Alhamdulillah memasuki hari ke 5 presentasi dari kelompok 5 ini, sesuai dengan tema teman-teman kelompok 5 ini, Mengajarkan adab dan
menutup aurat kepada anak-anak, saya pun sedang mengajarkan kepada kakak dan ade menutup aurot, ketika mandi mau mandi atau selepas mandi kadang mereka masih berlarian atau jalan tidak mengenakan baju, biasanya sebelum mandi mereka melapas baju dan memasukkan baju kotor pada tempat yang disediakan, nah mereka sudah tidak mengenakan baju, berjalan atau berlarian menuju tempat baju kotor tanpa mengenakan baju. Ini yang senantiasa saya sedang lalukan dengan mengingatkan tutup aurotnya, bersegera mengenakan baju selepas mandi.
10 menit menjelang diskusi kelompok, forum sudah dibuka oleh moderator mba diyan yang sekaligus anggota kelompok 5. Diskusi berlangsung selama 1 jam .
Mba Diyan:
Assalamualaikum bunda semua
10 menit jelang pukul 8 ;)
Apakah sudah bersiap masuk kelas?
Baiklah bunda semua, berikut Flow presentasi group 5
1. Opening (5 menit)
2. Presentasi (20 menit)
3. Diskusi (30 menit)
4. Closing (5 menit)
mari kita buka forum belajar dan diskusi ini dengan mengucapkan
Basmallah...Bismillahirrohmanirrohiim Kami dari grup 5 beranggotakan mbak Arssy, mbak Nana, dan saya sendiri Diyan.
Sebelum masuk ke pembahasan, ada satu quote yang kami kutip dan menjadi salah satu landasan pemikiran kami

Selanjutnya mari kita simak paparan dari mbak Arssy dan mbak Nana tentang tema besar kita di sesi #11 ini “Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak?” dengan fokus bahasan kami tentang “Pentingnya Mengajarkan Batasan Aurat dan Adab kepada Anak”
Silahkan mbak Arssy dan mabak Nana😊😊
Mba Nana :
Baik, mBa Diyan, insha Allah memback up mba Arssy yang baru menyambut paksu dari kantor ya🙏🏻

Mba Arrsy:
Maaf telat gabung

Mba Nana :
Alhamdulillaah, mba arssy sudah hadir🙏🏻🙏🏻
Mba Arrsy:
Silahkan mba nana penjabarannya
Mba Nana:
Baik, mba Arrsy
Penjelasan Slide 1 :
Bahaya Pelecehan Seksual Pada Anak – Anak
Atau disebut Sexual Abuse yaitu segala bentuk upaya untuk membangkitkan nafsu seksual pada anak – anak secara sengaja baik langsung maupun tidak langsung; dengan menyuguhi tontonan pornografi, gambar - gambar porno, orang telanjang dll untuk membangkitkan seksualitas anak ; seperti sengaja menyentuh alat reproduksi, atau mendesak untuk menyentuh atau memegang alat kelamin orang lain, mengajari hal – hal yang negative seperti onani misalkan, apalagi kalau sampai melakukan pelecehan seksual secara langsung seperti perkosaan, sodomi dll.
Di Usia Berapa Anak- Anak Terancam Bahaya ini ?
DR. Iman Sayid dalam penelitiannya mengatakan bahwa ,” anak usia dua tahun atau bahkan kurang bisa saja mengalami pelecehan seksual, dengan berbagai macamnya. Anak- anak rentan mengalami hal tersebut kapan saja ketika tidak bersama orang tua, dalam awasan kedua orang tua, kakek, nenek, guru dan para pendidik atau pengasuh yang dapat dipercaya. Mungkin sebagian menganggap bahwa hal ini suatu kesimpulan yang berlebihan dan mengada-ngada, tapi sesungguhnya hal ini adalah realita kondisi yang dialami sebagian anak-anak kita .
Bagaimana Melindungi Anak Dari Pelecehan ?
1. Memberikan pengetahuan yang benar tentang hal ini. Tentu diawali dengan membangun suasana keakraban antara anak dan orang tua sehingga muncul rasa nyaman dan percaya jika bercerita dan bertanya.
2. Selalu menanamkan pada anak untuk bercerita kepada orang tua apa-apa yang aneh atau tidak biasa yang terjadi pada mereka ; hal ini bisa dilakukan secara rutin dalam suasana kekeluargaan, seperti ketika makan bersama, rekreasi keluarga, disamping ada waktu khusus setiap anak tanpa kehadiran saudaranya untuk bercerita tentang apa yang dialami .
3. Memberikan rasa aman kepada anak bahwa ia tidak akan dihukum atau dimarahi ketika mau menceritakan kejadian atau peristiwa yang dialami atau akan dialami.
4. Selalu mencari kegiatan – kegiatan positive anak-anak yang sesuai dengan hobi, minat dan cita – citanya, dengan memperhatikan perkembangan usianya.
5. Mengawasi anak- anak tanpa menimbulkan kesan mengekang, mengikuti secara seksama perubahan-perubahan kecenderungan anak, cara ia bersikap, cara bermain dan jenis-jenis mainannya, dengan melarang pembantu, sopir hanya berduaan saja dengan anak ditempat yang tidak terjangkau pengawasan orang tua, melarang mereka berduaan ditempat-tempat tertutup.
6. Menjaga anak dari tontonan TV yang tidak mendidik, menjauhkan anak dari gambar- gambar dan bacaan yang tidak positif.
7. Menanamkan terus pada anak untuk menolak hal-hal yang tidak diridhoi Allah SWT, untuk menggunakan nikmat Allah; mata, mulut tangan dll dalam perbuatan yang diridhoi Allah SWT.
(Dikutip dari Kajian Kelas Ngaji Parenting asuhan Ustadzah DR. Sarmini LC dan Ustdaz DR. Hari Susanto 24 November 2017)✅

