Langsung ke konten utama

⭐Resume dan Diskusi Review Tantangan 10 hari Sesi #7⭐

Senin, 4 September 2017
pukul 20.00-21.00

DISCOVERING ABILITY
Tantangan 10 hari yang sudah bunda lakukan di game level #7, kali ini berjaitan dengan "Discovering Ability".

Dua kata dalam bahasa inggris di atas, apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi panjang yaitu, kemampuan daya jelajah para orangtua dan guru selaku pendidik anak-anak untuk menemukan harta karun potensi-potensi yang ada dalam diri anak-anak.

Ada empat ranah yang sudah dilakukan oleh para Ibu Profesional di kelas bunda sayang ini  untuk melakukan proses pencarian potensi kecerdasan anak yaitu :

a. Ranah intrapersonal (Konsep Diri)

b. Ranah Interpersonal (Hubungan dengan sesama)

c. Ranah Change Factor (Hubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan perubahan)

d. Ranah spiritual : (Hubungan dengan Sang PenciptaNya)

Mari kita bahas satu persatu

1⃣ Ranah Intrapersonal : KONSEP DIRI ANAK
Konsep diri pada anak adalah suatu persepsi tentang diri dan kemampuan anak yang merupakan suatu kenyataan bagaimana mereka memandang dan menilai diri mereka sendiri .

Hal ini  berpengaruh pada sikap yang mereka tampilkan.

Konsep diri anak terbentuk melalui perasaan anak tentang dirinya sendiri sebagai hasil dari :

a.Interaksi dan pengalaman dengan lingkungan terdekat

b.Kualitas hubungan yang signifikan dengan orangtua dan keluarga terdekat

c.Atribut yang diberikan lingkungan terhadap dirinya.

Langkah-langlah yang wajib dikenalkan oleh orangtua dalam rangka proses mengenal konsep diri anak adalah sbb:

a. Mengenal Allah dan ciptaanNya

Anak yang makin mengenal dirinya pasti akan makin mengenal siapa penciptaNya

b. Dilatih untuk membaca diri

Dua fase penting dalam hidup  anak kita adalah ketika mereka  dilahirkan dan ketika mereka  menemukan jawaban mengapa mereka dilahirkan. Maka bantu anak-anak untuk meyakinkan dirinya sebagai ciptaan Allah yang terindah dan khalifah di muka bumi ini.

c. Dilatih untuk membaca alam

Anak-anak dilatih untuk memahami mengapa mereka ditempatkan Allah di alam dimana mereka tinggal saat ini. Memahami kearifan lokal dimana mereka dibesarkan.

d. Dilatih membaca jaman

Anak-anak bukanlah milik kita, mereka adalah milik jamannya. maka didiklah anak-anak kita sesuai jamannya. Mereka akan belajar mengapa mereka dilahirkan di jaman seperti ini dan tantangan jaman apa saja yang harus mereka hadapi.

 Bantu anak-anak untuk mempersiapkan dirinya sehingga percaya diri menghadapi jamannya.

e. Membaca Kehendak Allah


Anak-anak yang sudah diilatihkan segala macam konsep diri dengan metode Iqra' seperti yang sudah dijelaskan di atas (membaca diri, membaca alam, membaca jaman) maka akan menjadi orang yang ikhlas dengan segala kehendak Allah padanya.

Cara memahami konsep diri di atas akan menguatkan anak di ranah

 IMAN Dan AKHLAK

Dua hal inilah yang perlu dikuatkan ke anak-anak di ranah konsep diri.

2⃣  Ranah Interpersonal: HUBUNGAN DENGAN SESAMA

Setelah anak memahami konsep dirinya dengan baik, saatnya mereka kita latih untuk menguatkan kecerdasan interpersonalnya (hubungan dengan sesama) lewat konsep diri yang sudah didapatkannya dengan menguatkan IMAN dan AKHLAK.

