Langsung ke konten utama

🇸🇦 MODUL UTAMA JAZIRAH ARAB🇸🇦 🌺MODUL #10 🌺

JAZIRAH ARAB
NEGARA DAN AGAMA


Senin, 16 Januari 2018
by: ustadzah Amalia B (uz. Yuyu)
Masih ada 4 orang lagi yang akan di bahas pada modul ini sebagai golongan Hanifiyyun di kota Mekkah, sebagai berikut :

2. Waraqah bin Naufal
Diriwayatkan bahwa bahwa Waraqah pergi bersama Zaid bin Amru bin Nufail dalam rangka mencari agama yang benar untuk dianut. Namun akhirnya Waraqah memilih agama Nashrani, sedangkan Zaid bin Amru bersikukuh memeluk agama Ibrahim as.

Pada suatu hari, Rasulullah mengatakan kepada Khadijah r.a. bahwa beliau baru saja melihat seberkas sinar dan beliau khawatir sinar itu adalah para jin. Khadijahpun menentramkan beliau. Kemudian ia menjumpai Waraqah dan menceritakan kepadanya tentang apa yang dialami oleh Rasulullah. Waraqah berkata, apabila ia benar, sinar itu adalah wahyu seperti sinar Nabi Musa. Dan sesuangguhnya apabila beliau (Muhammad) diutus (menjadi Nabi) saat aku masih hidup, niscaya aku akan memuliakannya, membantunya dan beriman kepadanya.”

Berbagai khabar dan Atsar lain yang menceritakan proses keislaman tokoh ini akan kita kupas lebih dalam di bahasan tentang permulaan turunnya wahyu kepada Muhammad dan kaum muslimin generasi pertama.

3. Quss Ibnu Sa’idah Al Iyadi
Ubadah  bin Shamit r.a. dan beberapa perawi lain menceritakan bahwa ketika para utusan Iyad datang menemui Rasulullah, beliau menanyakan kepada mereka tentang Quss bin Sa’idah. Mereka mengatakan bahwa ia telah meninggal. Maka Rasulullah bersabda, Pada suatu hari aku pernah melihat di Ukazh. Ia berada di atas seekor unta berwarna coklat tua seraya melontarkan pernyataan-pernyataan yang sangat bagus, tetapi sayang aku tidak hafal ucapannya.  Kemudian salah seorang dari utusan tadi mengaku masih hafal ucapan Quss bin Sa’idah saat itu. Ia menirukannya sebagai berikut, “Wahai manusia, berkumpullah. Ketauhilah, setiap yang mati itu telah kehilangan segala kesempatan. Segala sesuatu yang akan datang pastilah terjadi. Perhatikanlah malam yang gelap gulita, langit yang dipenuhi bintang-bintang, laut yang bergemuruh, bintang-bintang yang berkilauan, gunung-gunung yang terpancang, dan sungai-sungai yang senantiasa mengalir. Sesungguhnya pada langit itu terdapat berbagai pelajaran. Dan mengapa aku melihat orang-orang yang pergi itu tak mau kembali? Bila mereka ingin menetap, menetaplah mereka. Atau, bila ingin meninggalkannya, merekapun menumpang tidur saja. Sesungguhnya Quss bersumpah atas nama Allah tanpa keraguan sedikitpun, Bahwa sesungguhnya Allah memiliki agama yang lebih diridhai-Nya dari pada agama kalian ini.” Setelah itu ia mendendangkan sebuah syair.

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa ketika para utusan Abdul Qois datang, Rasulullah menanyakan kepada mereka kabar Quss. Mereka mengabarkan kepada beliau bahwa Quss telah meninggal. Kemudian beliau berkata seperti yang telah disebutkan dalam riwayat Ibnu Shamit tadi.

Ibnu Katsir dan Baihaqi meriwayatkan pula beberapa hadits lain yang berhubungan dengan kisah Quss ini. Substansi ceritanya sama dengan riwayat di atas, yakni tentang keteguhan Quss dalam mempertahankan agama Ibrahim, berbagai perkataannya yang mengarah kepada hal itu dan syair-syairnya yang berhubungan dengan religiusitas dirinya. Ini berarti kisah tentang Quss memang memiliki sumber sejarah.

💦💦Alhamdulillah, sudah 3 golongan Hanifiyyun yang kita kenal, Insya Allah dipertemuan selanjutnya akan kita tuntaskan pembahasannya.

🌈🌈Semangat dan semangalah terus menempuh jalanilmu,  ilmu... kisah-kisah yang benar yang menjadikan kita bercermin, bahwa sejak dulu di kehidupan manusia, terdapat orang-orang yang senantiasa menjaga keimanannya... Maasya Allah. 🌈🌈

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...