Memasuki level#11 ini semakin menantang, kami masih bertanya- tanya bagaimana tantangan kali ini. Apakah dibuat per kelompok? Ataukah individu? Setelah diantar kamu bertanya akhirnya kami mendapatkan informasi bahwa kerja kelompok bertujuan saling mengenal diantara kami, saling belajar bersama, mencari refrensi, belajar serta menyampaikan hasil diskusi masing-masing kelompok di kelas bunda sayang. Untuk selanjutnya tantangan 10 hari, tetap dilaporkan secara individu.
Setelah grup dibagi pada diskusi perdana level#11, Selasa 2 januari 2018. Saya memulai menghubungi teman-teman grup saya yaitu mba wita dan mba iya. Mba wita sampai tadi siang tidka aktif rupanya wa error dan alhamdulillah sore ini sudah bisa bergabung dalam kelompok. Sedangkan mba iya langsung respon dan kami mulai diskusi. Diskusi terpotong- potong karena ade fatim demam. Tanggal 4 kami masih mengumpulkan bahan, dan malam harinya adalah presentasi kelompok 1, sehingga kami tidak melanjutkan diskusi akan tetapi kami menyimak diskusi kelompok 1. MasyaAllah pemaparan kelompok 1 keyen, ah sembari menyimak, sembari berfikir apa yang mau disampaikan di kelas BunSay plus tak konsentrasi karena si ade demam. inilah diskusi kelompok 1
Moderator: Mba Marie S
Pemateri: Mba Icah, Mba Lina. Mba Sonia
4 Januari 2018 Pukul 20.00-21.00
Moderator:
Assalaamualaikum wr wb bunda bunda soleha semua....❤❤
Apakah ada yg sudah hadir utk mengikuti presentasi materi dari kelompok 1 malam ini?
Cuaca di depok 2 hujan rintik2, sambil ngopi atau ngeteh enak juga...☕
Atau mie tektek rebus..nyam nyam..🍜 #lohkokmalahngomonginmakanan 😁😁
Alhamdulillah sudah banyak yang hadir yaaa...😍😍
Kelompok #1 mba Icha, mba Lina dan Mba Sonia apakah sudah hadir?
Bunda Ina dan teh Novi apakah sudah hadir?
Mba sonia:
bismillah, saya hadir mba..kita tunggu mba ica dan mba lina ya..
Bunda Ina:
Rundown sudah adakah? dg durasi..
Pembuka
Pengantar
Diskusi
Penutup
Moderator:
Selamat datang bunda2 semua pada presentasi kelompok 1 malam ini. Sebelum memulai diskusi malam ini, mari kita sama2 ucapkan "Bismillaahirrohmaanirrohiim.."
Untuk presentasi malam ini, rundown kira2 seperti berikut :
Pembuka (5 menit)
Pengantar (15 menit)
Diskusi (35 menit)
Penutup (5 menit)
Namun rundown tsb flexible mengikuti kondisi kelas...
Sebelum dimulai presentasi, bunda Ina dan teh Novi adakah yg ingin disampaikan?😊
Bunda Ina:
Semangat yaa sebagai pembuka group.
Mba Icha:
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Sudah boleh dimulaikah presentasi dr kelompok 1?
Baik terima kasih mba Marie, Bunda Ina dan Teh Novi
Assalamu'alaykum warahmatulloohi wabarokaatuh
Alhamdulillah pada malam ini kelompok kami mendapat kesempatan pertama kali untuk presentasi game level #11 yang makin menantang 😄
Tema game level #11 kali ini bertajuk Pentingkah membangkitkan Fitrah Seksual Anak
Sebelum kami mulai presentasi, saya perkenalkan anggota kelompok dulu ya
Ada Mba Lina Lathifa, Mba Sonia dan saya sendiri Icha
Tugas yang kami buat mengacu kepada alur yang sudah diberikan
Tugas ini dibuat dalam bentuk infografis serta pemaparannya
InsyaAllah mba Lina dan mba Sonia akan memulai penjelasan mengenai Fitrah Seksual ini
Silahkan mba Lina dan Sonia
Mba Lina:
1. Tantangan terkait Gender
4. Tarbiyah Jinsiyah
Mba Icha:
Untuk media edukasi, kami membuat printable yang bisa digunakan oleh Ayah Bunda di rumah dalam mendidik serta mengenalkan mengenai anggota tubuh yang tidak boleh terlihat dan disentuh oleh orang lain.