Slide 2
B. Apa itu Fitrah Seksualitas?
Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Memulai pendidikan fitrah seksualitas tentu pada awalnya tidak langsung mengenalkan anak pada aktivitas seksual, seperti onani atau yang lainnya
Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai pada pendidikan fitrah seksualitas ini, yaitu:
1. membuat anak mengerti tentang identitas seksualnya.
2. mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya.
3. mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual
Fokus bahasan kami kali ini akan membahas poin ketiga, yaitu “mengajarkan anak untuk melindungi diri dari kejahatan seksual, langkah awal adalah dengan mengetahui batasan aurat.
Dalam Islam, mengajarkan aurat termasuk bagian tarbiyah jinsiyah (pendidikan seksualitas). Tarbiyah jinsiyah perlu ditanamkan kepada anak sejak dini agar anak tidak bingung akan jenis kelaminnya dan mengikuti jalan yang salah.
Satu hal yang harus kita ingat, dalam Islam kita memahami bahwa tubuh kita adalah ciptaan Allah, tunduk pada aturan Allah dan harus mengikuti seluruh perintah dan menjauhi segala larangannya. Artinya dasar tarbiyah jinsiyah ini adalah aqidah. Berbeda dengan masyarakat barat yang kukuh memegang prinsip ‘my body belongs to me’, sehingga kita sebagai manusia bebas memperlakukannya sesuai dengan kehendak sendiri.*
(Dikutip dari mengenalkan adab dan batasan aurat pada anak, resume diskusi bersama teh Patra, Kamis 10 September 2015)
Mba Nana:
terlampir adalah penjabaran untuk solusi yang bisa kita ikhtiyarkan untuk menjaga kecenderungan dan fitrah seksualitas anak.

