Narasumber : Laila Muh Dib
Host : Ardaniya Rizka
Notulen : Tantia
MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI
Memahamkan anak-anak bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, itu dimulai dari ibu. Termasuk pengelolaan uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan juga dimulai dari ibu.
Yuk bertumbuh bersama anak dengan menjadi teladan, sehingga anak ikut belajar mengelola uang dan bertanggungjawab terhadap bagian rejeki yang didapatkan di dalam kehidupan ini.
🎎Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak:
👶🏻Anak usia dini (<7th)
buatlah proyek pengenalan menabung, proses menabung dan membelanjakan tabungan. Perkuat bahwa semua rejeki berasal dari Allah. Ceritakan pengalaman bunda dalam mengenalkan konsep rejeki pada si kecil melalui tulisan dan atau foto.
👦🏻Usia pra baligh (7-14th)
Jika anak mulai mengerti uang/ memasuki usia SD ajarkan anak untuk mulai memilah antara keinginan dan kebutuhan. Buatlah tabel keuangan sederhana dan dampingi anak saat melakukan pencatatan. Ceritakan pengalaman bunda dan ananda dalam pengelolaan keuangan ananda. Bunda juga bisa membuat proyek sederhana untuk memperkuat konsep kepemilikan dan pengelolaan uang bagi ananda.
👱🏻Usia baligh (>14 tahun)
Jika anak sudah baligh atau sudah mulai mempunyai mimpi ajak anak menuliskan vision board dan mewujudkan mimpinya dengan membuat finansial planning. Dampingi dan beri semangat dalam menjalankan strategi dalam mendapatkan dan mengelola keuangan.
Bunda juga dapat menyertakan ananda dalam pengelolaan keuangan keluarga sebagai bagian pembelajaran bersama.
👩🏻💻Bagi yang sudah menikah belum memiliki anak serta bagi yang belum menikah
Ceritakan pengalaman anda dalam mengelola keuangan. Catatlah proses belajar membuat pencatatan keuangan dan membaginya ke dalam kantong belanja, infaq, dan tabungan. Identifikasi catatan keuangan Anda apakah sudah baik, perlu review ulang ataupun ada bocor halus dalam pengelolaannya.
💻 Bagi anda yang menggunakan blog, gunakan label:
Ibu Profesional
Bunda Sayang
Level 8
Tantangan 10 Hari
🖥 Gunakan hashtag berikut saat pengumpulan tugas:
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Setorkan tugas anda dengan menggunakan link berikut:
http://bit.ly/BunSayLevel8Dpk
Latih - percayai-jalani-supervisi-latih lagi
???SESI DISKUSI???
Host:
Alhamdulillah sudah banyak yang hadir.
Penasaran ya dengan ngobrol cantik nan berbobot sesi#8 ini?
Siapkan pertanyaan ❓❓yang sudah menggantung di benak.
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Mari kita sambut Mba Laila Dib ❤❤
Silakan Mba Laila...
Narasumber:
Bismillahirrahmaanirrahiiim...
Asslm wr wb teman2 pembelajar semua.....
Insya Allah satu jam kedepan kita akan diskusi santai soal tantangan level#8 kita ya....
1. Mba Nana
Kemarin sayang kepikiran, untuk pengenalan finansial sejak dini ini, apakah perlu diajarkan nominal uang ya mba?
Soalnya terus terang sampai sekarang anak sulung saya 4th belum mengenal pecahan, kalau masuk kencleng misalnya, belum mengenal nominal nya..
Jawab:
Perlu atau tidaknya memang sangat tergantung di lingkungan mana anak2 kita dibesarkan.
Jika dia besar di lingkungan yang ortunya pedagang, dia akan setiap hari melihat uang dan transaksi. Jika dia dibesarkan di keluarga yang suka jajan maka akan sedini mungkin dia akan perlu tahu tentang uang.