Silahkan mba Lina memberikan link yang dapat Bunda bunda unduh
Mba Lina:
https://drive.google.com/file/d/1ss8Uz8eSY1aSEkLVCC80uJrKeh2uKNXg/view?usp=drivesdk
Mba Icha:
Bunda bunda juga dapat mengajak ananda dirumah bernyanyi tentang anggota tubuh yang tidak boleh disentuh.
Silahkan mba Lina linknya
Mba Lina:
https://youtu.be/vT5iZaorzeo
https://youtu.be/xU5n57Vh8R0
Mba Icha:
Alhamdulillah telah dipaparkan penjelasan serta slide terkait tema kita malam ini
Selanjutnya kami kembalikan kepada Mba Marie 🙏😊
Untuk memulai diskusi
MasyaAllah, Alhamdulillah, terima kasih Bunda Bunda, ini hasil kerja barengan grabak grubuk 😂
Jadi bagaimanakah memulai diskusinya?
Kami kurang paham 🙏
Moderator:
Diskusi langsung saja disini teh Novi..🙏🏻
Kita punya waktu sekitar 30 menit..
Selain itu, mengacu pada konsep "semua murid, semua guru" mgk bisa saling menambahkan antara fasil, kelompok #1 dan peserta...cmiiw..🙏🏻
Sesi Tanya Jawab:
1. Mba Esther:
Saya masih terpesona dg pemaparannya yang komplit banget. Tapi masih penasaran dengan cara praktis dan baik mengenalkan anak ttg konsep persiapan baligh (mimpi basah dan haid)? Apakah benar yg laki2 dipersiapkan ayah dan perempuan dijelaskan ibu? Kalau sebaliknya?
🌻Mba Icha:
Untuk konsep persiapan aqil baligh, seperti yang sudah dipaparkan tentang tarbiyah jinsiyah, maka bertahap pula sesuai usia anak.
Biasanya konsep ini dimulai dengan cerita tentang darimana adek bayi berasal. Penjelasannyapun disesuaikan dengan pemahaman anak anak.
Untuk usia dibawah 10thn bisa digunakan kata kata "utusan ibu dan utusan ayah bertemu" (mengganti kata ovum dan sperma).
Jika anak kemudian sudah baligh, maka akan dengan mudah merecall kembali cerita dan diskusi ketika mereka prabaligh.
Afwan mungkin ada yg mau menambahkan
Mengenai apakah anak laki laki atau perempuan dekat dengan ayah atau ibu
Ada tahapannya
Usia 0-2 thn anak lelaki dan perempuan di dekatkan dengan ibunya
Usia 3-6 didekatkan dengan ibu
7-10thn anak lelaki didekatkan ke ayah, anak perempuan didekatkan ke ibunya
10-14thn anak lelaki didekatkan ke ibunya, anak perempuan di dekatkan ke ayahnya
Mba Sonia:
Saya tambahkan ya mba
Di usia 10-14 tahun kenapa anak lelaki dikekatkan ke ibu dan anak perempuan di dekatkan ke ayah adalah agar mereka punya sosok ayah/ibu sebagai sosok wanita atau laki laki ideal pertama bagi mereka sekaligus sebagai tempat curhat baginya sebelum mereka mengenal dan tertarik dengan lawan jenisnya.