Slide 3:
C. Solusi untuk Menjaga Fitrah Seksualitas
Mengarahkan Kecenderungan Seksual Anak
1. Melatih Anak Meminta Izin Ketika Masuk Rumah atau Kamar Orang Tua
2. Membiasakan Anak Menundukkan Pandangan dan Menutup Aurat
Allah SWT berfirman:
قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَـعُوْنَ
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."
(QS. An-Nur 24: Ayat 30)
Allah SWT berfirman:
وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَـضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَآئِهِنَّ اَوْ اٰبَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُـعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ ۗ وَتُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
(QS. An-Nur 24: Ayat 31)
3. Memisahkan Tempat Tidur Anak
4. Menjauhkan Anak dari Ikhtiar Bersama Lawan Jenis
5. Mengajarkan Kewajiban Mandi Janabah ketika Anak Mendekati Baligh
6. Menjelaskan Perbedaan Jenis Kelamin dan Bahaya Zina Ketika Anak Mendekati Baligh
Apa yang bisa orang tua lakukan sehari-hari?
1. Memberikan keteladanan menutup aurat, karena beban syariat menutup aurat belum jatuh kepada anak-anak.
2. Perhatikan tontonan anak agar tidak memandang yang diharamkan✅
Mba Nana:
Silakan dilanjutkan slide selanjutnya yaa mba Arrsy
Baik, akan saya lanjutkan dengan beberapa media edukasi yang kami dapatkan dari internet, dan mudah-mudahan bisa memberikan gambaran tentang bagaimana memulai mengajarkan adab dan menutup aurat kepada anak-anak, ya bunda 🙏..
Pada masih setia kan😍
Slide 4
D. Media Edukasi untuk Memahami Fitrah Seksualitas
1. https://youtu.be/jxBUJcmBabk
2. https://youtu.be/Fe85V2Q2-KA
3. https://youtu.be/HuBJyge3jWY
Mba diyan:
Selanjutnya saya buka forum diskusi untuk 2 pertanyaan/tanggapan terlebih dahulu
Tergelitik dg pernyataan bahwa dasar tarbiyah jinsiyah adalah aqidah, bagaimana penjelasannya karena banyak yg mengaku beriman, tidak menyekutukan Allah tapi tersesat dalam belenggu perilaku menyimpang
Upaya yg bagaimana kah yg dapat kita lakukan untuk menanamkan pemahaman ini
Mba Nana:
✅ mempelajari ilmu agama sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah adalah kunci keselamatan hidup di dunia dan akhirat, sehingga jika sudah mempelajari aqidah yang benar insya allaah Tauhid yang benar akan menjaga setiap muslim dari penyimpangan akhlak, aqidah dan ibadah.
✅Nasihat Lukman kepada anaknya:
Ya Bunayya... Carilah ilmu agama ketika kecil, karena mencari ilmu agama akan terasa berat bagi orang tua
Mba Diyan:
Ada tanggapan dari bunda-bunda yg lain?
mbak mimil bagaimana?
baiklah kalau tidak ada tanggapan lagi, sebelum kami tutup, ada satu tulisan dari seorang penyair Mesir yg mungkin bisa menginspirasi kita semua
Mba Diyan:
Barakallah bagi bunda semua yang sudah ikut berpartisipasi dalam forum belajar ini. Semoga Allah membalas setiap niat dan amal kebaikan yang dilakukan.
Semoga ilmu yg diperoleh menjadi barokah bagi kehidupan dunia dan akhirat kita
Aamiin Ya Robbal'alamiin
Kami dari grup 5 mohon maaf atas segala kekurangan dan hal-hal yg kurang berkenan di hati
mari kita tutup forum belajar ini dengan sama sama mengucapkan
Hamdalah
Istighfar
Doa kafaratul majelis
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#kuliahbundasayangsesi11
#harike5
10 menit menjelang diskusi kelompok, forum sudah dibuka oleh moderator mba diyan yang sekaligus anggota kelompok 5. Diskusi berlangsung selama 1 jam .
Mba Diyan:
Assalamualaikum bunda semua
10 menit jelang pukul 8 ;)
Apakah sudah bersiap masuk kelas?
Baiklah bunda semua, berikut Flow presentasi group 5
1. Opening (5 menit)
2. Presentasi (20 menit)
3. Diskusi (30 menit)
4. Closing (5 menit)
mari kita buka forum belajar dan diskusi ini dengan mengucapkan
Basmallah...Bismillahirrohmanirrohiim Kami dari grup 5 beranggotakan mbak Arssy, mbak Nana, dan saya sendiri Diyan.
Sebelum masuk ke pembahasan, ada satu quote yang kami kutip dan menjadi salah satu landasan pemikiran kami

Selanjutnya mari kita simak paparan dari mbak Arssy dan mbak Nana tentang tema besar kita di sesi #11 ini “Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak?” dengan fokus bahasan kami tentang “Pentingnya Mengajarkan Batasan Aurat dan Adab kepada Anak”
Silahkan mbak Arssy dan mabak Nana😊😊
Mba Nana :
Baik, mBa Diyan, insha Allah memback up mba Arssy yang baru menyambut paksu dari kantor ya🙏🏻

