Langsung ke konten utama

🏵Semangat Senin🏵

Senin, 28 Agustus 2017
Energizer: Mariani Satyanagari


TITIPAN YANG DIAMBIL KEMBALI OLEH PEMILIKNYA

Suatu ketika ada orang tua yg memiliki empat orang anak yg katanya selalu saja membuat masalah....,
katanya yang pertama anaknya cerewetnya bukan main, suka berkelit, dan memaksakan kehendaknya,
tapi yg kedua pendiamnya bukan main sampai2 ia merasa sulit mengajaknya bicara,
lain lagi dengan yg ke tiga, kerasnya alang kepalang hingga hampir setiap hari pasti bertengkar dengan orang tuanya,
lantas... saya bertanya pada orang tua ini... bagaimana dengan yg terakhir..?
Wah kalo yang ini luar biasa cuek...males... kerjanya hanya main dan main lagi dengan teman-temannya...
Sy bicara panjang lebar....tentang anaknya yg sesungguhnya tidak ada masalah melainkan hanya memiliki sifat yg berbeda2 dan membutuhkan pendekatan yg berbeda pula dan bukan kekurangan yg setiap saat harus di keluhkan.
Saya mengajak orang tua ini untuk lebih melihat sisi posistif dari anak2nya dan berfokus serta bersyukur atas adanya perbedaan sifat2 tersebut, yg sepertinya saling melengkapi satu sama lain.
Namun... sayang sekali orang tua ini tidak bisa menerima penjelasan saya dan terus saja mengeluh...
Sampai suatu ketika dalam sebuah perjalanan wisata bersama, keluarga ini mengalami kecelakaan yg sangat fatal yg telah merenggut jiwa ke 4 orang anaknya.
Jadilah orang tua ini meraung menangis sejadi-jadinya meratapi kematian anaknya. Namun apa hendak dikata.....
rupanya Yang Menitipkan telah memutuskan untuk mengambil kembali titipanNya karena mungkin kecewa telah di perlakukan tidak sesuai harapanNya.
Sahabatku....
Terkadang kita orang tua lupa untuk mensyukuri betapa luar biasanya ciptaan Tuhan yang dititipkan pada kita yg kita sebut sebagai anak2 kita....
namun sayangnya kita sering kali buta dan tuli untuk bisa melihat dan mendengar pesan-pesan Tuhan melalui setiap prilaku anak kita.
Sehingga pada akhirnya Tuhan perlu menjatuhkan batu di atas kepala kita agar kita para orang tua mau menengadahkan wajah untuk bersukur dan mau memahami pesan-pesan Tuhan melalui titipanNya, bukannya terus-menerus mengeluh dan mencari kekurangannya.
Syukurilah sekecil apapun nikmat yg kita terima, agar nikmat itu terus bertambah-tambah setiap waktu.
Sekarang juga, marilah kita menengadahkan wajah untuk bersyukur... ataukah kita ingin menunggu hingga Tuhan mengambil kembali apa yg telah di anugrahkanNya pada kita??
Sahabatku......
Alam Semesta itu bekerja dengan logika dasar seperti seorang anak, yakni membaca reaksi kita terhadap apa yg diterimanya dalam kehidupan.
Apabila reaksi kita setiap hari adalah bersyukur akan apa yg kita terima atau di anugrahkan alam, maka alam semesta akan membacanya bahwa apa yg di berikannya itu cocok dan tepat maka alam semestapun akan terus memberikannya bahkan jumlahnyapun akan terus ditambah.
Apabila reaksi kita setiap hari adalah kecewa, menyesali dan mengeluhkannya apa yg kita dapatkan dari alam maka alam semestapun akan membaca bahwa apa yg diberikannya kepada orang tersebut tidak cocok tidak tepat dan alam semesta akan menghentikannya atau bahkan mengambilnya kembali.
Anda percaya atau tidak itu terserah pada anda, tapi itulah cara bekerja Alam Semesta bagi kehidupan kita.
- Joe Vitale -
Quantum Physic Practitioner
By Ayah Edy

🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🥀
Cerita di atas bisa mengingatkan kita bahwa anak-anak adalah ANUGERAH dari Allah SWT yang diamanahkan kepada kita sebagai Orang Tua TERPILIH.
Kadang kita membanding-bandingkan anak-anak kita dengan orang lain atau dengan anak-anak selebritis yang santer banget update di Instagram, padahal Allah sudah menitipkan "Bintang-Bintang" ini di hadapan kita..:) Seperti ibu Septi sering katakan, jangan bandingkan dengan orang lain, tapi bandingkan dengan diri kita, keluarga kita, 3 bulan yang lalu, atau setahun lalu...(selfnote)
So, yuk, kita peluk lagi Bintang-bintang kita, mereka semua hanya menunggu waktu untuk melesat tinggi dan membuat kita terpana..💐💐

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...