Tapi untuk persiapan mimpi basah dan haid tentunya kalau dilihat dari segi kenyamanan pasti lebih nyaman bercerita ke yg sesama mengalaminya
Haid kepada ibu dan mimpi basah kepada ayah 😊
2. Mba Mimil:
Bagaimana cara kita sebagai orangtua melahap semua ilmu dalam tarbiyah jinsiyah? Waktu kita terbatas sedang kan ilmu itu harus disampaikan secara utuh
🌻Mba Icha:
Salah satu kunci keberhasilan dalam mendidik anak adalah tetap rileks dan optimis. Tag line Ustadz Harry Santosa #rileksdanoptimis dalam mendidik anak
Kita mungkin ingin mendidik secara menyeluruh dalam waktu terbatas, tapi menggegas anak juga kurang tepat.
Kembali lagi kepada ajarkan anak sesuai usia dan tahapan perkembangannya.
Begitu mungkin mba Mil yang bisa saya berikan jawabannya 🙏😁
Ada yg ingin mengkoreksi atau menambahkan
Mba Icha:
Sebelum ditutup diskusi malam ini, kami dari kelompok 1 ingin menutup presentasi kami dulu ya Mba Marie
Baik mba Icha silahkan...
Terima kasih banyak atas kesempatan yang telah diberikan pada malam ini. Semoga keluarga kita selalu dilindungi oleh Allah swt serta kita seua diberikan kekuatan untuk membersamai anak anak kita
Terimakasih semua.....kami undur diri dulu, mohon maaf atas segala kekurangan
Wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warramatullahi wabarakatuh 🙏🏼
Moderator:
Terima kasih banyak untuk kelompok #1 mba Icha, mba Lina dan mba Sonia, untuk presentasi yang luar biasa malam ini....kita berikan apresiasi untuk kelompok #1 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Mba Sonia:
Alhamdulillah..the power of kapepet mba..makasi semuanyaa..
Ternyata seru sekali belajar dengan sistem yg seperti ini 😍
Mba Icha:
MasyaAllah, Alhamdulillah akhirnya legaaa 😆😍
Sepakat...seru pake bangeet 😍😍😄😄
Moderator:
Presentasi kelompok #1 ini benar2 pencerah dari kebingungan2 kita kemarin atas model presentasi, materi atau pernak pernik yang harus disiapkan...🌟🌟
Bunda2, mengingat waktu diskusi kita sudah melewati waktu yang disepakati, maka dengan ini kami undur diri dahulu, dan marilah kita tutup diskusi kita dengan ucapan "Hamdallah"...🌸
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11
#Hari1
Setelah grup dibagi pada diskusi perdana level#11, Selasa 2 januari 2018. Saya memulai menghubungi teman-teman grup saya yaitu mba wita dan mba iya. Mba wita sampai tadi siang tidka aktif rupanya wa error dan alhamdulillah sore ini sudah bisa bergabung dalam kelompok. Sedangkan mba iya langsung respon dan kami mulai diskusi. Diskusi terpotong- potong karena ade fatim demam. Tanggal 4 kami masih mengumpulkan bahan, dan malam harinya adalah presentasi kelompok 1, sehingga kami tidak melanjutkan diskusi akan tetapi kami menyimak diskusi kelompok 1. MasyaAllah pemaparan kelompok 1 keyen, ah sembari menyimak, sembari berfikir apa yang mau disampaikan di kelas BunSay plus tak konsentrasi karena si ade demam. inilah diskusi kelompok 1
Moderator: Mba Marie S
Pemateri: Mba Icah, Mba Lina. Mba Sonia
4 Januari 2018 Pukul 20.00-21.00
Moderator:
Assalaamualaikum wr wb bunda bunda soleha semua....❤❤
Apakah ada yg sudah hadir utk mengikuti presentasi materi dari kelompok 1 malam ini?
Cuaca di depok 2 hujan rintik2, sambil ngopi atau ngeteh enak juga...☕
Atau mie tektek rebus..nyam nyam..🍜 #lohkokmalahngomonginmakanan 😁😁
Alhamdulillah sudah banyak yang hadir yaaa...😍😍
Kelompok #1 mba Icha, mba Lina dan Mba Sonia apakah sudah hadir?
