Langsung ke konten utama

Resume KulWapp IIP Depok Portofolio Anak


Selasa, 12 September 2017
Host            : Fitri
co-host        : Asti
Narasumber : Andita A. Aryoko


📒Menulis dengan Cinta dalam Pembuatan Portofolio Anak 📒
Oleh: Andita A. Aryoko


Bismillahirrahmannirrahim,
Setiap manusia diciptakan unik dengan pembawaan khasnya masing-masing, tak terkecuali dengan anak-anak kita yang telah _well installed_ dari-Nya. Jadi jika di rumah kita ada 3⃣ orang 👶🏻👦🏻👧🏻, maka akan ada 3⃣🌟🌟🌟yang keluar dari 🏡 kita, sebab setiap anak adalah bintang dengan keunikannya masing-masing.

Lalu pertanyaannya bagaimana cara menemukan keunikan tersebut? jawabannya ialah dengan memiliki keterampilan E-O-W-L _(engage👩‍👧‍👦-observe🤓-watch👀-listen👂🏼)_ yang baik ketika mendidik dan membersamai anak-anak, tak cukup sampai di sana ada satu keterampilan lagi yang perlu dimiliki orangtua, yaitu _(write)_ ✏ keterampilan mengikat makna dari serangkaian kegiatan _(engage-observe-watch-listen)_.  

“Jika kalian melihat anakmu berbuat baik maka puji dan catatlah, jika anakmu berbuat buruk maka tegur dan janganlah kalian mencatatnya” (Umar bin Khattab)

_What_
Apa fungsi dari mengikat makna _(write)_✏ pada rangkaian kegiatan E-O-W-L?
Sebab _(engage-observe-watch-listen)_ merupakan rangkaian prosesi untuk menemukan keunikan diri ananda, maka dalam prosesinya mutlak dibutuhkan 🔗 `tali` pengikat makna, karena ingatan pasti akan lekang oleh wakt, maka ikatlah `ilmu` dari hasil _(engage👩‍👧‍👦-observe🤓-watch👀-listen👂🏼)_ bersama anak-anak dengan menuliskannya✏, agar mudah pula saat prosesi `connecting the dot` pada tahapan selanjutnya.

"Ilmu itu seperti hewan buruan, maka ikatlah ia (dengan menuliskannya)" (Ali bin Abi Thalib)

_Where_
Dimana `tali` pengikat makna itu ditulis?
Ada berbagai macam media sebagai sarana untuk mengikat makna, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing. Adapun berdasarkan jenisnya, media untuk mengikat makna dibagi menjadi 2 yaitu:
1⃣Media manual, contoh: buku tulis, _tape recorder_, Buku Portofolio Anak, dan sebagainya.
2⃣Media digital, contoh: _email, youtube, sound cloud, facebook, instagram, Kids Note 1.0_, dan sebagainya.

Kedua media tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun saran saya *milikilah media yang mudah diakses linknya sehingga mempermudah jika akan dilakukan pengiriman*, selain itu miliki pula media yang dapat dipegang secara langsung.

Untuk media digital, saran saya pilihlah media yang memiliki fasilitas search dan juga backup, untuk apa? agar mempermudah pencarian keyword yang dibutuhkan serta meminimalisir rawannya hilang data.

Tips untuk ibu dengan segudang kegiatan, agar tetap rajin mengikat makna:
1⃣Ibu harus memiliki media khusus untuk menulis _keyword_, jadi ketika proses E-O-W-L bersama anak-anak kemudian ibu mendapatkan momen A.Ha, maka ibu bisa segera mencatat _keyword_ tersebut. Contoh: _notes_ di _handphone_, buku catatan kecil, dan sebagainya.
2⃣Tetapkan waktu di setiap harinya (ketika sudah luang) untuk menyempurnakan _keyword_ tersebut menjadi narasi cerita yang indah.
3⃣Tetapkan media yang nyaman digunakan ibu sebagai pilihan untuk mengikat makna secara utuh.

