Bismillahirrihmanirrohiim..
2 Hari yang lalu ada informasi Sanlat Ceria Muharram 1439H di dekat perumahan kami. Umi bercerita kepada kakak tentang waktu, susunan acara dan tempatnya. Cerita itu disambut antusias kakak, kakak pengen ikut dan langsung bilang ya aku mau. Asyik tu mi sepertinya acaranya, kemaren pas acara mabit di masjid perum dekat pasar itu aku gak ikut karena ada mbah, besok aku mau ikut yang acara ini ya mi. Coba umi tanya dan daftarkan ya kak, dan Alhamdulillah masih bisa.
Bada Ashar kakak packing peralatan yang di bawa, semua sudah siap dan cek ulang. Karena masih ada waktu kakak main sampai pukul 17.30, kemudian siap- siap berangkat ke lokasi.
Sanlat Ceria ini diikuti anak- anak usia SD dari usia 6 tahun hingga 12 tahun. Sesampai di tempat acara kakak registrasi membayar iuran dan infaq untuk anak yatim. Adzan magrib berkumandang semua hidangan sudah siap. Bagi yang saum di persilakan membatalkan saumnya, dan yang tidak saum berwudhu untuk siap- siap sholat magrib. Sholat Magrib sudah ditunaikan waktunya makan malam.
Menunggu waktu sholat isya anak- anak tilawah dan murojaah. Adzan Isya berkumandang anak- menunaikan sholat isya.
Semakin malam kedatangan anak- anak semakin bertambah, suasana makin ceria ketika sesi games, anak-anak tertawa terpingkal- pingkal karena tidak sesuai intruksi, geli dengan diri sendiri. Maksud hati pegang hidung, tetapi yang di pegang telinga. Games ini melatih konsentrasi anak-anak.
Sesi Nobarnya adalah Nabi Musa dan Perang Uhud. Malam semakin larut dan nobar pun selesai. Anak- anak di dipersilahkan istirahat.
Pagi harinya aktivitas pribadi, olahraga, dan sarapan pagi. Sedangkan acara inti pada pagi harinya adalah santunan anak yatim. Dengan adanya santunan anak yatim ini kami berharap mengasah empati dan kepedulian anak-anak kami. Memberikan teladan yang baik untuk anak- anak kami, bahwa dalam rizki yang Allah limpahkan untuk kita ada hak anak yatim. Rasulullah sangat menyayangi anak yatim. Dan sangat menganjurkan kepada kita untuk menyayangi anak yatim. Sekaligus dengan melihat langsung, kami berharap anak-anak kami bersyukur dan bertambah bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan kepada mereka. Mereka masih mempunyai orangtua yang utuh tempat mereka mengadu, bermain dan belajar bersama, sedangkan anak yatim sosok ayah telah tiada. Wahai anak- anak ku semoga kalian selalu bersyukur dan beramal solih. Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk senantiasa menebar kebaikan.
#KelasBunSayIIP
#Tantangan10Hari17
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Komentar
Posting Komentar