Bunda Ina dan teh Novi apakah sudah hadir?
Mba sonia:
bismillah, saya hadir mba..kita tunggu mba ica dan mba lina ya..
Bunda Ina:
Rundown sudah adakah? dg durasi..
Pembuka
Pengantar
Diskusi
Penutup
Moderator:
Selamat datang bunda2 semua pada presentasi kelompok 1 malam ini. Sebelum memulai diskusi malam ini, mari kita sama2 ucapkan "Bismillaahirrohmaanirrohiim.."
Untuk presentasi malam ini, rundown kira2 seperti berikut :
Pembuka (5 menit)
Pengantar (15 menit)
Diskusi (35 menit)
Penutup (5 menit)
Namun rundown tsb flexible mengikuti kondisi kelas...
Sebelum dimulai presentasi, bunda Ina dan teh Novi adakah yg ingin disampaikan?😊
Bunda Ina:
Semangat yaa sebagai pembuka group.
Mba Icha:
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Sudah boleh dimulaikah presentasi dr kelompok 1?
Baik terima kasih mba Marie, Bunda Ina dan Teh Novi
Assalamu'alaykum warahmatulloohi wabarokaatuh
Alhamdulillah pada malam ini kelompok kami mendapat kesempatan pertama kali untuk presentasi game level #11 yang makin menantang 😄
Tema game level #11 kali ini bertajuk Pentingkah membangkitkan Fitrah Seksual Anak
Sebelum kami mulai presentasi, saya perkenalkan anggota kelompok dulu ya
Ada Mba Lina Lathifa, Mba Sonia dan saya sendiri Icha
Tugas yang kami buat mengacu kepada alur yang sudah diberikan
Tugas ini dibuat dalam bentuk infografis serta pemaparannya
InsyaAllah mba Lina dan mba Sonia akan memulai penjelasan mengenai Fitrah Seksual ini
Silahkan mba Lina dan Sonia
Mba Lina:
1. Tantangan terkait Gender
Silahkan pemaparannya mba Sonia
Mba Sonia:
Baik, terimakasih mba lina dan mba ica😊
bunda, kita sebagai orangtua, makin berat saja tantangan dalam mendidik dan mengasuh anak. Ditambah lagi dengan kejahatan seksual yang marak serta perilaku menyimpang yang sangat giat mengkampanyekan eksistensinya di masyarakat luas, yaitu LGBT.
Sejatinya orangtua sangatlah ingin menjadikan anak anaknya penyejuk mata dan hati. Seperti doa yang tercantum dalam Al Quran
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“…Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” [Al-Furqaan : 74]
Slide berikutnya..
Mba Lina:
2. Memahami Fitrah Seksualitas
Mba Sonia:
mungkin sebagian diantara kita masih merasa tabu dan malu ketika berbicara tengtang seks kepada anak, padahal pengetahuan seks ini sangat dibutuhkan anak, lambat laun, mereka akan dan ingin tahu, jika kita sebagai orang tua sudah memberikan pendidikan seks dengan benar, maka insyaallah mereka tidak akan menyimpang dari fitrahnya, namun, jika orangtua lalai atau abai dengan pendidikan seks ini, maka anak akan kehilangan figure dan akan mencari sumber jawaban dari luar. Sedihnya, kini dunia luar sudah begitu mengerikan dengan banyaknya kasus kejahatan dan penyimpangan seksual.
Nah, menurut Ayah Edi, jika orangtua ingin membahas tentang seks, arahkan pendekatannya ke sains biologi. Karena antara sains dan seks itu berdekatan, jadi berpikirnya menggunakan otak kiri bukan dengan otak kanan yang tertuju pada hal-hal erotis, jadi bicara seks dengan biasa dan netral, anak-anak juga perlu tahu dengan kondisi luar yang negative, agar mereka bisa membentengi diri.