Namun, jika dia dibesarkan di keluarga yg non saya sebutkan diatas, maka tak perlu tergesa memperkenalkan nominal 1000, 2000 dst.
Kuatkan saja dlu konsep uang adalah bagian kecil dari rezeki, yang wajib dikelola sebagai amanah dari Allah. Mendiskusikan keinginan dan kebutuhan adalah hal yang berbeda jauh lebih penting di usia 4 tahun.
Jadi, lihat lagi kebutuhan si anak.✅
2⃣Assalamualikum bu Septi..
Berkaitan dengan kecerdasan finansial anak, ada beberapa yang ingin saya tanyakan :
1. Mulai kapan kita bisa mengenalkan kecerdasan finansial pada anak?
2. Untuk usia 4 tahun, dimana anak belum mengerti ttg uang bagaimana menumbuhkan kecerdasan finansialnya?
Terimakasih bu.
2⃣ Wa'alaykumsalam wr.wb Mbak Dian di Surabaya.
Sebelum masuk ke kecerdasan finansial yang perlu kita fokuskan justru konsep rejeki dan uang terlebih dahulu yang perlu dipahamkan ke anak-anak.
Contoh : anak usia 3 th ingin mobil-mobilan warna biru. Merengek minta ke ortunya.
Respon ortu : "Kak, bukan bapak ibu yang bisa memenuhi permintaanmu, hanya Allah yang bisa memenuhinya, maka mintalah ke Allah, Dia Yang Maha Kaya"
Apabila kita sudah ada kelebihan rejeki dan tergerak membeli mobil warna biru sesuai spec yg diingankan anak kita, segera belilah, dan berikan kejutan ke anak-anak
Ortu : "Kak, alhamdulillah Allah mengabulkan doamu, bapak ibu diberikan rejeki, dan digerakkan untuk membeli mobil-mobilan kesukaanmu, ini dia, segera bersyukur ke Allah ya"
Konsep rejeki sudah bisa mulai dilatihkan sejak anak mulai bisa berbicara usia 1 th ke atas - 7 th (usia sekolah) anak sudah punya keinginan dan kebutuhan.
Dipahamkan berulang-ulang, mana yg menjadi keinginan dan mana kebutuhan. Penuhi yang masuk kategori kebutuhan terlebih dahulu.
Setelah anak-anak paham konsep rejeki dan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, barulah dilatih unt merencanakan mini budget, sekitar usia -usia sekolah ( ingat, bukan uang jajan tetapi mini budget).
Tanyakan ke anak :
Usia 7-10 th:
"Apa saja kebutuhan kakak selama 3 hari - 1 minggu ini?"
Usia 11 -14 th: " Apa saja kebutuhan kakak selama 1 minggu - 1 bulan ini?"
Usia 14 th ke atas :
"Apa saja kebutuhan kakak selama 3 bulan - 1 tahun ini dan bagaimana cara mendapatkannya?"
Biarkan anak menyebutkan, menuliskan dan kita mempertimbangkan, menolak/menyetujui mini budget yg diajukan anak.
Biarkan mereka bertanggungjawab mengelolanya.
Ketika anak di bawah usia 14 th, sudah bisa berinisiatif untuk buka usaha sendiri unt memenuhi kebutuhannya, acungi jempol. Itu BONUS untuk anak.
Kalau uang jajan masih minta kita, berati BENAR, karena kebutuhan anak masih TANGGUNG JAWAB kita. Maka lanjutkan mini budget anak, dan latih terus sampai mahir mengelola pendapatan, tanpa harus mengungkit ungkit BONUS usaha yg dilakukan anak pre aqil baligh.
