Memasuki hari ke 2 tantangan ini kami grup 3 masih dan lebih intens berdiskusi karena persiapan mau presentasi. kami menyimak presentasi kelompok 2 yang keren dan komplit. 2 kelompok yang sudah presentasi telah menunjukkan paparan yang jelas dan komplit semoga kelompok kamipun bisa begitu, bismillah. Setelah kelompok 1 memaparkan giliran kelompok 2 untuk maju, menyampaikan hasil diskusinya.
Dalam diskusi ini di moderatori oleh Mba ICha, Annisa Rumaida, kelompok 2 terdiri dari Mba Ika Ardaniya Rizka, Mba Marie S, dan Mba leni. mba leni berhalangan hadir karena anaknya demam.
Moderator menyapa audien:
Assalamu'alaykum Bunda semua InsyaAllah malam ini kita akan kembali berdiskusi serta menghadiri presentasi dari kelompok 2 oleh Mba Ika, mba Marie dan mba Leni
Aiiih "menghadiri" 😂😂 saking berasa masuk kelas sungguhan dengan gaya pembelajaran level #11 ini 😄
Yang mau menyiapkan cemilan atau makan malam masih ada waktu yaa
Kemarin itu saya presentasi sambil makmal 🙈antara tegang dan laper 😂
Kita akan mulai ba'da isya ya Bunda bunda 😊
Mba Ika:
Wa alaikumsalam Mba Icha...
Terima kasih remindernya..
Saya deg-degan nih..
Mba Marie:
Wa'alaikum salam wr wb mba Icha...makasih ya udah woro2...😘😘 Aq pun deg2an..
Mba Nana:
Waalaikumsalam warahmatullaahi wabarakatuh
Saya masih menghayati, belum begitu clear 10 days challenge dimulai kapan, dan terhadap apa, sambil menyimak di atas 🙏🏻
Moderator:
Baik kalau begitu, berhubung kelas sudah penuh, kita mulai ya...mohon digeser geser yaaa biar kebagian duduk semua 😄
Selamat datang Bunda Bunda di kelas Bunda Sayang dengan game level #11. Mari kita mulai dengan bersama sama mengucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim....
Baik kalau begitu kita persilahkan kelompok 2 untuk memulai presentasinya
Silahkaaan...sodorin 🎤 😊
👏👏👏👏
Mba Ika:
Assalamu'alaikum wr.wb.
Kami kelompok 2, yang terdiri dari Mba Marie Satya, Mba Leni (Suci Lestarini), serta saya sendiri, ika.
Insyaa Allah kami akan mengupas sekelumit tema Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak.
Bismillahirrahmanirrahiim
Mari kita mulai.. silakan Mba Marie...
Mba Marie:

Mba ika:
Tantangan yang dihadapi keluarga masa kini yang berkaitan dengan gender adalah menyiapkan anak memasuki masa baligh.
Begitu banyak tantangan yang ada dalam masa persiapan ini. Antara lain:
🍃 masifnya serangan LGBT terhadap anak-anak kita. Mereka hanya bisa berkembang dengan penularan sehingga mencari korban sebanyak-banyaknya.
🍃 Free sex: secara tidak sadar, anak-anak kita digiring ke arah pemakluman akan perilaku seksual ini dan ke depannya diharapkan menjadi pelaku. Perilaku seksual yang tidak pantas dilakukan di depan orang lain, yaitu bergandengan tangan, berpelukan, berciuman bukan dengan pasangan sah.
🍃 Kekerasan seksual:
Anak-anak menjadi korban kekerasan seksual dari orang dewasa yang mengalami permasalahan fitrah seksualitas yang tidak berkembang sempurna. Misalnya sodomi, perkosaan pada anak usia dini.
🍃 Kehilangan orientasi seksual, yaitu pria yang kehilangan kejantanannya, tampak gemulai, suara dilembut-lembutkan seperti wanita. Jika wanita, ia terlihat macho, tidak feminin, tomboy, kehilangan kelembutannya dan ingin terlihat sekuat lelaki serta tak ingin kalah dari para lelaki.
Mba Marie:

Mba Ika:
Slide 2: Kendala apa yang kita hadapi saat membersamai ananda dalam membangkitkan fitrah seksualitasnya:
1. Tabu dan Saru --> seringnya kita merasa tabu, saru, malu untuk membahas masalah seks pada anak. Mengapa? Karena dalam pikiran kita, seks yang dimaksud adalah perilaku seks (berhubungan dengan lawan jenis), padahal jika kita menggeser sudut pandang menjadi seksualitas (jenis kelamin) maka hal itu tidak menimbulkan rasa negatif di dalam diri sendiri.
2. Kapan waktu yang tepat untuk mulai?
Mulai sejak dini, yaitu usia bayi.
3. Bagaimana memulainya?
Mulai secara bertahap, yang akan dijelaskan lebih rinci.
4. Sejauh mana dibicarakan?
Tergantung pada usia anak.