_Who_
Siapa saja yang terlibat dalam aktivitas mengikat makna _(write)_✏?
Orangtua, anak, serta pihak ketiga yang dipercaya (jika orangtua tidak selalu di samping anak-anak)

_When_
Sejak kapan aktivitas mengikat makna _(write)_✏ ini dilakukan?  
Sejak adanya rangkaian proses _(engage👩‍👧‍👦-observe🤓-watch👀-listen👂🏼)_ maka aktivitas mengikat makna _(write)_✏ sudah bisa dilakukan, bahkan sejak bayi ketika masih berada di dalam kandungan.

“Setiap anak itu unik, maka catatlah setiap keunikan yang dimiliki anak-anak, agar ia semakin dekat dengan peran spesifik hidupnya” (Andita A. Aryoko)

_Why_
Mengapa aktivitas mengikat makna _(write)_✏ selalu berkaitan dengan portofolio?
Karena _(write)_✏ merupakan bagian dari portofolio, yang secara etimologi portofolio berasal dari dua kata, yaitu _port_ (singkatan dari _report_) yang berarti laporan dan folio yang berarti penuh atau lengkap. Jadi portofolio berarti laporan lengkap segala aktivitas seseorang yang dilakukannnya . Secara umum portofolio merupakan kumpulan dokumen seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan atau sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kaitannya dalam proses E-O-W-L-W maka portofolio yang akan kita bahas adalah Portofolio Anak📒👶🏻, berdasarkan jenisnya dibagi menjadi 5, yaitu:
1⃣Portofolio Keimanan Anak
2⃣Portofolio Tumbuh Kembang Anak
3⃣Portofolio Belajar Anak
4⃣Portofolio Bakat Anak
5⃣Portofolio Karya Anak

_How_
Bagaimana cara mengikat makna _(write)_✏ yang objektif?
1⃣Miliki keterampilan _(engage👩‍👧‍👦-observe🤓-watch👀-listen👂🏼)_ yang baik
2⃣Cara paling objektif adalah dengan mengkayakan wawasan terlebih dahulu mengenai bahasa perkembangan dan bahasa bakat,  sehingga kita tidak hanya sekedar menebak-nebak diri kita atau perkembangan anak kita seperti apa, hanya dengan kekuatan _feeling_. Semakin banyak kosa kata pemahaman tentang diri manusia, maka akan semakin tajam pula pemahaman atas diri dan anak kita.

Referensi bahasa perkembangan antara lain, KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan), buku Slow and Steady Get Me Ready by June R. Oberlander, Checklist Indikator Perkembangan Anak dari Pusat Kurikulum Diknas, guidelines WHO, framework Fitrah based Education, dan lain sebagainya, sedangkan referensi untuk bahasa bakat antara lain, 34 tema bakat yang dikembangkan oleh Abah Rama Royani, multiple intelligence, dan lain sebagainya.

Selain itu untuk memudahkan dalam pengambilan simpulan dasar, setiap satu tahun bisa kita simpulkan.
♻Hasil simpulan per tahun yang bisa diikat antara lain:
🔺Sifat yang sering muncul
🔺Peran keseharian yang disukai
🔺Bidang yang membuat berbinar

🙋🏻🙋🏻‍♂Jangan lupa melakukan konfirmasi kepada anak-anak atas hasil simpulan, jangan sampai kita hanya berasumsi sendiri.


Mengikat makna (write) memang tahapan terakhir dalam prosesi membersamai anak, namun menulis menjadi poin pertama yang membantu kita untuk ‘connecting the dot’ akan setiap peristiwa ketika pengambilan simpulan”
(Andita A. Aryoko)


Sumber Bacaan:

http://www.sarjanaku.com/2011/01/pengertian-portofolio.html
Pengalaman hidup pribadi dari pencatatan belajar membersamai ananda, 2016-2017


Pertanyaan 1⃣
Bagaimana caranya memprioritaskan bakat anak, anak sy yg pertama usia 10 thn..suka gambar komik dan suka masak...nah Krn skrg kegiatannya selain sekolah adalah kursus Bhs.inggris (2 kali seminggu) dan mengikuti kelas Tahfiz quran (seminggu 1 kali) ...skrg sdg bingung mau ikut kursus gambar atau masak? Nah bagaimana caranya kita tahu bakat yg paling besar si anak? Sehingga kursus yg kita ikutkan dpt mengembangkan bakatnya.
Ifah_Depok 2