Mba Arrsy:
Maaf telat gabung

Mba Nana :
Alhamdulillaah, mba arssy sudah hadir🙏🏻🙏🏻
Mba Arrsy:
Silahkan mba nana penjabarannya
Mba Nana:
Baik, mba Arrsy
Penjelasan Slide 1 :
Bahaya Pelecehan Seksual Pada Anak – Anak
Atau disebut Sexual Abuse yaitu segala bentuk upaya untuk membangkitkan nafsu seksual pada anak – anak secara sengaja baik langsung maupun tidak langsung; dengan menyuguhi tontonan pornografi, gambar - gambar porno, orang telanjang dll untuk membangkitkan seksualitas anak ; seperti sengaja menyentuh alat reproduksi, atau mendesak untuk menyentuh atau memegang alat kelamin orang lain, mengajari hal – hal yang negative seperti onani misalkan, apalagi kalau sampai melakukan pelecehan seksual secara langsung seperti perkosaan, sodomi dll.
Di Usia Berapa Anak- Anak Terancam Bahaya ini ?
DR. Iman Sayid dalam penelitiannya mengatakan bahwa ,” anak usia dua tahun atau bahkan kurang bisa saja mengalami pelecehan seksual, dengan berbagai macamnya. Anak- anak rentan mengalami hal tersebut kapan saja ketika tidak bersama orang tua, dalam awasan kedua orang tua, kakek, nenek, guru dan para pendidik atau pengasuh yang dapat dipercaya. Mungkin sebagian menganggap bahwa hal ini suatu kesimpulan yang berlebihan dan mengada-ngada, tapi sesungguhnya hal ini adalah realita kondisi yang dialami sebagian anak-anak kita .
Bagaimana Melindungi Anak Dari Pelecehan ?
1. Memberikan pengetahuan yang benar tentang hal ini. Tentu diawali dengan membangun suasana keakraban antara anak dan orang tua sehingga muncul rasa nyaman dan percaya jika bercerita dan bertanya.
2. Selalu menanamkan pada anak untuk bercerita kepada orang tua apa-apa yang aneh atau tidak biasa yang terjadi pada mereka ; hal ini bisa dilakukan secara rutin dalam suasana kekeluargaan, seperti ketika makan bersama, rekreasi keluarga, disamping ada waktu khusus setiap anak tanpa kehadiran saudaranya untuk bercerita tentang apa yang dialami .
3. Memberikan rasa aman kepada anak bahwa ia tidak akan dihukum atau dimarahi ketika mau menceritakan kejadian atau peristiwa yang dialami atau akan dialami.
4. Selalu mencari kegiatan – kegiatan positive anak-anak yang sesuai dengan hobi, minat dan cita – citanya, dengan memperhatikan perkembangan usianya.
5. Mengawasi anak- anak tanpa menimbulkan kesan mengekang, mengikuti secara seksama perubahan-perubahan kecenderungan anak, cara ia bersikap, cara bermain dan jenis-jenis mainannya, dengan melarang pembantu, sopir hanya berduaan saja dengan anak ditempat yang tidak terjangkau pengawasan orang tua, melarang mereka berduaan ditempat-tempat tertutup.
6. Menjaga anak dari tontonan TV yang tidak mendidik, menjauhkan anak dari gambar- gambar dan bacaan yang tidak positif.
7. Menanamkan terus pada anak untuk menolak hal-hal yang tidak diridhoi Allah SWT, untuk menggunakan nikmat Allah; mata, mulut tangan dll dalam perbuatan yang diridhoi Allah SWT.
(Dikutip dari Kajian Kelas Ngaji Parenting asuhan Ustadzah DR. Sarmini LC dan Ustdaz DR. Hari Susanto 24 November 2017)✅

Slide 2
B. Apa itu Fitrah Seksualitas?
Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Memulai pendidikan fitrah seksualitas tentu pada awalnya tidak langsung mengenalkan anak pada aktivitas seksual, seperti onani atau yang lainnya
Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai pada pendidikan fitrah seksualitas ini, yaitu:
1. membuat anak mengerti tentang identitas seksualnya.
2. mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya.
3. mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual
Fokus bahasan kami kali ini akan membahas poin ketiga, yaitu “mengajarkan anak untuk melindungi diri dari kejahatan seksual, langkah awal adalah dengan mengetahui batasan aurat.
Dalam Islam, mengajarkan aurat termasuk bagian tarbiyah jinsiyah (pendidikan seksualitas). Tarbiyah jinsiyah perlu ditanamkan kepada anak sejak dini agar anak tidak bingung akan jenis kelaminnya dan mengikuti jalan yang salah.
Satu hal yang harus kita ingat, dalam Islam kita memahami bahwa tubuh kita adalah ciptaan Allah, tunduk pada aturan Allah dan harus mengikuti seluruh perintah dan menjauhi segala larangannya. Artinya dasar tarbiyah jinsiyah ini adalah aqidah. Berbeda dengan masyarakat barat yang kukuh memegang prinsip ‘my body belongs to me’, sehingga kita sebagai manusia bebas memperlakukannya sesuai dengan kehendak sendiri.*
(Dikutip dari mengenalkan adab dan batasan aurat pada anak, resume diskusi bersama teh Patra, Kamis 10 September 2015)
Mba Nana:
terlampir adalah penjabaran untuk solusi yang bisa kita ikhtiyarkan untuk menjaga kecenderungan dan fitrah seksualitas anak.

