Langsung ke konten utama

Hari ke 5 Level #11

Alhamdulillah memasuki hari ke 5 presentasi dari kelompok 5 ini, sesuai dengan tema teman-teman kelompok 5 ini, Mengajarkan adab dan menutup aurat kepada anak-anak, saya pun sedang mengajarkan kepada kakak dan ade menutup aurot, ketika mandi mau mandi atau selepas mandi kadang mereka masih berlarian atau jalan tidak mengenakan baju, biasanya  sebelum mandi mereka melapas baju dan memasukkan baju kotor pada tempat yang disediakan, nah mereka sudah tidak mengenakan baju, berjalan atau berlarian menuju tempat baju kotor tanpa mengenakan baju. Ini yang senantiasa saya sedang lalukan dengan mengingatkan tutup aurotnya, bersegera mengenakan baju selepas mandi.

10 menit menjelang diskusi kelompok, forum sudah dibuka oleh moderator mba diyan yang sekaligus anggota kelompok 5. Diskusi berlangsung selama 1 jam .

Mba Diyan:
Assalamualaikum bunda semua
10 menit jelang pukul 8 ;)
Apakah sudah bersiap masuk kelas?
 Baiklah bunda semua, berikut Flow presentasi group 5
1. Opening (5 menit)
2. Presentasi (20 menit)
3. Diskusi (30 menit)
4. Closing (5 menit)
 mari kita buka forum belajar dan diskusi ini dengan mengucapkan
Basmallah...Bismillahirrohmanirrohiim Kami dari grup 5 beranggotakan mbak Arssy, mbak Nana, dan saya sendiri Diyan.
Sebelum masuk ke pembahasan, ada satu quote yang kami kutip dan menjadi salah satu landasan pemikiran kami

 Selanjutnya mari kita simak paparan dari mbak Arssy dan mbak Nana tentang tema besar kita di sesi #11 ini “Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak?” dengan fokus bahasan kami tentang “Pentingnya Mengajarkan Batasan Aurat dan Adab kepada Anak”
Silahkan mbak Arssy dan mabak Nana😊😊

Mba Nana : 
Baik, mBa Diyan, insha Allah memback up mba Arssy yang baru menyambut paksu dari kantor ya🙏🏻
 
Mba Arrsy: 
Maaf telat gabung














Mba Nana : 
Alhamdulillaah, mba arssy sudah hadir🙏🏻🙏🏻

Mba Arrsy: 

Silahkan mba nana penjabarannya

Mba Nana: 
Baik, mba Arrsy

Penjelasan Slide 1 :
Bahaya Pelecehan Seksual Pada Anak – Anak
Atau disebut  Sexual Abuse yaitu segala bentuk upaya untuk membangkitkan nafsu seksual pada anak – anak secara sengaja baik langsung maupun tidak langsung; dengan menyuguhi tontonan pornografi, gambar - gambar porno, orang telanjang dll untuk membangkitkan seksualitas anak ; seperti sengaja menyentuh alat reproduksi, atau mendesak untuk menyentuh atau memegang alat kelamin orang lain, mengajari hal – hal yang negative seperti onani misalkan, apalagi kalau sampai melakukan pelecehan seksual secara langsung seperti perkosaan, sodomi dll.

Di Usia Berapa Anak- Anak Terancam Bahaya ini ?

DR. Iman Sayid dalam penelitiannya mengatakan bahwa ,” anak usia dua tahun atau bahkan kurang bisa saja mengalami pelecehan seksual, dengan berbagai macamnya. Anak- anak rentan mengalami hal tersebut kapan saja ketika tidak bersama  orang tua, dalam awasan kedua orang tua, kakek, nenek, guru dan para pendidik atau pengasuh yang dapat dipercaya. Mungkin sebagian menganggap bahwa hal ini suatu kesimpulan yang berlebihan dan mengada-ngada, tapi sesungguhnya hal ini adalah realita kondisi yang dialami sebagian anak-anak kita .

