Amru bin Nufail, Rasulullah pernah bersabda, Pada hari itu satu umat akan dikumpulkan diantara ummatku dan ummat Isa ibn Maryam, Beliau berkata lagi, Aku masuk ke dalam surga dan melihat Zaid bin Amru memiliki dua batang pohon yang indah.”
Insya Allah, modul berikutnya akan membahas hanifiyyun lainnya, yaitu Waroqoh bin Naufal
Komentar
Posting Komentar