Langsung ke konten utama

Hari ke 7 Level #11

Diskusi hari ke 7 ini di buka oleh Mba Esther.
 Bismillahirrohmanirrohiim..
Assalamualaikum wr. Wb...
Selamat malam bunda-bunda hebat. Masih semangat berdiskusi?? 🤗
Perkenalkan kami dari grup #7 beranggotakan mba Nurul Narulitasari dan saya sendiri, Esther Sukmariyanni.
Pada kesempatan kali ini perkenankan kami memaparkan sedikit sharing terkait fitrah seksualitas.
Malam ini kami akan membahas Pentingnya Peran Ayah dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas pada Anak.
Langsung saja mari kita lihat... Cekidottt y bun👇🏼👇🏼
https://youtu.be/oXMFbF4Xjg
 Selain diunggah dalam bentuk video kelompok 7 juga memaparkan slide by slide









 



















Mba  Esther : 
Baru saja kita saksikan pemaparan dari kami terkait Pentingnya Peran Ayah dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak.
Selanjutnya akan kami buka Sesi diskusi. InsyaAllah sesi diskusi akan berlangsung selama 30 menit kedepan.
Bagi bunda yang ingin bertanya, memberi masukan, saran atau kritik kami persilahkan.

Sambil menunggu pertanyaan dan masukan dari bunda-bunda sholiha saya mau sharing terkait ayah hebat ini. Suami saya termasuk yang sering meninggalkan kami anak istrinya ke luar kota. 3 minggu beliau di luar kota. Tapi selama di luar kota insyaAllah suami selalu menempatkan waktu untuk menelpon meski dg keterbatasan sinyal di lokasi proyek, kami hanya bisa video call sebentar via video call. Quote terakhir itu mengingatkan saya dg beliau. Setiap jadwal kepulangan suami maka anak2 saya akan bersiap menyambut beliau sampai di jalan tempat taxi/kendaraannya berhenti. Bukan sekedar di depan rumah. Mudah2an beliau merupakan sosok ayah hebat bagi anak2 kami. 😊Dan semoga suami2 kita semua merupakan sosok ayah hebat bagi anak2 kita semua.. 

 Sesi Tanya Jawab

1. Tantia:
Sangat menarik, ya pentingnya peranan ayah dalam menumbuhkah fitrah seksualitas.
Andai semua faham dan menjalankan, tetapi seperti ketahui majlis2 pendidikan anak, yang hadir banyak ibu2.
Bagaimana jika hanya ibu saja yang berperan, ayah masih enggan, atau bbrp ayah berkomen ibu saja yang datang.
Apakah jika seperti ini fitrah seksualitas anak akan tumbuh paripurna?

Mba Nurul:
Terima kasih Mba Tantia atas pertanyaan. Inilah yang menjadi tema permasalahan kami angkat malam ini. Fenomena sekarang ayah tdk bisa berperan optimal dalam pengasuhan anak. Padahal jika melihat isi Al -Quran tugas ini ada dipundak ayah.Namun jika memiliki suami spt itu,  jangan bersedih hati ya bun.Trus nyesel nikah sama pak Suami 😂 
Pengalaman dari para senior yg sudah menikah puluhan tahun.  Mereka para istri yang bersabar,  membantu menghadirkan peran ayah. Walau fisiknya tidak ada.  Bahkan yg fisiknya ada
 Seperti halnya kisah Nabi Ismail yg dibesarkan tanpa kehadiran fisik Nabi Ibrahim.  Tapi Ibu Siti Hajar mampu membersamai putranya sehingga menjadi pribadi yg luar biasa
Praktek riilnya,  salah satu dengan terus mereport setiap ilmu, perkembangan terkait anak kepada suami,  diajak diskusi jg.  Dan dibantu doa. Semoga lama2 suami mau terlibat.

Mba Esther: 
Kalau boleh sharing pengalaman saya mba, menuntut ilmu tidak hanya lewat menghadiri majelis ilmu. Tapi saat ini banyak media online yang dapat dengan mudah diakses. Saya propose ke suami untuk mengikuti grup2 whatsapp. Alhamdulillah beliau nyangkut di grup tadabbur. Lalu pelan2 saya ajukan grup pengajian. Alhamdulillah suami mau bergabung.
Mungkin kuncinya tetap konsisten/tak pernah bosan mendampingi suami belajar. Sembari berdoa meminta ke Maha pembolak balik hati.


2. Mba Azay: 
Mengenai peran ayah yg sbg raja tega, apakah tdk akan menjadikan anak dekat dgn ayahnya mba? Bagaimana caranya ayah agar tetap bisa dekat/mengikat hati anaknya  walaupun sang ayah merupakan sang raja tega?