Dengan demikian diharapkan ketika berinteraksi dengan orang lain anak tetap kuat imannya, makin baik akhlaknya, makin mengenal jati dirinya dan tidak mudah terpengaruh.

Dua fase penting dalam hidup seseorang adalah ketika bertemu dengan jodohnya ( jodoh ini bisa pasangan hidup, bisa partner kerja, bisa tetangga, bisa pekerjaan, bisa komunitas dll) dan fase di saat kita menemukan jawaban mengapa kita dipertemukan.

Kecerdasan hubungan dengan sesama ini menjadi hal yang sangat penting bagi anak, karena akan menguatkan peran hidupnya dalam menjaga amanah berikutnya, yaitu amanahnya sebagai khalifah di muka bumi ini.

Ketika sudah masuk usia aqil baligh mau tidak mau anak  harus berhubungan dengan orang lain, minimal jodoh hidupnya dan keluarganya.

Dua senjata utama yang perlu dilatihkan ke anak-anak untuk meningkatkan kecerdasan hubungan dengan sesama adalah

ADAB dan BICARA


ADAB  akan membuka tabir ilmu yang tertutup, BICARA akan memudahkan seseorang untuk menyampaikan ilmu yang dimilikinya.

 Untuk itu anak-anak perlu :

a. Belajar berbagai ADAB dalam hidup ini, agar bisa diterima  oleh lingkungan dimana mereka akan ditempatkan.


b Belajar mengkomunikasikan semua gagasan dan ilmunya dalam berbagai cara.



3⃣  Ranah Perubahan: FAKTOR PERUBAHAN


Sebagai Khalifah di muka bumi ini, salah satu tugas anak-anak ketika aqil baligh nanti adalah membawa perubahan ke arah yang lebih baik terhadap apa yang dipimpinnya. Perubahan itu minimal adalah perubahan pada dirinya sendiri, karena sejatinya semua orang adalah pemimpin untuk dirinya sendiri.


Anak yang sudah paham konsep diri, memiliki kecerdasan berhubungan dengan sesama, akan selalu membandingkan dirinya hari ini dengan dirinya kemarin. Hal ini memicu perubahan pada dirinya sebelum melakukan perubahan pada orang lain.

Seseorang yang sudah bisa memimpin dirinya, membawa perubahan untuk dirinya akan bisa membawa perubahan untuk keluarganya.

Seseorang yang bisa memimpin dirinya dan keluarganya, akan dengan mudah membawa perubahan untuk masyarakat/komunitas sekitarnya.

Dengan pola ini insya Allah kita bisa mengantarkan anak-anak menuju peran peradabannya, mampu memikul kewajiban baik secara individu maupun secara sosial.


4⃣  Ranah Spiritual : HUBUNGAN dengan PENCIPTANYA

Ketika anak-anak memahami peran peradabannya di muka bumi ini, maka mereka akan tumbuh menjadi individu yang meletakkan ranah spiritual sebagai yang utama dan pertama dalam kehidupannya. Mereka akan kembali ke fitrah sebagai makhluk spiritual, yaitu makhluk yang   pada dasarnya menerima siapa dirinya, mampu menjadi diri sendiri sesuai dengan peran hidup dari penciptaNya, dan mampu menyelaraskan dengan kebenaran yang hakiki.

Spiritualitas yang sesungguhnya adalah kemampuan setiap jiwa untuk hidup selaras dengan Sang Pencipta, hidup sesuai dengan kehendakNya.


Dari penjelasan di atas, Semakin yakin kita bahwa "discovering ability" yang dilakukan orangtua pada anak menjadi hal penting yang harus kita lakukan dalam membersamai anak-anak. Karena hal tersebut tidak hanya berpengaruh dalam peran hidup anak secara individu saja, melainkan sangat berpengaruh terhadap perubahan peradaban umat manusia di saat anak-anak kita aqil baligh dan menjalankan peran kekhalifahannya  di muka bumi ini.