Jawab
👋🏻Hallo Bunda Ifah😊
Yang pertama dilakukan ialah Bunda tanya ananda, ingin mencoba masak dahulu ato les komik dahulu, sebab cara yang paling jitu dalam mengetahui apa bakat anak ialah dengan mencobakan (meminta anak praktek langsung) dari sana kita dapat mengidentifikasi selama berlangsungnya proses praktek tsb, pada:
-binar matanya
-rasa nagihnya
-rasa enjoynya
-dsb
Selanjutnya lakukan tahap konfirmasi dengan mengobrol bersama anak, bagaimana perasaan sang anak dari hasil praktek tsb
praktek ini tentu tidak saja dilakukan 1kali 2kali,  minimal lakukan selama 1bulan rutin

Prinsip: meninggikan gunung,  bukan meratakan lembah✅
Pertanyaan 2⃣
mau tny ya..
fortopolio itu apakah selalu hasil dr y drencanakn? misal bsk anak berencana nobar d bioskop, mk fortopolio bsk ttg itu. ada dokumentasiny. apakah hal y g disengaja tjd g bs djdkn fortopolio? misal, awalny ngobrol ringan ja, eh, tnyta nemu hsl pdapat anak y luar biasa.

trus btk fortopolio y efektif itu spt apa? sy pny buku fortofolio anak, he, kdg kelewat g keisi. ada jg akhirny sy dokumentasikn k blog. ada y d status fb...hihihi..(henny, bandung)


Jawab
Hallo Bunda Henny😊👋🏻
▶tentu saja tidak selalu portofolio berasal dari hal kegiatan yg kt rencanakan,  adakalanya  tiba2 insight itu muncul dan tetap perlu kt dokumentasikan pd portofolio anak2, maka tugas kita:
✅bersihkan hati dari ambisi diri pada anak2
✅terapkan _engage-observe-watch-listen_ dalam proses kita membersamai anak2
✅perkaya wawasan kita akan bahasa perkembangan dan bahasa bakat agar saat muncul insight dari ananda, kita dapat membuat simpulan objektif dan terhindar dr bias subjektif

▶bentuk portofolio yg efektif adalah yang kita nyaman mengisinya 😊 maka sebelum bunda merutinkan,  bunda terlebih dahulu pilih media apa yg bunda nyaman menulisnya di sana dan bs ajeg,
Saran saya utk penggunaan media portofolio ini,  gunakan yang:
✅dapat dishare linknya (jika suatu hr dibutuhkan)
✅dapat dipegang secara langsung
✅utk media portofolio digital, pastikan terdapat menu search dan backup sbg piranti untuk memudahkan pencarian dan pembackup'an data agar tak lekang oleh virus✅

Pertanyaan 3⃣
utk kulwap portofolio anak:
1. mulai kapan portofolio anak dibuat
2. berisikan apa aja portofolio tsb
3. runutan kegiatan sesuai tahapan usia anak
4. aspek apa saja yg penting dan terlebih dulu dikenalkan atau dikembangkan kpd anak
Terimakasih
Lilis Istiqomah

Jawab
Hallo Bunda Lilis😊👋🏻
1. Jika sudah faham bahasa perkembangan dan bahasa bakat,  sudah bisa dimulai sejak dalam kandungan,
Nanti portofolio tsb masuk ke dalam portofolio tumbuh kembang

2. Tergantung jenis portofolionya apa bunda😊
Jenis portofolio anak ada 6:
P. Tumbuh Kembang Anak, isinya ceklis tumbuh kembang anak
P. Belajar Anak, isinya pola belajar ananda,  typical pembelajar apa, pernah magang dan ke maestro apa saja
P.  Bakat Anak, isinya sisi unik ananda, dot dot unik ananda, hasil ngobrol keunikan dengan ananda, connecting the dot dari hasil kumpulan dot (titik perjalanan hidup ananda)  
P. Kesehatan Anak
Isinya: riwayat kesehatan anak
P. Karya Anak
Isinya: macam karya yg anak2 hasilkan
P. Keimanan Anak
Isinya: perjalanan spiritual anak,  bagaimana di usia 0-6th terkait kecintaannya pada sholat juga kegiatan ibadah lainnya,