Ketika usianya masuk aqil baligh atau sudah 14 th ke atas, dan masih minta uang jajan kita itu artinya kita sedang ber SEDEKAH kepada fakir miskin, karena anak kita sdh aqil baligh, belum memiliki pekerjaan, atau sudah memiliki pekerjaan dan belum bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Maka jelaskan konsep ini ke anak aqil baligh dan IKHLASLAH ketika masih harus bersedekah ke mereka. Terima sebagai bentuk konsekuensi kesalahan pola pendidikan kita dulu. ✅ diatas 👆🏻ada pertanyaan senada, usia 4 tahun mba @Nana
2. Tantia
Assalamualaikum mba laila, mba mau tanya contoh tabel keuangan sederhana seperti apa ya?
Jawab:
Michel punya buku harian anak cermat karya mba Naila M tazkiyah, Anggota IIP juga. Nah...ada tabelnya....
-kolom tanggal,
-pemasukan terdiri dari 3 item
a. uang saku
b.hasil usaha (bila anak2 kita sudah berbisnis kecil2an)
c.hadiah (bisa THR, dll)
-Pengeluaran
terdiri dari :
a.keterangan (digunakan untuk apa)
b.kebutuhan
c.keinginan
d.berbagi
(anak2 tinggal centang, masuk ke katagori mana pengeluaran dia.
d. jumlah/Rp
_Sisa Uang
3. Mba Ika:
Berarti besar-kecilnya budget yang dikasih pun sesuai kesepakatan ya Mba? (Untuk usia 7-10 tahun)
Jawab:
Yup...kita diskusikan sesuai dengan standar keluarga kita dan kebutuhan anak2 kita✅
Apakah perlu dibantu diingatkan apa saja agendanya minggu ini? Atau kita biarkan dia mengetahuinya sendiri?
Jawab:
untuk awal rasanya memang perlu diingatkan, Michel juga srg diingatkan untuk
menuliskannya.
4. Mba Nurul
Buku pencatatan harian anak ini mulai usia berapa mba? 7tahun udah bisakah?
Jawab:
Saya memulainya saat Michel usia 7 tahun, saat dia sudah faham jajan, namun untuk kontinue menulis, PR banget buat saya. Karena Michel, sulung saya gak suka nulis...hehehhehehe....
Hanya saja, saat dia menginginkan sesuatu, kami sudah membiasakan bilang minta sama Allah, sama nabung dari jatah jajan, kalau ayah ada kemudahan rezeki dari Allah, ayah bisa tambah...
Mba nurul:
Saat itu gmn mba respon Michel? Bagaimana hasil dari pencatatan itu?
Jawab:
Untuk bisa mengelola uangnya dia belum dapat.
Malah seringnya dia merasa punya uang, dan bisa kasih ke ummi...😁
"pakai uang cutanda aja mi" dia sering x menawarkan jika uangnya sedang banyak....
Cuma kecerdasan logis matematis perlahan juga jalan dari buku finansial tersebut. Menambahkan, mengurangkan, membandingkan dsb...✅
5. Mba Diyan mm
Apakah sejak usia tsb michel sudah diberi uang saku?
Jawab:
Sudah, kebetulan Michel gak sekolah formal, jadi uang saku memang peruntukannya untuk jajan selama 1 minggu, dia pegang sendiri uangnya saat hari jajan, pilih sendiri, dan kelebihannya ditabung sendiri. Dia juga punya target sedekah setiap jumat ke mesjid via ayah. Tapi, inipun kadang2, umminya jg luput mengingatkan. artinya, disini saya kendur dalam komitmen..😆 #janganditiru
Kembali lagi, kecerdasan finansial itu bukan sekedar mengelola jajan ya teman2, tapi lebih pada konsep rizki yang harus dipertanggung jawabkan, bahwa ada:
-hak Allah
-hak orang lain
-investasi/masa depan
-kebutuhan dan keinginan...
untuk awalnya, fahamkan dulu soal :
uang adalah bagian dari rizki Allah.
bedakan kebutuhan dan keinginan
Satu lagi, setiap keluarga punya perencanaan keuangan yang unik dan berbeda-beda, sama sekali tidak bisa kita samaratakan......