Salam Ibu Profesional


/Tim Fasilitator Bunda Sayang/


📚 Sumber Bacaan :


Howard Gardner, Multiple Intellegences, ISBN : 9789791208642, 2006

Septi Peni Wulandani,  Pola Pendidikan di Padepokan Margosari, makalah ilmiah, 2017     
                  
[08:01, 9/4/2017] +62 813-6003-1231: sila disimak pelan2 ya....                       
[08:25, 9/4/2017] +64 22 421 1561: Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Masyaa Allah Review nya padat porsinya..
Saya kunyah pelan2 dulu ya Mba Laila 😄

Jazakillah khair                       
[08:28, 9/4/2017] +62 878-3837-1106: Wa alaikumsalam Mba Laila... Tidak bisa disambi membacanya karena padat berisi.
Insyaa Allah dibaca lebih seksama.                                        
[09:28, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Review kali ini spesial ditulis oleh bu Septi dengan sepenuh rasa, menurut pengakuan beliau: "sambil bergetar dan berdegup hati", mengingat beratnya perjalanan jika dikerjakan sendirian                       

Selamat beraktifitas
Sampai jumpa nanti malam 🙋🏻                       
[09:44, 9/4/2017] +62 813-1576-7757: Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh
Masyaa Allah Reviewnya
Jazakillah khair 😘😍                       
[09:45, 9/4/2017] +62 878-3837-1106: Siap                       
[11:02, 9/4/2017] +62 812-1349-3830: Waalaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh.
Kunyah2 pelan2. Ulang.
Jazakillah khoir mba laila                       
[14:09, 9/4/2017] +64 22 421 1561: Assalamu'alaikum Mba Laila & Mba Diah
[14:09, 9/4/2017] +64 22 421 1561: Assalamu'alaikum Mba Laila & Mba Diah

Afwan boleh titip pertanyaan utk review malam nanti?

Karena dlm waktu hampir bersamaan takut tertinggal diskusi & terpecah fokus saya krn malam ini saya ada ujian online kelas promil 🙈                       
[14:15, 9/4/2017] +64 22 421 1561: Masyaa Allah materi,T10H& review Game Level 7 ini makin "dalam" makna dan tantangannya utk menemukan potensi diri yang ada pada anak juga bagi diri ini. Jadi tambah curious 😄

Pertanyaan :

1. Dari review diatas Konsep Diri didapat dari: interaksi,pengalaman,kualitas hubungan keluarga dan atribut yg diberikan lingkungan.

Mhn penjelasan seperti apa contoh atribut yang diberikan lingkungan dalam konsep diri ?
Dan sejauh mana kita sebaiknya menanggapi atribut baik positif dan negatif dr lingkungan ?


2. Apakah 4 Ranah tersebut dalam tahap proses yang berurutan ?

Karena konsep diri terdapat didalamnya termasuk dg spiritual konsep mengenal Allah.
Habluminallah utama kemudian Habluminannas

3. Mohon koreksi dan konfirmasi dr pemahaman saya trhadap ranah 3 Untuk Change Factor, saya menggaris bawahi bahwa intinya menjelaskan kepada anak : adanya Perubahan ke arah yang LEBIH BAIK
, Hari ini lebih baik dari hari kemarin. seperti di materi pertama jangan membandingkan dg org lai  tapi membandingkan kondisi diri sendiri saat ini dg sebelumnya.

Mhn saran dan penjelasan bagaimana menanggapi kaitannya dg perubahan yang ada pada lingkungan?

🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼
Afwan sebelumnya krn takut tertinggal diskusi nanti malam.

Jazakunallah Khairan katsiraa
Mba Laila & Mba Diah 😊🙏🏼

[20:11, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Assalamualaikum 🙋🏻                       
[20:11, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Apakah sudah ada yg hadir malam ini?                                               
[20:13, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Sambil menunggu kehadiran teman2, saya coba menjawab pertanyaan dari mb wiwit                       
[20:14, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: 1. Dari review diatas Konsep Diri didapat dari: interaksi,pengalaman,kualitas hubungan keluarga dan atribut yg diberikan lingkungan.