Fitrah seksualitas ini adalah salah satu fitrah dasar yang dimiliki manusia, dalam buku Fitrah Based Education karya Ust. Harry Sentosa, arti dari fitrah seksualitas adalah bagaimana seorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki laki sejati atau sebagai perempuan sejati. Perihal fitrah seksualitas ini anak-anak akan mengalami fase yang berbeda, sesuai dengan tahapan usianya, seperti 0-2 tahun, nikmat saat menghisap putting susu ibu, 2-4 tahun, merasa nikmat saat mengeluarkan feses dari anus, 4-7 tahun, anak mulai pegang alat kelamin, 8-12 tahun mulai tertarik pada lawan jenis.
Berdasarkan fase tersebut, maka pendidikan seks dilakukan secara bertahap, mulai dari dikenalkannya anggota tubuh secara detail, lalu ketika sudah bisa bertanya, berikan jawaban secara benar, tahapan berikutnya kenalkan tentang haid, mimpi basah, dan perubahan fisik.
Pendidikan seks ini tentu menjadi bagian penting juga dalam islam, Kecenderungan seksual diciptakan Allah Ta'ala pada diri manusia agar menjadi media kelangsungan dan reproduksi bagi seluruh mahluk, termasuk diantaranya manusia. Agar kecenderungan seksual dalam diri anak mengalir dengan tenang tanpa ganguan eksternal yang dapat menyebabkannya melenceng dari perilaku yang lurus, Islam menjaga anak anak dengan memberinya perintah dan larangan.
Tarbiyah Jinsiyah menurut Islam adalah bagian dari pendidikan akhlak, didasari dengan keimanan. Hanya keimanan & akhlak yang mampu mendidik syahwat/nafsu. Dimulai dari keluarga sebelum diserahkan pada pendidik umum.
Maka sudah jelas yang menjadi pondasi untuk memberikan pendidikan seks adalah orangtua dan keluarga terdekat, agar anak kita terjaga dari berbagai pelaku penyimpangan dan kejahatan seksual.
silahkan dilanjutkan ke slide berikutnya mba lina 😊
Mba Lina:
3. Solusi
Mba Sonia:
Solusi untuk menghadapi tantangan atau persoalan gender adalah dengan memberikan pengetahuan yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak, kedekatan (bonding) keluarga harus ditingkatkan, karena rata2 orang yang ketika sudah dewasa melakukan penyimpangan seksual adalah mereka yang tercederai ketika masa kecilnya, mungkin karena perceraian, trauma terhadap sikap kasar ibu atau ayah, depresi, dan lain sebagainya.4. Tarbiyah Jinsiyah
Mba Sonia:
Kami mengutip dari buku Propethic Parenting yang tulis oleh DR.Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid serta materi kajian Ustadzah Herlini Amran.
berikut adalah cara-cara yang bisa kita lakukan:
1. Memperkenalkan konsep aurat sejak lahir - ajarkan rasa malu
- saat mengganti popok di ruang privat
- kenalkan perbedaan laki-laki dan perempuan
- adik kakak mandi terpisah
2. Memisahkan tempat tidur dan menjelaskan adab kesopanan di rimah dan di luar rumah (maksimal 10 tahun).
- kalau hanya ada 1 kamar: kamar untuk ibu dan anak perempuan, ayah & anak laki-laki di luar
3. Mendidik adab-adab isti'zan dalam rumah tangga (QS An Nur): sesudah subuh, sesudah dhuhur, sesudah isya, karena waktu tsb adalah waktu-waktu istirahat, saat biasanya aurat terbuka. Jaga aurat juga walau sesama mahrom.
4. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak-anak laki-laki dan feminisme pada anak perempuan. Rosulullah sangat membenci laki-laki yang berpakaian perempuan atau sebaliknya. Ketika melihat laki-laki berpakaian perempuan, jangan dijadikan lelucon, tapi jelaskan hal tsb salah (nahi munkar).