Mba Nurul: 
Kl saya melihat dari pernyataan ini, Raja Tega di sini yg  berarti lebih ke tegas bukan galak. Tujuannya ingin mendidik anak supaya menjadi mandiri,  tanggung jawab. Namanya anak2 ya kadang banyak negosiasinya,  ngeyelnya.  Sikap ayah cocok banget untuk menghadapi sikap anak spt itu.
Ayah itu,  bicaranya sedikit tapi ngena gitu.
 Jadi mau curcol jg,  di rumah kl putri saya ada ide sesuatu.  Bunda ga setuju,  dia terus negosiasi.  Terus usaha. Kl dibilang,  ya udah bilang ayah.  Dia langsung diam, ga mau.  Padahal kenyataannya. Ayahnya jauh lebih sabar. Ga bawel kyk bundanya.
 Dia ga mau,  karena kl sama ayahnya harus jelas alasannya.  Kl engga ya enggak,  iya ya iya.

Mba Azay: 
Sama bgt sama sy mba nurul.
#ehJdIkutCurcol🤪

Mba Esther: 
Ayah sebagai raja tega menurut ust harry sentosa berlaku sejak usia 10 tahun. Pada usia ini anak2 memang harus dikenalkan dengan tanggungjawab sosial, kewajiban sholat dll. Dan insyaAllah kedekatan itu akan tetap terjalin dengan bantuan ibu sebagai 'pembasuh luka' dan tempat bernaung dikala sang anak gundah gulana (maafkan kealayan saya).
Dan kuncinya lagi ada dimasa2 sebelum usia tsb. Kalau dilihat ditahapan usia pendidikan fitrah seksualitas maka pada usia 3-6 tahun anak2 harus dekat dengan ayahnya. Maka disini sang ayah harus memaksimalkan perannya untuk dekat dengan anak2nya. Caranya bisa dengan bermain bersama. Rekreasi bersama dll. Maaf ikut menambahkan

Mba Azay: 
Bearti tergantung dr tahapan usianya ya mba Esther?
Noted.👍🏻

Mba Esther: 
Barakallah bagi bunda semua yang sudah ikut berpartisipasi dalam sharing session malam ini. Semoga  Allah membalas setiap niat dan amal kebaikan yang kita dilakukan.
Dan semoga ilmu yg diperoleh memberi manfaat bagi kehidupan kita dunia dan akhirat.
Aamiin Ya Robbal'alamiin.
Kami dari Grup#7 undur diri dan mohon maaf jika dalam pemaparan kami masih banyak kekurangan.
Wassalamualaikum wr wb.












Ayah hebat adalah ayah yang dirindukan oleh anaknya. Anak merindukan ayahnya bukan hanya di saat jauh, namun juga ingin selalu nempel di saat dekat dengan sang ayah.

Sebagaimana kisah Nabi Yusuf dengan ayahnya Nabi Ya’kub, dalam surat Yusuf ayat 4 :

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku“.

Ada panggilan khusus dari Yusuf kepada ayahnya dengan memakai kata يَا أَبَتِ (yaa abati).
Panggilan Yusuf kepada ayahnya dengan memakai kata ‘ya abati’ seolah-olah orang yang dipanggil (Ya’kub) berada di tempat yang jauh padahal dia ada di depannya. Orang yang ada di depannya dibuat seakan-akan berada di tempat yang jauh yang dinantikan kehadirannya, karena yang dimaksudkan adalah menghadirkan pikiran dan hatinya kepada ayahnya.
(hiwarul abaa ma’al abna, sarah bin halil al muthoyri).

Ayah yang hebat dengan kesibukannya tetap mampu menggaransi bahwa anaknya akan selalu rindu terhadapnya.
Ibu juga harus membanty agar anak selalu rindu dengan ayahnya.

Inilah perbedaan islamic parenting dengan parenting barat. Apabila di parenting barat ayah harus ada dalam pengasuhan, ayah harus senantiasa hadir. Namun di islamic parenting ayah bisa saja tidak hadir secara fisik, bahkan berjauhan. Sebagaimana kisah Nabi Ibrahim dengan Ismail, Ya’kub dan Yusuf, Umar bin Abdul Aziz dengan ayahnya. Ayah tak selalu hadir namun kehadirannya selalu dirasakan dihati anak. Nah, inilah yang menjadi PR ayah hari ini bagaimana agar ia dapat tetap hadir di hati anak meskipun fisik tidak bersama.
Terakhir
Mari kita tutup diskusi kita malam ini dengan sama sama mengucapkan

Hamdalah

Istighfar
 
Doa kafaratul majelis

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Pada hari ke 7 ini saya masih fokus untuk ade dan kakak adalah menutup aurat ketika mau mandi dan setelah mandi, segera mengenakan handuk. Saya mencoba  menawarkan untuk kakak, kakak kalau abi saya umi kan bawa baju ganti ke kamar mandi, kakak bisa membawa baju ganti ke kamar mandi dan sehabis mandi langsung ganti pakaian di kamar mandi, agar aurotnya tertutup
Alhamdulillah saya melihat kakak, melakukannnya.
Semoga dengan penyadaran, teladan anak-anak lebih mudah. 

#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11
#harike7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...