Mhn penjelasan seperti apa contoh atribut yang diberikan lingkungan dalam konsep diri ?
Dan sejauh mana kita sebaiknya menanggapi atribut baik positif dan negatif dr lingkungan ?                       
[20:16, 9/4/2017] +62 813-6003-1231: 🙇🏼‍♀hadir...                       
[20:18, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Contoh atribut dari lingkungan, misalnya lingkungan yg melabeli anak kinestetik sbg anak yg susah diatur (negatif)

Atau melabeli anak yg jago matematika sbg anak yg pintar (positif)                       
[20:19, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Atribut dari lingkungan tidak akan terlalu berpengaruh jika anak memiliki konsep diri yang kuat                       
[20:23, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Contoh, anak saya sdh paham bhw dia kuat di kognisi dan lemah di olahraga

Saat teman2nya tidak memilih dia dalam tim utama futsal maka hal tsb bisa diterimanya dg baik , krn arya paham kemampuan futsalnya tdk sebaik sains/math                       
[20:26, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: 2. Apakah 4 Ranah tersebut dalam tahap proses yang berurutan ?

Berikut jawaban dari bu Septi atas pertanyaan yg sama di kelas fasilitator:

1. Ini tahapan yg harus diselesaikan satu-satu. Karena biasanya anak yg belum selesai konsep dirinya ketika masuk hub dengan sesama akan terjadi "Tuna Adab"

2. Apabila hanya kuat salah satunya, maka perjalanan ke insan kamilnya tidak sempurna.

Karena semua akan terjadi totalitas dan utuh

Anak yg memiliki konsep diri positif ➡ membuat/gabung komunitas positif ➡ membawa perubahan positif ➡ menjadi makhluk spiritual yang totalitas mengabdi pada Allah

Demikian juga sebaliknya.                       
[20:29, 9/4/2017] +62 813-6003-1231: 💪🏻 wOw...                       
[20:30, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: 3. Mohon koreksi dan konfirmasi dr pemahaman saya terhadap ranah 3 Untuk Change Factor, saya menggaris bawahi bahwa intinya menjelaskan kepada anak : adanya Perubahan ke arah yang LEBIH BAIK
, Hari ini lebih baik dari hari kemarin. seperti di materi pertama jangan membandingkan dg org lain  tapi membandingkan kondisi diri sendiri saat ini dg sebelumnya.

 Mhn saran dan penjelasan bagaimana menanggapi kaitannya dg perubahan yang ada pada lingkungan?
                        
[20:36, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Setuju mb wiwit, perubahan dimulai dari diri sendiri. Anak yg sdh memiliki konsep diri yg kuat dan memiliki hubungan intrapersonal yg baik akan terus mencoba untuk berubah menjadi pribadi yg lebih baik

Jika dia senantiasa berubah ke arah yg lbh baik maka dia akan mengajak keluarganya untuk selalu berubah ke arah yg lbh baik

Apabila hal tsb bisa dipenuhi maka mudah baginya untuk merubah lingkungan sekitarnya menjadi lebih baik dari sebelumnya

Jadi bukan dia ikut arus perubahan yg ada di lingkungan, karena belum tentu perubahan tsb ke arah yg baik tapi dia menjadi agen perubahan.                       
[20:40, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Silakan jika ada yg menanggapi, menambahkan atau bertanya , kita maaih punya waktu 20 menit ke depan 🙏🏻                       
[20:41, 9/4/2017] +62 812-1389-1481: ☝silvia.
- Tentang konsep diri, apakah indikator lbh konkrit konsep diri seorang anak sdh ok? Apa ada kisaran usia
- Bagaimana supaya konsep diri kaka beradik yg terpaut usia dekat (setahun) bisa tertanam masing masing tanpa ada ' contek contekan atau tiru tiruan?'
Anak sy 6 dan 5 thn.. Mulai ttg kesukaan..atau pendapat,trkdg sang adik ' ikut ikutan sama.' dg pendapat,gaya, atau kesukaan kakaknya.