3. Sensori motoris, bermain bersama alam, magang bebas, magang bertema (sesuai keunikan anak2)

4. Aspek kecintaan pada Rabb nya, utk hal ini saya menggunakan frame work fbe,  jadi memang tahapan 0-6th golden age utk fitrah imannya,

Pertanyaan ke 4⃣
Bagaimana membuat portofolio anak ....tapi anakny sdh besar ...apakah msh bisa di terapkan, padahal sblmnya sama sekali blm pernah tau ttg portofolio anak
Dari anna-tirtajaya

Jawab
Hallo bunda Ana👋🏻😊

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, 😊

Dari keenam jenis portofolio tersebut, dengan usia nanda yg sudah besar yg perlu dikejar ialah
✅portofolio keimanan anak
✅portofolio bakat anak
✅portofolio belajar anak

Mengapa?
P keimanan anak, sebagai bentuk kroschek,  apakah tahapan yg dilalui ananda selama ini sudah tepat?
Apakah ia sudah cinta kepada Rabbnya dengan menjalankan setiap perintahnya? Atau justru hanya berjalan karena kebiasaan saja?
Jika memang masih belum, kejar yg masih berlubang, konsultasikan pada ahlinya,  ustadz/ ustadzah yg bs membawa imaji kecintawn pada Allah,  begitu pula kt sebagai orgtua harus senantiasa memperbaiki kualitas kecintaan kita pada Allah swt,

Karena utk merubah sesuatu,  maka mulailah dengan merubahnya dari diri kita dahulu😊

Sebab di sini cikal bakal ia menjadi insan kamil😊

P. Bakat anak,  sebab ini adalah cikal bakal peran ananda di muka bumi ini apa, kita mulai kumpulkan ingatan yang terserak di masa kecil, ttg uniknya ananda,  ttg khasnya dia, apa yang ia suka,  tak lupa tanyakn dan konfirmasi pada diri anak2, sebab di usianya kita sudah bisa ngobrol 2 arah, selanjutnya setelah tau dan menetapkan pilihan akan melakukan hal apa yg membuat binar2 mata anak, *segera praktek* lalu diskusikan hasilnya, apakah mmg betul2 suka?  Atau anak hanya merasa suka saja?  
Berikutnya lakukan 'connecting the dot' agar apa2 yg anak2 lalui dapat kt hikmahi dan dirangkai menjadi sebuah perjlanan indah,

Sembari terus menerus berdoa pd Allah agar ditunjukan apa peran ananda di muka bumi,
Sebab org yg berjalan sesuai misi penciptaannya,  ia akwn terus 'bekerja' dengan bahagia hingga Rabb menjemputnya kembali 😊hingga kita dan anak2 dpt berujar: "Allah mission accomplished"

P. Belajar Anak
Agar anak menjadi pembelajar sejati,  belajar tak putus sampai selesainya sekolah,
Butub tau typical pembelajar apa kitw,  dengan cara seperti apa kt belajar agar mudah masuk,  agar mudah menyerap,

Sebab... : "Iqro... " begitulah pesan Rabb Azza wa jalla,
Dengan menjadi pembelajar mandiri maka menopang pula peran kita di muka bumi,  kt takkan prnah lelah utk belajar dan belajar✅

Pertanyaan 5⃣
Assalamu'alaikum,
Mau tanya mba,
1. Bagaimana proses e-o-w-l ketika memulai sejak di kandungan?
2. Sejak kapan kita mulai mengonfirmasi kepada anak hasil simpulan kita? Apakah setelah masuk usia puber?
Rizqi
Jawab
Hallo mbak Rizqi👋🏻😊
1. Engage: membersamai, bagaimana cara kita walaupun ia masih di kandungan, kt ttp mengajak ngobrol, ttp berdiskusi ketika kt beraktivitas, dsb :)

Observe: observasi, misal ketika setelah kontrol kandungan, kita perlu mengonsumsi pil penambah darah krn hb rendah, itu kt observasi, o slama ini mmg jarang makan daging merah maupun hati, kemudian sounding ke anak, nak ayo bantu bunda minum pil ini,  spy hb ibu naik, dan kamu bs lahir normal, misal :)

Watch and listen
Melihat dan mendengar, ketika terasa njendul2, oo adek mau ngajak ngobrol yaa?  Ayuk dek mau ngobrol apa?