5. Memperkenalkan konsep mahrom sekaligus adab pergaulan di antara mahrom dan non mahrom. Bagian tubuh tidak boleh dilihat dan disentuh sembarangan orang: mulut, dada, kemaluan, bagian di bawah dan sekitar paha, pantat.
6. Mendidik agar selalu menjaga pandangan mata (goddul bashar): An Nur 30 (untuk laki-laki), dan 31 (untuk perempuan): jangan sampai mata melihat mata. Mata ada 2 kejahatan: kejahatan syahwat dan kejahatan mistis (korban hipnotis dll)
7. Mengenalkan sanksi-sanksi perzinahan dalam Islam.
8. Mendidik agar tidak melakukan ikhtilath
9. Mendidik agar tidak melakukan khalwat
10. Mendidik etika berhias sehingga kaum muslimah tidak bertabarruj.
11. Mendidik konsep Thoharoh seperti menjaga kebersihan mulut, alat kelamin, cara wudhu, mandi dll.
12. Menjelaskan makna khitan, ihtilam (mimpi) dan haid secara bijaksana. Khitan: hikmah jika ketika bayi (misal usia 35 hari) mengajarkan rasa malu, kemaluan anak sudah tidak terlihat orang lain sejak kecil.
13. Menjelaskan ayat-ayat Al Quran dan hadist Nabi yang berhubungan dengan proses kejadian manusia, mulai dari nuthfah, alaqah, mudhghah (morulla, blastrulla, gastrulla. Lihat QS Al Hajj 5 dll dengan maksud mendekatkan diri pada Allah.
14. Mengajarkan puasa sunnah, dengan puasa sunnah akan mempersempit jalannya syaitan, dan lebih bisa dalam menahan gejolak nafsu syahwat
15. Etika kehidupan bersuami istri secara Islam baru boleh diajarkan kepada yang akan menikah
alhamdulillah, selanjutnya saya kembalikan ke mba ica ya..
5. Media Edukasi & Referensi
Untuk media edukasi, kami membuat printable yang bisa digunakan oleh Ayah Bunda di rumah dalam mendidik serta mengenalkan mengenai anggota tubuh yang tidak boleh terlihat dan disentuh oleh orang lain.
Silahkan mba Lina memberikan link yang dapat Bunda bunda unduh
Mba Lina:
https://drive.google.com/file/d/1ss8Uz8eSY1aSEkLVCC80uJrKeh2uKNXg/view?usp=drivesdk
Mba Icha:
Bunda bunda juga dapat mengajak ananda dirumah bernyanyi tentang anggota tubuh yang tidak boleh disentuh.
Silahkan mba Lina linknya
Mba Lina:
https://youtu.be/vT5iZaorzeo
https://youtu.be/xU5n57Vh8R0
Mba Icha:
Alhamdulillah telah dipaparkan penjelasan serta slide terkait tema kita malam ini
Selanjutnya kami kembalikan kepada Mba Marie 🙏😊
Untuk memulai diskusi
MasyaAllah, Alhamdulillah, terima kasih Bunda Bunda, ini hasil kerja barengan grabak grubuk 😂
Jadi bagaimanakah memulai diskusinya?
Kami kurang paham 🙏
Moderator:
Diskusi langsung saja disini teh Novi..🙏🏻
Kita punya waktu sekitar 30 menit..
Selain itu, mengacu pada konsep "semua murid, semua guru" mgk bisa saling menambahkan antara fasil, kelompok #1 dan peserta...cmiiw..🙏🏻
Sesi Tanya Jawab:
1. Mba Esther:
Saya masih terpesona dg pemaparannya yang komplit banget. Tapi masih penasaran dengan cara praktis dan baik mengenalkan anak ttg konsep persiapan baligh (mimpi basah dan haid)? Apakah benar yg laki2 dipersiapkan ayah dan perempuan dijelaskan ibu? Kalau sebaliknya?
🌻Mba Icha:
Untuk konsep persiapan aqil baligh, seperti yang sudah dipaparkan tentang tarbiyah jinsiyah, maka bertahap pula sesuai usia anak.
