Senin, 28 Agustus 2017
Energizer: Mariani Satyanagari
TITIPAN YANG DIAMBIL KEMBALI OLEH PEMILIKNYA
Suatu ketika ada orang tua yg memiliki empat orang anak yg katanya selalu saja membuat masalah....,
katanya yang pertama anaknya cerewetnya bukan main, suka berkelit, dan memaksakan kehendaknya,
tapi yg kedua pendiamnya bukan main sampai2 ia merasa sulit mengajaknya bicara,
lain lagi dengan yg ke tiga, kerasnya alang kepalang hingga hampir setiap hari pasti bertengkar dengan orang tuanya,
lantas... saya bertanya pada orang tua ini... bagaimana dengan yg terakhir..?
Wah kalo yang ini luar biasa cuek...males... kerjanya hanya main dan main lagi dengan teman-temannya...
Sy bicara panjang lebar....tentang anaknya yg sesungguhnya tidak ada masalah melainkan hanya memiliki sifat yg berbeda2 dan membutuhkan pendekatan yg berbeda pula dan bukan kekurangan yg setiap saat harus di keluhkan.
Saya mengajak orang tua ini untuk lebih melihat sisi posistif dari anak2nya dan berfokus serta bersyukur atas adanya perbedaan sifat2 tersebut, yg sepertinya saling melengkapi satu sama lain.
Namun... sayang sekali orang tua ini tidak bisa menerima penjelasan saya dan terus saja mengeluh...
Sampai suatu ketika dalam sebuah perjalanan wisata bersama, keluarga ini mengalami kecelakaan yg sangat fatal yg telah merenggut jiwa ke 4 orang anaknya.
Jadilah orang tua ini meraung menangis sejadi-jadinya meratapi kematian anaknya. Namun apa hendak dikata.....
rupanya Yang Menitipkan telah memutuskan untuk mengambil kembali titipanNya karena mungkin kecewa telah di perlakukan tidak sesuai harapanNya.
Sahabatku....
Terkadang kita orang tua lupa untuk mensyukuri betapa luar biasanya ciptaan Tuhan yang dititipkan pada kita yg kita sebut sebagai anak2 kita....
namun sayangnya kita sering kali buta dan tuli untuk bisa melihat dan mendengar pesan-pesan Tuhan melalui setiap prilaku anak kita.
Sehingga pada akhirnya Tuhan perlu menjatuhkan batu di atas kepala kita agar kita para orang tua mau menengadahkan wajah untuk bersukur dan mau memahami pesan-pesan Tuhan melalui titipanNya, bukannya terus-menerus mengeluh dan mencari kekurangannya.
Syukurilah sekecil apapun nikmat yg kita terima, agar nikmat itu terus bertambah-tambah setiap waktu.
Sekarang juga, marilah kita menengadahkan wajah untuk bersyukur... ataukah kita ingin menunggu hingga Tuhan mengambil kembali apa yg telah di anugrahkanNya pada kita??
Sahabatku......
Alam Semesta itu bekerja dengan logika dasar seperti seorang anak, yakni membaca reaksi kita terhadap apa yg diterimanya dalam kehidupan.
Apabila reaksi kita setiap hari adalah bersyukur akan apa yg kita terima atau di anugrahkan alam, maka alam semesta akan membacanya bahwa apa yg di berikannya itu cocok dan tepat maka alam semestapun akan terus memberikannya bahkan jumlahnyapun akan terus ditambah.
Apabila reaksi kita setiap hari adalah kecewa, menyesali dan mengeluhkannya apa yg kita dapatkan dari alam maka alam semestapun akan membaca bahwa apa yg diberikannya kepada orang tersebut tidak cocok tidak tepat dan alam semesta akan menghentikannya atau bahkan mengambilnya kembali.
Anda percaya atau tidak itu terserah pada anda, tapi itulah cara bekerja Alam Semesta bagi kehidupan kita.
- Joe Vitale -
Quantum Physic Practitioner
By Ayah Edy
🍃
🍂
🍃
🍂
🍃
🍂
🍃
🍂
🥀
Cerita di atas bisa mengingatkan kita bahwa anak-anak adalah ANUGERAH dari Allah SWT yang diamanahkan kepada kita sebagai Orang Tua TERPILIH.
Kadang kita membanding-bandingkan anak-anak kita dengan orang lain atau dengan anak-anak selebritis yang santer banget update di Instagram, padahal Allah sudah menitipkan "Bintang-Bintang" ini di hadapan kita..
:)
Seperti ibu Septi sering katakan, jangan bandingkan dengan orang lain,
tapi bandingkan dengan diri kita, keluarga kita, 3 bulan yang lalu, atau
setahun lalu...(selfnote)
So, yuk, kita peluk lagi Bintang-bintang kita, mereka semua hanya menunggu waktu untuk melesat tinggi dan membuat kita terpana..