Write
Hasil slama membersamai,  bisa dicatat sbg portofolio tumbuh kembang anak slama di kandungan mbk😊

2. Sejak bisa diajak komunikasi dua arah mbak😊jd sebelum masa puber sudah bisa, biasakan selalu memberikan pilihan pada anak dan hargai pilihannya,  agar kelak di usia aqil balighny ia menjadi pribadi yg mudah mengambil keputusan✅

Pertanyaan 6⃣
Pertanyaan dr fitri rahayu
Bund.  Titip pertanyaan
.bagaimana memulai portofolio itu
Jawab
👋🏻😊hallo bunda Fitri

Tinggal mulai saja bund😘
✅penuhi wawasan bunda dengan bahasa perkembangan dan bahasa bakat
✅catat setiap insight yg bunda temukan ktk membersamai anada dengan bahasa perkembangan dan bahasa bakat ananda😊
✅✅✅

Pertanyaan 7
kalau menurut mbak..menghafal al quran itu sebuah proses yg mmg hrs dijalani anak atau tgantung bakatny? jd jk bkn bakatny, ya g perlu mhafal al quran.
trus sejauh mana bisa diketahui bahwa o itu bkn bakatny dan o itu krg stimulus saja di aspek itu?

Jawab
Utk mengahafal alquran saya pakai prinsip ini bund,
Menghfal ini masuk ranah kecerdasan bahasa, context (kl bahsa bakat) maka prinsip saya,  
Menghafal wajib, menjadi hafiz pilihan

Mksd menghafal dsini, sekemampuan kt dan anak2, mampu hafal dua juz satu juz. Ya sudah..

Sama hal nya dengan

Menjadi penyampai pesan kewajiban itu wajib,  namun menjadi kiyai itu pilihan

Memiliki gaya hidup sehat itu wajib,  menjadi dokter itu pilihan

Sebab setiap kt sudah miliki peran masing2🤗
Wallahu'alam..

Bisa diketahui dg indikator
Enjoy
Easy
Excellent
Dan ditutup dengan earn bunda

Kl sudah pembawaan diri (bakat) pasti suka pasti bisanya cepet, pasti sempurna hasilnya
Tugas kita mengamati, jika binarnya tidak ada,  utk melakukannya perlu disuruh2 aja, ohh sudah ~coret~

Dan seperti ilmu dari Bunda Septi,

Kayakan wawasan
Kayakan gagasan
Kayakan aktivitas

Lakukan ketiga tahapan tsb✅

Bunda.. Jika bunda saat ini kebingungan harus mulai dari mana dulu dalam pembuatan portofolio ananda,
Maka yang perlu bunda lakukan pertama adalah,

Perkaya diri dengan bahasa bakat dan bahsa perkembangan yg sdh saya catat pd bagian materi

Pilih 'mahzab' yg bunda dan suami yakini. Misal utk bahsa bkat menggunakan TM abah rama, maka gunakan bahasa itu dalam mengamati ananda, perbanyak ngobrol, main,  aktivitas bersama keluarga dan anak2

Pahami definisi msg2 bahasa bakat yg sdh kita pilih 'mahzab'nya tsb

Lalu bersamai ananda dengan hati, catat✏✏✏ setiap insight yg ia tampilkan🌟🌟

Anak yang kerap kali senang tampil di hadapan orang, tanpa malu2 dan langsung akrab,

Ohhh anak ini tergolong ke anak #significance #woo

Kl kt tak faham dan tak memilih menggunakan bahasa bakat mahzab apa,  maka kt akan kesulitan dlm proses mengikat makna dari aktivitas bersama ananda😊🙏🏻
Sekian dan terimakasih atas kesempatannya tmn2😊🙏🏻
Mhn maaf jk banyak salah kata,

Wassalamualaikum wr wb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...