Slide 3:
C. Solusi untuk Menjaga Fitrah Seksualitas
Mengarahkan Kecenderungan Seksual Anak
1. Melatih Anak Meminta Izin Ketika Masuk Rumah atau Kamar Orang Tua
2. Membiasakan Anak Menundukkan Pandangan dan Menutup Aurat
Allah SWT berfirman:
قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَـعُوْنَ
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."
(QS. An-Nur 24: Ayat 30)
Allah SWT berfirman:
وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَـضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَآئِهِنَّ اَوْ اٰبَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُـعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ ۗ وَتُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
(QS. An-Nur 24: Ayat 31)
3. Memisahkan Tempat Tidur Anak
4. Menjauhkan Anak dari Ikhtiar Bersama Lawan Jenis
5. Mengajarkan Kewajiban Mandi Janabah ketika Anak Mendekati Baligh
6. Menjelaskan Perbedaan Jenis Kelamin dan Bahaya Zina Ketika Anak Mendekati Baligh
Apa yang bisa orang tua lakukan sehari-hari?
1. Memberikan keteladanan menutup aurat, karena beban syariat menutup aurat belum jatuh kepada anak-anak.
2. Perhatikan tontonan anak agar tidak memandang yang diharamkan✅
Mba Nana:
Silakan dilanjutkan slide selanjutnya yaa mba Arrsy
Baik, akan saya lanjutkan dengan beberapa media edukasi yang kami dapatkan dari internet, dan mudah-mudahan bisa memberikan gambaran tentang bagaimana memulai mengajarkan adab dan menutup aurat kepada anak-anak, ya bunda 🙏..
Pada masih setia kan😍
Slide 4
D. Media Edukasi untuk Memahami Fitrah Seksualitas
1. https://youtu.be/jxBUJcmBabk
2. https://youtu.be/Fe85V2Q2-KA
3. https://youtu.be/HuBJyge3jWY
Mba diyan:
Selanjutnya saya buka forum diskusi untuk 2 pertanyaan/tanggapan terlebih dahulu
Sesi Tanya jawab
1. Mba Mimil:Tergelitik dg pernyataan bahwa dasar tarbiyah jinsiyah adalah aqidah, bagaimana penjelasannya karena banyak yg mengaku beriman, tidak menyekutukan Allah tapi tersesat dalam belenggu perilaku menyimpang
Upaya yg bagaimana kah yg dapat kita lakukan untuk menanamkan pemahaman ini
Mba Nana:
✅ mempelajari ilmu agama sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah adalah kunci keselamatan hidup di dunia dan akhirat, sehingga jika sudah mempelajari aqidah yang benar insya allaah Tauhid yang benar akan menjaga setiap muslim dari penyimpangan akhlak, aqidah dan ibadah.
✅Nasihat Lukman kepada anaknya:
Ya Bunayya... Carilah ilmu agama ketika kecil, karena mencari ilmu agama akan terasa berat bagi orang tua
Mba Diyan:
Ada tanggapan dari bunda-bunda yg lain?
mbak mimil bagaimana?
baiklah kalau tidak ada tanggapan lagi, sebelum kami tutup, ada satu tulisan dari seorang penyair Mesir yg mungkin bisa menginspirasi kita semua
Mba Diyan:
Barakallah bagi bunda semua yang sudah ikut berpartisipasi dalam forum belajar ini. Semoga Allah membalas setiap niat dan amal kebaikan yang dilakukan.
Semoga ilmu yg diperoleh menjadi barokah bagi kehidupan dunia dan akhirat kita
Aamiin Ya Robbal'alamiin
Kami dari grup 5 mohon maaf atas segala kekurangan dan hal-hal yg kurang berkenan di hati
mari kita tutup forum belajar ini dengan sama sama mengucapkan
Hamdalah
Istighfar
Doa kafaratul majelis
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#kuliahbundasayangsesi11
#harike5



Komentar
Posting Komentar