Seberapa penting membangkitkan fitrah ini?
Jika tidak dibangkitkan dengan tepat dan benar, dapat menyebabkan masalah sosial dan seksualitas, salah satunya LGBT atau membenci salah satu jenis kelamin tertentu.
Juga dapat menyebabkan gangguan kejiwaan, antara lain kehilangan attachment dengan orang lain, bahkan depresi.

Ada 4 hal yang mempengaruhi fitrah seksualitas anak, yaitu:
1. Interaksi terbaik bersama keluarga (ayah dan ibu)
2. Perannya --> mission of life, misalnya laki-laki adalah pemimpin para wanita. Anak sebaiknya mengetahui apa peran yang diembannya dalam kehidupan ini.
3. Akhlaq dan adab. Anak mengetahui dan dapat mengamalkan akhlaq yang baik dan adab yang benar terhadap keluarga.
4. Tujuannya dalam hidup. Hendaknya anak mengetahui tujuan kehidupannya, yaitu menggapai ridho Ilahi.
Mba Ika :
Ini adalah tujuan pengasuhan yang dipaparkan oleh Ibu Elly Risman.
Agar tujuan pengasuhan ini tercapai, fitrah seksualitas anak haruslah berkembang dengan benar
Bagaimana mungkin seorang anak dapat menjadi seorang calon suami/istri yang baik jika ia tidak tahu bagaimana cara memperlakukan lawan jenisnya.
Bagaimana mungkin ia bisa menjadi calon ayah/ibu yang baik jika ia tidak selesai dengan dirinya sendiri dan ia tidak tahu peran apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi orang tua?