💐
💐
Energizer: Mariani Satyanagari
TITIPAN YANG DIAMBIL KEMBALI OLEH PEMILIKNYA
Suatu ketika ada orang tua yg memiliki empat orang anak yg katanya selalu saja membuat masalah....,
katanya yang pertama anaknya cerewetnya bukan main, suka berkelit, dan memaksakan kehendaknya,
tapi yg kedua pendiamnya bukan main sampai2 ia merasa sulit mengajaknya bicara,
lain lagi dengan yg ke tiga, kerasnya alang kepalang hingga hampir setiap hari pasti bertengkar dengan orang tuanya,
lantas... saya bertanya pada orang tua ini... bagaimana dengan yg terakhir..?
Wah kalo yang ini luar biasa cuek...males... kerjanya hanya main dan main lagi dengan teman-temannya...
Sy bicara panjang lebar....tentang anaknya yg sesungguhnya tidak ada masalah melainkan hanya memiliki sifat yg berbeda2 dan membutuhkan pendekatan yg berbeda pula dan bukan kekurangan yg setiap saat harus di keluhkan.
Saya mengajak orang tua ini untuk lebih melihat sisi posistif dari anak2nya dan berfokus serta bersyukur atas adanya perbedaan sifat2 tersebut, yg sepertinya saling melengkapi satu sama lain.
Namun... sayang sekali orang tua ini tidak bisa menerima penjelasan saya dan terus saja mengeluh...
Sampai suatu ketika dalam sebuah perjalanan wisata bersama, keluarga ini mengalami kecelakaan yg sangat fatal yg telah merenggut jiwa ke 4 orang anaknya.
Jadilah orang tua ini meraung menangis sejadi-jadinya meratapi kematian anaknya. Namun apa hendak dikata.....
rupanya Yang Menitipkan telah memutuskan untuk mengambil kembali titipanNya karena mungkin kecewa telah di perlakukan tidak sesuai harapanNya.
Sahabatku....
Terkadang kita orang tua lupa untuk mensyukuri betapa luar biasanya ciptaan Tuhan yang dititipkan pada kita yg kita sebut sebagai anak2 kita....
namun sayangnya kita sering kali buta dan tuli untuk bisa melihat dan mendengar pesan-pesan Tuhan melalui setiap prilaku anak kita.
Sehingga pada akhirnya Tuhan perlu menjatuhkan batu di atas kepala kita agar kita para orang tua mau menengadahkan wajah untuk bersukur dan mau memahami pesan-pesan Tuhan melalui titipanNya, bukannya terus-menerus mengeluh dan mencari kekurangannya.
Syukurilah sekecil apapun nikmat yg kita terima, agar nikmat itu terus bertambah-tambah setiap waktu.
Sekarang juga, marilah kita menengadahkan wajah untuk bersyukur... ataukah kita ingin menunggu hingga Tuhan mengambil kembali apa yg telah di anugrahkanNya pada kita??
Sahabatku......
Alam Semesta itu bekerja dengan logika dasar seperti seorang anak, yakni membaca reaksi kita terhadap apa yg diterimanya dalam kehidupan.
Apabila reaksi kita setiap hari adalah bersyukur akan apa yg kita terima atau di anugrahkan alam, maka alam semesta akan membacanya bahwa apa yg di berikannya itu cocok dan tepat maka alam semestapun akan terus memberikannya bahkan jumlahnyapun akan terus ditambah.
Apabila reaksi kita setiap hari adalah kecewa, menyesali dan mengeluhkannya apa yg kita dapatkan dari alam maka alam semestapun akan membaca bahwa apa yg diberikannya kepada orang tersebut tidak cocok tidak tepat dan alam semesta akan menghentikannya atau bahkan mengambilnya kembali.
Anda percaya atau tidak itu terserah pada anda, tapi itulah cara bekerja Alam Semesta bagi kehidupan kita.
- Joe Vitale -
Quantum Physic Practitioner
By Ayah Edy
Cerita di atas bisa mengingatkan kita bahwa anak-anak adalah ANUGERAH dari Allah SWT yang diamanahkan kepada kita sebagai Orang Tua TERPILIH.
Kadang kita membanding-bandingkan anak-anak kita dengan orang lain atau dengan anak-anak selebritis yang santer banget update di Instagram, padahal Allah sudah menitipkan "Bintang-Bintang" ini di hadapan kita..
So, yuk, kita peluk lagi Bintang-bintang kita, mereka semua hanya menunggu waktu untuk melesat tinggi dan membuat kita terpana..
Komentar
Posting Komentar