Yang pasti, kita para ibu sedang meningkatkan kapasitas peran kita dari sekedar kasir menjadi financial planner
6. Tantia
Mba anak saya sdh masuk usia 7 th, mulai mengenal uang dan ingin sesekali jajan di warung, selama ini sy untuk jajanan saya belikan, nah mohon saran, melihat anak sdh mulai ada keinginan beli sendiri dan mungkin bisa menjadimenjadi sarana si kakak untuk mengelola, baiknya di berikan untuk jatah 1 hari atau 1 minggu?
Jawab:
bertahap dulu...
pasti ada euforia tiba2 pegang uang banyak....
(ingat dulu bingung punya uang banyak pas pertama2 punya penghasilan sendiri😂)
Percayakan per 2 hari, evaluasi, naikkan level, per3, per5...demikian seterusnya....✅
Penutup
Alhamdulillah sudah satu jam diswap kita....
mudah2an bisa melalui tantangan level#8 bersama2, makin rame yang excellent atau outstanding performance
Allahumma Aamiiiin...
Izin undur diri, moga dapat diambil manfaatnya diskusi kita malam ini, mohon maaf jika ada khilaf dan kekurangan saya ya teman2....
saya akhiri dg doa penutup majelis.
dan
Assalamu 'alaikum wr wb...
rezeki itu pasti, kemuliaan yang harus dicari
Host : Ardaniya Rizka
Notulen : Tantia
MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI
Memahamkan anak-anak bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, itu dimulai dari ibu. Termasuk pengelolaan uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan juga dimulai dari ibu.
Yuk bertumbuh bersama anak dengan menjadi teladan, sehingga anak ikut belajar mengelola uang dan bertanggungjawab terhadap bagian rejeki yang didapatkan di dalam kehidupan ini.
🎎Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak:
👶🏻Anak usia dini (<7th)
buatlah proyek pengenalan menabung, proses menabung dan membelanjakan tabungan. Perkuat bahwa semua rejeki berasal dari Allah. Ceritakan pengalaman bunda dalam mengenalkan konsep rejeki pada si kecil melalui tulisan dan atau foto.
👦🏻Usia pra baligh (7-14th)
Jika anak mulai mengerti uang/ memasuki usia SD ajarkan anak untuk mulai memilah antara keinginan dan kebutuhan. Buatlah tabel keuangan sederhana dan dampingi anak saat melakukan pencatatan. Ceritakan pengalaman bunda dan ananda dalam pengelolaan keuangan ananda. Bunda juga bisa membuat proyek sederhana untuk memperkuat konsep kepemilikan dan pengelolaan uang bagi ananda.
👱🏻Usia baligh (>14 tahun)
Jika anak sudah baligh atau sudah mulai mempunyai mimpi ajak anak menuliskan vision board dan mewujudkan mimpinya dengan membuat finansial planning. Dampingi dan beri semangat dalam menjalankan strategi dalam mendapatkan dan mengelola keuangan.
Bunda juga dapat menyertakan ananda dalam pengelolaan keuangan keluarga sebagai bagian pembelajaran bersama.
👩🏻💻Bagi yang sudah menikah belum memiliki anak serta bagi yang belum menikah
Ceritakan pengalaman anda dalam mengelola keuangan. Catatlah proses belajar membuat pencatatan keuangan dan membaginya ke dalam kantong belanja, infaq, dan tabungan. Identifikasi catatan keuangan Anda apakah sudah baik, perlu review ulang ataupun ada bocor halus dalam pengelolaannya.
💻 Bagi anda yang menggunakan blog, gunakan label:
Ibu Profesional
Bunda Sayang
Level 8
Tantangan 10 Hari
🖥 Gunakan hashtag berikut saat pengumpulan tugas:
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Setorkan tugas anda dengan menggunakan link berikut:
http://bit.ly/BunSayLevel8Dpk
Latih - percayai-jalani-supervisi-latih lagi
???SESI DISKUSI???