Framework Operasional Pendidikan Berbasis Fitrah.
Kelompok kami, memilih untuk mengupas usia yang paling muda dalam membangkitkan fitrah seksualitas ini, yaitu pra-latih (0-2 tahun dan 2-6 tahun).
Di usia 3 tahun sebaiknya anak sudah mengetahui jenis kelaminnya dan berperilaku, bersikap, berbicara sesuai dengan jenis kelaminnya, misalnya dari hal yang paling sederhana, yaitu cara berpakaian, dan toileting, apakah ia perempuan atau laki-laki.
Mba Ika :
Pendidikan seks secara bertahap:
1. Membuat anak percaya diri
2. Anak mengenal tubuhnya dan bisa merawatnya dengan baik
3. Terhindar dari orang yang berniat jahat dan berlaku tidak sopan terhadap tubuh anak.
Mba Ika:
Pendidikan seks di sini lebih ke perlindungan dan penghargaan terhadap tubuh anak. Harapannya, anak menghargai tubuhnya sehingga ia melindungi ciptaan yang sudah diberikan Allah
Mba Ika:
Ini adalah media edukasi yang bisa diberikan kepada anak
Video animasi “Kisah Si Geni” mendidik apa yang harus dilakukan anak untuk menghindar dari kekerasan seksual. Orangtua atau pengasuh perlu mendampingi dan memberi penjelasan terhadap anak berusia 3 – 12 tahun yang menonton video ini.
https://youtu.be/oqNyOoX-4e4
https://youtu.be/5eM1U6PXyZk
Dua slide terakhir merupakan aktivitas yang dilakukan di PAUD, namun sangat bisa diterapkan di rumah.
https://docs.google.com/document/d/1tg1RC5H3gW8wlbEX5ot_N6y73bLTw4WMjsOYJ5DPLhU/edit?usp=drivesdk
Mba Ika :
Hal yang paling penting setelah ikhtiar adalah doa yang dipanjatkan orang tua untuk anak-anaknya. Hanya Allah pemilik segala sesuatu di alam semesta ini dan hanya Ia- lah tempat memohon perlindungan.
Berikut ada secuplik video aqil-baligh, ujung dari proses pendidikan seksualitas..
https://youtu.be/jcmWfWfGaf0
Sekian presentasi dari kami. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan di sana-sini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kami bertiga dan semua yang menyimak dan membaca.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Ika-Marie-Leni.
Moderator:
MasyaAllah 😍😍😍😍😍😍👏👏👏👏👏👏👏
Sangat komplit dan detail sekaliiiii 😍😍😍😍
#fitrahseksuaitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11
#harike2
Dalam diskusi ini di moderatori oleh Mba ICha, Annisa Rumaida, kelompok 2 terdiri dari Mba Ika Ardaniya Rizka, Mba Marie S, dan Mba leni. mba leni berhalangan hadir karena anaknya demam.
Moderator menyapa audien:
Assalamu'alaykum Bunda semua InsyaAllah malam ini kita akan kembali berdiskusi serta menghadiri presentasi dari kelompok 2 oleh Mba Ika, mba Marie dan mba Leni
Aiiih "menghadiri" 😂😂 saking berasa masuk kelas sungguhan dengan gaya pembelajaran level #11 ini 😄
Yang mau menyiapkan cemilan atau makan malam masih ada waktu yaa
Kemarin itu saya presentasi sambil makmal 🙈antara tegang dan laper 😂
Kita akan mulai ba'da isya ya Bunda bunda 😊
Mba Ika:
Wa alaikumsalam Mba Icha...
Terima kasih remindernya..
Saya deg-degan nih..
Mba Marie:
Wa'alaikum salam wr wb mba Icha...makasih ya udah woro2...😘😘 Aq pun deg2an..
Mba Nana:
Waalaikumsalam warahmatullaahi wabarakatuh
Saya masih menghayati, belum begitu clear 10 days challenge dimulai kapan, dan terhadap apa, sambil menyimak di atas 🙏🏻
Moderator:
Baik kalau begitu, berhubung kelas sudah penuh, kita mulai ya...mohon digeser geser yaaa biar kebagian duduk semua 😄
Selamat datang Bunda Bunda di kelas Bunda Sayang dengan game level #11. Mari kita mulai dengan bersama sama mengucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim....
Baik kalau begitu kita persilahkan kelompok 2 untuk memulai presentasinya
Silahkaaan...sodorin 🎤 😊
👏👏👏👏
Mba Ika:
Assalamu'alaikum wr.wb.
Kami kelompok 2, yang terdiri dari Mba Marie Satya, Mba Leni (Suci Lestarini), serta saya sendiri, ika.
Insyaa Allah kami akan mengupas sekelumit tema Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak.
Bismillahirrahmanirrahiim
Mari kita mulai.. silakan Mba Marie...
Mba Marie:

Mba ika:
Tantangan yang dihadapi keluarga masa kini yang berkaitan dengan gender adalah menyiapkan anak memasuki masa baligh.
Begitu banyak tantangan yang ada dalam masa persiapan ini. Antara lain:
🍃 masifnya serangan LGBT terhadap anak-anak kita. Mereka hanya bisa berkembang dengan penularan sehingga mencari korban sebanyak-banyaknya.
🍃 Free sex: secara tidak sadar, anak-anak kita digiring ke arah pemakluman akan perilaku seksual ini dan ke depannya diharapkan menjadi pelaku. Perilaku seksual yang tidak pantas dilakukan di depan orang lain, yaitu bergandengan tangan, berpelukan, berciuman bukan dengan pasangan sah.
🍃 Kekerasan seksual:
Anak-anak menjadi korban kekerasan seksual dari orang dewasa yang mengalami permasalahan fitrah seksualitas yang tidak berkembang sempurna. Misalnya sodomi, perkosaan pada anak usia dini.
🍃 Kehilangan orientasi seksual, yaitu pria yang kehilangan kejantanannya, tampak gemulai, suara dilembut-lembutkan seperti wanita. Jika wanita, ia terlihat macho, tidak feminin, tomboy, kehilangan kelembutannya dan ingin terlihat sekuat lelaki serta tak ingin kalah dari para lelaki.
Mba Marie:

Mba Ika:
Slide 2: Kendala apa yang kita hadapi saat membersamai ananda dalam membangkitkan fitrah seksualitasnya:
1. Tabu dan Saru --> seringnya kita merasa tabu, saru, malu untuk membahas masalah seks pada anak. Mengapa? Karena dalam pikiran kita, seks yang dimaksud adalah perilaku seks (berhubungan dengan lawan jenis), padahal jika kita menggeser sudut pandang menjadi seksualitas (jenis kelamin) maka hal itu tidak menimbulkan rasa negatif di dalam diri sendiri.
2. Kapan waktu yang tepat untuk mulai?
Mulai sejak dini, yaitu usia bayi.
3. Bagaimana memulainya?
Mulai secara bertahap, yang akan dijelaskan lebih rinci.
4. Sejauh mana dibicarakan?
Tergantung pada usia anak.