- Tentang adab, pada ranah interpersonal,adab adab yang bagaimanakah dan apa sajakah yg dimaksud?
dan adakah usia toleransi ttg adab ini?
Pernah dengar yg fitrah based,kata pak harry setangkap sy,utk anak anak yg kecil ttg adab jangan terlalu keras dulu krn masa eksplorasi. Proses nya pengenalan adab dulu.                       
[20:53, 9/4/2017] +62 813-6003-1231: ☝silvia.
- Tentang konsep diri, apakah indikator lbh konkrit konsep diri seorang anak sdh ok? Apa ada kisaran usia
- Bagaimana supaya konsep diri kaka beradik yg terpaut usia dekat (setahun) bisa tertanam masing masing tanpa ada ' contek contekan atau tiru tiruan?'
Anak sy 6 dan 5 thn.. Mulai ttg kesukaan..atau pendapat,trkdg sang adik ' ikut ikutan sama.' dg pendapat,gaya, atau kesukaan kakaknya.

- Tentang adab, pada ranah interpersonal,adab adab yang bagaimanakah dan apa sajakah yg dimaksud?
dan adakah usia toleransi ttg adab ini?
Pernah dengar yg fitrah based,kata pak harry setangkap sy,utk anak anak yg kecil ttg adab jangan terlalu keras dulu krn masa eksplorasi. Proses nya                       
[20:53, 9/4/2017] +62 813-6003-1231: maaf tertekan....🙈                       
[20:55, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Saya melihat konsep diri pada anak bisa ditumbuhkan dg banyak2 memberikan wawasan dan aktivitas (usia 0-14 th)
Sambil dilatih logika berpikirnya. Jangan didikte dengan konsep kita.

Indikator  tahapan konsep diri adalah rasa PERCAYA DIRI nya tinggi.

 ranah hubungan dengan sesama : anak-anak mulai bermanfaat untuk lingkungan terkecilnya, lingkungan terdekatnya.

Ranah perubahan : anak-anak mulai melakukan aksi/project untuk melakukan perubahan

Ranah spiritual : anak-anak sudah IKHLAS terhadap segala kehendak Allah terhadap dirinya.

Ikhlas ini mendekatkannya pada ridho Allah, sehingga hidupnya senantiasa dinaungi keberkahan ➡ keberkahan ini pemicu BAHAGIA                       
[20:57, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Jika adik masih ikut2an kakak, biarkan saja, konsep awalnya kan memang meniru

Sambil dikenalkan dg wawasan yg luas/banyak. Nanti akan terlihat minatnya kemana. Jika memang sama dg kakak juga gapapa kan?                       
[21:03, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Tentang adab, saya juga masih remedial di kelas adab 🙈

Saya mulai dari awal lagi untuk mengenalkan adab pada arya. Karena anaknya termasuk cuek untuk urusan adab karena kurang praktek sehari2.                       
[21:05, 9/4/2017] +62 812-1389-1481: Tahapan nya bgmn mb di? Remedial gmn mksdnya?                       
[21:06, 9/4/2017] +62 812-1389-1481: Iya mb..pun klo sama gapapa, asalkan pilihan nya dia. Mksd sy biar ga asal ikut ikutan aja pdhal sebenarnya dia pgn beda.:)                       
[21:07, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Adab berhubungan dg orang lain mba

Misal: adab bertemu, adab bertamu, adab bertetangga dsb

Remedial: mengulang
Saya mengulang pengenalan adab interpersonal dg memberikan lbh banyak praktek kpd arya                       
[21:09, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Bisa dilatoh dg memberikan kesempatan pada adik untuk jadi pemimpin

Misal mau makan di restoran, tanyakan pendapat adik dulu mau makan apa dan dimana                       
[21:09, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: *Dilatih                       
[21:11, 9/4/2017] +62 812-1389-1481: 👍 ok.noted                       
[21:14, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Sudah pukul 21 lebih
Jika tidak ada pertanyaan lagi, saya tutup diskusi malam ini