Host:
Alhamdulillah sudah banyak yang hadir.
Penasaran ya dengan ngobrol cantik nan berbobot sesi#8 ini?
Siapkan pertanyaan ❓❓yang sudah menggantung di benak.
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Mari kita sambut Mba Laila Dib ❤❤
Silakan Mba Laila...
Narasumber:
Bismillahirrahmaanirrahiiim...
Asslm wr wb teman2 pembelajar semua.....
Insya Allah satu jam kedepan kita akan diskusi santai soal tantangan level#8 kita ya....
1. Mba Nana
Kemarin sayang kepikiran, untuk pengenalan finansial sejak dini ini, apakah perlu diajarkan nominal uang ya mba?
Soalnya terus terang sampai sekarang anak sulung saya 4th belum mengenal pecahan, kalau masuk kencleng misalnya, belum mengenal nominal nya..
Jawab:
Perlu atau tidaknya memang sangat tergantung di lingkungan mana anak2 kita dibesarkan.
Jika dia besar di lingkungan yang ortunya pedagang, dia akan setiap hari melihat uang dan transaksi. Jika dia dibesarkan di keluarga yang suka jajan maka akan sedini mungkin dia akan perlu tahu tentang uang.
Namun, jika dia dibesarkan di keluarga yg non saya sebutkan diatas, maka tak perlu tergesa memperkenalkan nominal 1000, 2000 dst.
Kuatkan saja dlu konsep uang adalah bagian kecil dari rezeki, yang wajib dikelola sebagai amanah dari Allah. Mendiskusikan keinginan dan kebutuhan adalah hal yang berbeda jauh lebih penting di usia 4 tahun.
Jadi, lihat lagi kebutuhan si anak.✅
2⃣Assalamualikum bu Septi..
Berkaitan dengan kecerdasan finansial anak, ada beberapa yang ingin saya tanyakan :
1. Mulai kapan kita bisa mengenalkan kecerdasan finansial pada anak?
2. Untuk usia 4 tahun, dimana anak belum mengerti ttg uang bagaimana menumbuhkan kecerdasan finansialnya?
Terimakasih bu.
2⃣ Wa'alaykumsalam wr.wb Mbak Dian di Surabaya.
Sebelum masuk ke kecerdasan finansial yang perlu kita fokuskan justru konsep rejeki dan uang terlebih dahulu yang perlu dipahamkan ke anak-anak.
Contoh : anak usia 3 th ingin mobil-mobilan warna biru. Merengek minta ke ortunya.
Respon ortu : "Kak, bukan bapak ibu yang bisa memenuhi permintaanmu, hanya Allah yang bisa memenuhinya, maka mintalah ke Allah, Dia Yang Maha Kaya"
Apabila kita sudah ada kelebihan rejeki dan tergerak membeli mobil warna biru sesuai spec yg diingankan anak kita, segera belilah, dan berikan kejutan ke anak-anak
Ortu : "Kak, alhamdulillah Allah mengabulkan doamu, bapak ibu diberikan rejeki, dan digerakkan untuk membeli mobil-mobilan kesukaanmu, ini dia, segera bersyukur ke Allah ya"
Konsep rejeki sudah bisa mulai dilatihkan sejak anak mulai bisa berbicara usia 1 th ke atas - 7 th (usia sekolah) anak sudah punya keinginan dan kebutuhan.
Dipahamkan berulang-ulang, mana yg menjadi keinginan dan mana kebutuhan. Penuhi yang masuk kategori kebutuhan terlebih dahulu.
Setelah anak-anak paham konsep rejeki dan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, barulah dilatih unt merencanakan mini budget, sekitar usia -usia sekolah ( ingat, bukan uang jajan tetapi mini budget).