Biasanya konsep ini dimulai dengan cerita tentang darimana adek bayi berasal. Penjelasannyapun disesuaikan dengan pemahaman anak anak.
Untuk usia dibawah 10thn bisa digunakan kata kata "utusan ibu dan utusan ayah bertemu" (mengganti kata ovum dan sperma).
Jika anak kemudian sudah baligh, maka akan dengan mudah merecall kembali cerita dan diskusi ketika mereka prabaligh.
Afwan mungkin ada yg mau menambahkan
Mengenai apakah anak laki laki atau perempuan dekat dengan ayah atau ibu
Ada tahapannya
Usia 0-2 thn anak lelaki dan perempuan di dekatkan dengan ibunya
Usia 3-6 didekatkan dengan ibu
7-10thn anak lelaki didekatkan ke ayah, anak perempuan didekatkan ke ibunya
10-14thn anak lelaki didekatkan ke ibunya, anak perempuan di dekatkan ke ayahnya
Mba Sonia:
Saya tambahkan ya mba
Di usia 10-14 tahun kenapa anak lelaki dikekatkan ke ibu dan anak perempuan di dekatkan ke ayah adalah agar mereka punya sosok ayah/ibu sebagai sosok wanita atau laki laki ideal pertama bagi mereka sekaligus sebagai tempat curhat baginya sebelum mereka mengenal dan tertarik dengan lawan jenisnya.
Tapi untuk persiapan mimpi basah dan haid tentunya kalau dilihat dari segi kenyamanan pasti lebih nyaman bercerita ke yg sesama mengalaminya
Haid kepada ibu dan mimpi basah kepada ayah 😊
2. Mba Mimil:
Bagaimana cara kita sebagai orangtua melahap semua ilmu dalam tarbiyah jinsiyah? Waktu kita terbatas sedang kan ilmu itu harus disampaikan secara utuh
🌻Mba Icha:
Salah satu kunci keberhasilan dalam mendidik anak adalah tetap rileks dan optimis. Tag line Ustadz Harry Santosa #rileksdanoptimis dalam mendidik anak
Kita mungkin ingin mendidik secara menyeluruh dalam waktu terbatas, tapi menggegas anak juga kurang tepat.
Kembali lagi kepada ajarkan anak sesuai usia dan tahapan perkembangannya.
Begitu mungkin mba Mil yang bisa saya berikan jawabannya 🙏😁
Ada yg ingin mengkoreksi atau menambahkan
Mba Icha:
Sebelum ditutup diskusi malam ini, kami dari kelompok 1 ingin menutup presentasi kami dulu ya Mba Marie
Baik mba Icha silahkan...
Terima kasih banyak atas kesempatan yang telah diberikan pada malam ini. Semoga keluarga kita selalu dilindungi oleh Allah swt serta kita seua diberikan kekuatan untuk membersamai anak anak kita
Wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warramatullahi wabarakatuh 🙏🏼
Moderator:
Terima kasih banyak untuk kelompok #1 mba Icha, mba Lina dan mba Sonia, untuk presentasi yang luar biasa malam ini....kita berikan apresiasi untuk kelompok #1 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Mba Sonia:
Alhamdulillah..the power of kapepet mba..makasi semuanyaa..
Ternyata seru sekali belajar dengan sistem yg seperti ini 😍
Mba Icha:
MasyaAllah, Alhamdulillah akhirnya legaaa 😆😍
Sepakat...seru pake bangeet 😍😍😄😄
Moderator:
Presentasi kelompok #1 ini benar2 pencerah dari kebingungan2 kita kemarin atas model presentasi, materi atau pernak pernik yang harus disiapkan...🌟🌟
Bunda2, mengingat waktu diskusi kita sudah melewati waktu yang disepakati, maka dengan ini kami undur diri dahulu, dan marilah kita tutup diskusi kita dengan ucapan "Hamdallah"...🌸
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching
#bundasayangsesi11
#Hari1






Komentar
Posting Komentar