Bagaimana Melindungi Anak Dari Pelecehan ?
1.    Memberikan pengetahuan yang benar tentang hal ini. Tentu diawali dengan membangun suasana keakraban antara anak dan orang tua sehingga muncul rasa nyaman dan percaya jika bercerita dan bertanya.
2.    Selalu menanamkan pada anak untuk bercerita kepada orang tua apa-apa yang aneh atau tidak biasa yang terjadi pada mereka ; hal ini bisa dilakukan secara rutin dalam suasana kekeluargaan, seperti ketika makan bersama, rekreasi keluarga, disamping ada waktu khusus setiap anak  tanpa kehadiran saudaranya untuk bercerita tentang apa yang dialami .
3.    Memberikan rasa aman kepada anak bahwa ia tidak akan dihukum atau dimarahi ketika mau menceritakan kejadian atau peristiwa yang dialami atau akan dialami.
4.    Selalu mencari kegiatan – kegiatan positive anak-anak yang sesuai dengan hobi, minat dan cita – citanya, dengan memperhatikan perkembangan usianya.
5.    Mengawasi anak- anak tanpa menimbulkan kesan mengekang, mengikuti secara seksama perubahan-perubahan kecenderungan anak, cara ia bersikap, cara bermain dan jenis-jenis mainannya, dengan melarang pembantu, sopir hanya berduaan saja dengan anak ditempat yang tidak terjangkau pengawasan orang tua, melarang mereka berduaan ditempat-tempat tertutup.
6.    Menjaga anak dari tontonan TV yang tidak mendidik, menjauhkan anak dari gambar- gambar dan bacaan yang tidak positif.
7.    Menanamkan terus pada anak untuk menolak hal-hal yang tidak diridhoi Allah SWT, untuk menggunakan nikmat Allah; mata, mulut tangan dll dalam perbuatan yang diridhoi Allah SWT.
(Dikutip dari Kajian Kelas Ngaji Parenting asuhan Ustadzah DR. Sarmini LC dan Ustdaz DR. Hari Susanto 24 November 2017)✅

 












Slide 2
B. Apa itu Fitrah Seksualitas?


Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Memulai pendidikan fitrah seksualitas tentu pada awalnya tidak langsung mengenalkan anak pada aktivitas seksual, seperti onani atau yang lainnya
Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai pada pendidikan fitrah seksualitas ini, yaitu:
1. membuat anak mengerti tentang identitas seksualnya.
2. mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya.
3. mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual
Fokus bahasan kami kali ini akan membahas poin ketiga, yaitu “mengajarkan anak untuk melindungi diri dari kejahatan seksual, langkah awal adalah dengan mengetahui batasan aurat.

Dalam Islam, mengajarkan aurat termasuk bagian tarbiyah jinsiyah (pendidikan seksualitas). Tarbiyah jinsiyah perlu ditanamkan kepada anak sejak dini agar anak tidak bingung akan jenis kelaminnya dan mengikuti jalan yang salah.
Satu hal yang harus kita ingat, dalam Islam kita memahami bahwa tubuh kita adalah ciptaan Allah, tunduk pada aturan Allah dan harus mengikuti seluruh perintah dan menjauhi segala larangannya. Artinya dasar tarbiyah jinsiyah ini adalah aqidah. Berbeda dengan masyarakat barat yang kukuh memegang prinsip ‘my body belongs to me’, sehingga kita sebagai manusia bebas memperlakukannya sesuai dengan kehendak sendiri.*
(Dikutip dari mengenalkan adab dan batasan aurat pada anak, resume diskusi bersama teh Patra, Kamis 10 September 2015)

Mba Nana: 
terlampir adalah penjabaran untuk solusi yang bisa kita ikhtiyarkan untuk menjaga kecenderungan dan fitrah seksualitas anak.
 