Seberapa penting membangkitkan fitrah ini?
Jika tidak dibangkitkan dengan tepat dan benar, dapat menyebabkan masalah sosial dan seksualitas, salah satunya LGBT atau membenci salah satu jenis kelamin tertentu.
Juga dapat menyebabkan gangguan kejiwaan, antara lain kehilangan attachment dengan orang lain, bahkan depresi.

Ada 4 hal yang mempengaruhi fitrah seksualitas anak, yaitu:
1. Interaksi terbaik bersama keluarga (ayah dan ibu)
2. Perannya --> mission of life, misalnya laki-laki adalah pemimpin para wanita. Anak sebaiknya mengetahui apa peran yang diembannya dalam kehidupan ini.
3. Akhlaq dan adab. Anak mengetahui dan dapat mengamalkan akhlaq yang baik dan adab yang benar terhadap keluarga.
4. Tujuannya dalam hidup. Hendaknya anak mengetahui tujuan kehidupannya, yaitu menggapai ridho Ilahi.
Mba Ika :
Ini adalah tujuan pengasuhan yang dipaparkan oleh Ibu Elly Risman.
Agar tujuan pengasuhan ini tercapai, fitrah seksualitas anak haruslah berkembang dengan benar
Bagaimana mungkin seorang anak dapat menjadi seorang calon suami/istri yang baik jika ia tidak tahu bagaimana cara memperlakukan lawan jenisnya.
Bagaimana mungkin ia bisa menjadi calon ayah/ibu yang baik jika ia tidak selesai dengan dirinya sendiri dan ia tidak tahu peran apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi orang tua?

Framework Operasional Pendidikan Berbasis Fitrah.
Kelompok kami, memilih untuk mengupas usia yang paling muda dalam membangkitkan fitrah seksualitas ini, yaitu pra-latih (0-2 tahun dan 2-6 tahun).
Di usia 3 tahun sebaiknya anak sudah mengetahui jenis kelaminnya dan berperilaku, bersikap, berbicara sesuai dengan jenis kelaminnya, misalnya dari hal yang paling sederhana, yaitu cara berpakaian, dan toileting, apakah ia perempuan atau laki-laki.
Mba Ika :
Pendidikan seks secara bertahap:
1. Membuat anak percaya diri
2. Anak mengenal tubuhnya dan bisa merawatnya dengan baik
3. Terhindar dari orang yang berniat jahat dan berlaku tidak sopan terhadap tubuh anak.
Mba Ika:
Pendidikan seks di sini lebih ke perlindungan dan penghargaan terhadap tubuh anak. Harapannya, anak menghargai tubuhnya sehingga ia melindungi ciptaan yang sudah diberikan Allah
Mba Ika:
Ini adalah media edukasi yang bisa diberikan kepada anak
Video animasi “Kisah Si Geni” mendidik apa yang harus dilakukan anak untuk menghindar dari kekerasan seksual. Orangtua atau pengasuh perlu mendampingi dan memberi penjelasan terhadap anak berusia 3 – 12 tahun yang menonton video ini.
https://youtu.be/oqNyOoX-4e4
https://youtu.be/5eM1U6PXyZk
Dua slide terakhir merupakan aktivitas yang dilakukan di PAUD, namun sangat bisa diterapkan di rumah.
https://docs.google.com/document/d/1tg1RC5H3gW8wlbEX5ot_N6y73bLTw4WMjsOYJ5DPLhU/edit?usp=drivesdk
Mba Ika :
Hal yang paling penting setelah ikhtiar adalah doa yang dipanjatkan orang tua untuk anak-anaknya. Hanya Allah pemilik segala sesuatu di alam semesta ini dan hanya Ia- lah tempat memohon perlindungan.
Berikut ada secuplik video aqil-baligh, ujung dari proses pendidikan seksualitas..
https://youtu.be/jcmWfWfGaf0
Sekian presentasi dari kami. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan di sana-sini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kami bertiga dan semua yang menyimak dan membaca.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Ika-Marie-Leni.
Moderator:
MasyaAllah 😍😍😍😍😍😍👏👏👏👏👏👏👏
Sangat komplit dan detail sekaliiiii 😍😍😍😍
#fitrahseksuaitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11
#harike2











Komentar
Posting Komentar