Terima kasih kepada teman2 yg sdh hadir dan menyimak

Mohon maaf atas segala kesalahan

Wabillahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum wr wb 🙏🏻                       
[21:14, 9/4/2017] +62 812-1389-1481: Trm ksh mba diah..😘                                               
[21:15, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Link setoran aliran rasa

http://bit.ly/AliranRasaBunSayDpk                       
[21:15, 9/4/2017] Diah Soehadi IIP: Sama2 mba 😘                       
[21:17, 9/4/2017] +62 813-6003-1231: Noted buat saya juga ini...                       
[21:24, 9/4/2017] +62 813-6003-1231: Cerita sedikit soal remedial adab di rumah kami.

Saat pertama x memutuskan anak2 tidak sekolah formal, maka kami sama2 membangun adab di rumah, remedial mulai dari ayah-ummi-anak2.
Jadi, kami sepakati adab yang dipelajari terlebih dahulu, misalnya :
Adab makan. Kami sama2 bahas adab makan mulai dari memilih makanan yg halal dan thayyib, doa, cara makan, cara duduk makan, mengambil makanan yg terdekat, smpai tuntas, lalu sekeluarga kami melatih adab tersebut.
Mulai dari minum sambil duduk dan tidak bernafas, itu bolak/ik saling mengingatkan. Trus, saat makan bersama kita evaluasi lagi dan lagi....
Berbulan-bulan baru menjadi habbit. Pernah Michel tanya : Kenapa harus ikut kayak Rasul?
"Kami cari lagi, kenapa g boleh makan berlebihan, kenapa minum hrs duduk, kenapa g bole ditiup secara sains dan kesehatan. Hingga pada akhirnya kluar lah konsep "segala peri hidup Rasulullah itu memang teladan terbaik, Allah yg jamin, dalam Alquran"                       
[21:25, 9/4/2017] +62 813-6003-1231: jadi, di rumah kami, anak2 tetap punya kesempatan mengkritik ummi atau ayah soal adab, karena kami mulai dari KM0 bersama-sama. Dan jujur, yg paling mudah menjadikan habbit itu mmg anak2, kita pontang-panting merubah kebiasaan yg sudah mendarah daging                       
[21:26, 9/4/2017] +62 813-6003-1231: Demikian dg adab tidur, terus Michel mulai punya banyak teman dg beragam latar belakang dan kultur budaya dan bahasa, saya mulai menguatkan adab berteman....                       
[21:28, 9/4/2017] +62 813-6003-1231: Masuk ke interpersonal mulai dr adab berteman, adab bertamu, adab menjenguk teman/saudara yang sakit, dll...                       
[21:38, 9/4/2017] +62 813-6003-1231: Terima kasih banyak2 mba @Diah Soehadi IIP  sudah mengampu kelas, saya juga banyak catatan khusus u dr pribadi dr pemaparan mba dia....
Moga jd amal jariyah hasanah ya mba...
Allahumma Aaamiiiiin....                       
[21:39, 9/4/2017] +62 812-1389-1481: 😍😍 trm ksh mb lailaa                       
[21:41, 9/4/2017] +62 812-1349-3830: Terimakasih mba diah dan mba laila 😍                       
[21:45, 9/4/2017] +64 22 421 1561: Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Afwan br selesai dan bs join
Jazaakunallah khair Mba Diah dan Mba Laila 🙏🏼🙏🏼

Jawaban2 nya mencerahkan dan menginspirasi krn disertai contoh2 dan sharing pengalaman 👍🏼👍🏼👍🏼
#FasilitatorBunSayDepokJuara👍🏼👍🏼                       
[21:48, 9/4/2017] +62 813-1576-7757: Jazakillah khoir mba diah dan mba laila 😍                       
[09:39, 9/5/2017] +62 819-3419-1632: Jazakillah khoir mba diah dan mba laila                       

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...