Slide 3:
C. Solusi untuk Menjaga Fitrah Seksualitas


Mengarahkan Kecenderungan Seksual Anak
1. Melatih Anak Meminta Izin Ketika Masuk Rumah atau Kamar Orang Tua
2. Membiasakan Anak Menundukkan Pandangan dan Menutup Aurat

Allah SWT berfirman:

قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ  ۗ  ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَـعُوْنَ
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."
(QS. An-Nur 24: Ayat 30)

Allah SWT berfirman:

وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَـضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ  وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَآئِهِنَّ اَوْ اٰبَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ  وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُـعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ   ۗ  وَتُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
(QS. An-Nur 24: Ayat 31)

3. Memisahkan Tempat Tidur Anak
4. Menjauhkan Anak dari Ikhtiar Bersama Lawan Jenis
5. Mengajarkan Kewajiban Mandi Janabah ketika Anak Mendekati Baligh
6. Menjelaskan Perbedaan Jenis Kelamin dan Bahaya Zina Ketika Anak Mendekati Baligh

Apa yang bisa orang tua lakukan sehari-hari?
1. Memberikan keteladanan menutup aurat, karena beban syariat menutup aurat belum jatuh kepada anak-anak.
2. Perhatikan tontonan anak agar tidak memandang yang diharamkan✅

Mba Nana:
Silakan dilanjutkan slide selanjutnya yaa mba Arrsy
Baik, akan saya lanjutkan dengan beberapa media edukasi yang kami dapatkan dari internet, dan mudah-mudahan bisa memberikan gambaran tentang bagaimana memulai mengajarkan adab dan menutup aurat kepada anak-anak, ya bunda 🙏..
Pada masih setia kan😍














  Slide 4
D. Media Edukasi untuk Memahami Fitrah Seksualitas

1. https://youtu.be/jxBUJcmBabk
2. https://youtu.be/Fe85V2Q2-KA
3. https://youtu.be/HuBJyge3jWY


















Mba diyan:
Selanjutnya saya buka forum diskusi untuk 2 pertanyaan/tanggapan terlebih dahulu

Sesi Tanya jawab

 1. Mba Mimil: 
Tergelitik dg pernyataan bahwa dasar tarbiyah jinsiyah adalah aqidah, bagaimana penjelasannya karena banyak yg mengaku beriman, tidak menyekutukan Allah tapi tersesat dalam belenggu perilaku menyimpang
Upaya yg bagaimana kah yg dapat kita lakukan untuk menanamkan pemahaman ini

Mba Nana:
✅ mempelajari ilmu agama sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah adalah kunci keselamatan hidup di dunia dan akhirat, sehingga jika sudah mempelajari aqidah yang benar insya allaah Tauhid yang benar akan menjaga setiap muslim dari penyimpangan akhlak, aqidah dan ibadah.

✅Nasihat Lukman kepada anaknya:
Ya Bunayya... Carilah ilmu agama ketika kecil, karena mencari ilmu agama akan terasa berat bagi orang tua

Mba Diyan:
 Ada tanggapan dari bunda-bunda yg lain?
mbak mimil bagaimana?
 baiklah kalau tidak ada tanggapan lagi, sebelum kami tutup, ada satu tulisan dari seorang penyair Mesir yg mungkin bisa menginspirasi kita semua


















 Mba Diyan:
Barakallah bagi bunda semua yang sudah ikut berpartisipasi dalam forum belajar ini. Semoga  Allah membalas setiap niat dan amal kebaikan yang dilakukan.
Semoga ilmu yg diperoleh menjadi barokah bagi kehidupan dunia dan akhirat kita
Aamiin Ya Robbal'alamiin
 Kami dari grup 5 mohon maaf atas segala kekurangan dan hal-hal yg kurang berkenan di hati
 mari kita tutup forum belajar ini dengan sama sama mengucapkan
Hamdalah
Istighfar
Doa kafaratul majelis

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#kuliahbundasayangsesi11
#harike5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...