Tanyakan ke anak :
Usia 7-10 th:
"Apa saja kebutuhan kakak selama 3 hari - 1 minggu ini?"
Usia 11 -14 th: " Apa saja kebutuhan kakak selama 1 minggu - 1 bulan ini?"
Usia 14 th ke atas :
"Apa saja kebutuhan kakak selama 3 bulan - 1 tahun ini dan bagaimana cara mendapatkannya?"
Biarkan anak menyebutkan, menuliskan dan kita mempertimbangkan, menolak/menyetujui mini budget yg diajukan anak.
Biarkan mereka bertanggungjawab mengelolanya.
Ketika anak di bawah usia 14 th, sudah bisa berinisiatif untuk buka usaha sendiri unt memenuhi kebutuhannya, acungi jempol. Itu BONUS untuk anak.
Kalau uang jajan masih minta kita, berati BENAR, karena kebutuhan anak masih TANGGUNG JAWAB kita. Maka lanjutkan mini budget anak, dan latih terus sampai mahir mengelola pendapatan, tanpa harus mengungkit ungkit BONUS usaha yg dilakukan anak pre aqil baligh.
Ketika usianya masuk aqil baligh atau sudah 14 th ke atas, dan masih minta uang jajan kita itu artinya kita sedang ber SEDEKAH kepada fakir miskin, karena anak kita sdh aqil baligh, belum memiliki pekerjaan, atau sudah memiliki pekerjaan dan belum bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Maka jelaskan konsep ini ke anak aqil baligh dan IKHLASLAH ketika masih harus bersedekah ke mereka. Terima sebagai bentuk konsekuensi kesalahan pola pendidikan kita dulu. ✅ diatas 👆🏻ada pertanyaan senada, usia 4 tahun mba @Nana
2. Tantia
Assalamualaikum mba laila, mba mau tanya contoh tabel keuangan sederhana seperti apa ya?
Jawab:
Michel punya buku harian anak cermat karya mba Naila M tazkiyah, Anggota IIP juga. Nah...ada tabelnya....
-kolom tanggal,
-pemasukan terdiri dari 3 item
a. uang saku
b.hasil usaha (bila anak2 kita sudah berbisnis kecil2an)
c.hadiah (bisa THR, dll)
-Pengeluaran
terdiri dari :
a.keterangan (digunakan untuk apa)
b.kebutuhan
c.keinginan
d.berbagi
(anak2 tinggal centang, masuk ke katagori mana pengeluaran dia.
d. jumlah/Rp
_Sisa Uang
3. Mba Ika:
Berarti besar-kecilnya budget yang dikasih pun sesuai kesepakatan ya Mba? (Untuk usia 7-10 tahun)
Jawab:
Yup...kita diskusikan sesuai dengan standar keluarga kita dan kebutuhan anak2 kita✅
Apakah perlu dibantu diingatkan apa saja agendanya minggu ini? Atau kita biarkan dia mengetahuinya sendiri?
Jawab:
untuk awal rasanya memang perlu diingatkan, Michel juga srg diingatkan untuk
menuliskannya.
4. Mba Nurul
Buku pencatatan harian anak ini mulai usia berapa mba? 7tahun udah bisakah?
Jawab:
Saya memulainya saat Michel usia 7 tahun, saat dia sudah faham jajan, namun untuk kontinue menulis, PR banget buat saya. Karena Michel, sulung saya gak suka nulis...hehehhehehe....
Hanya saja, saat dia menginginkan sesuatu, kami sudah membiasakan bilang minta sama Allah, sama nabung dari jatah jajan, kalau ayah ada kemudahan rezeki dari Allah, ayah bisa tambah...
Mba nurul:
Saat itu gmn mba respon Michel? Bagaimana hasil dari pencatatan itu?
Jawab:
Untuk bisa mengelola uangnya dia belum dapat.
Malah seringnya dia merasa punya uang, dan bisa kasih ke ummi...😁
"pakai uang cutanda aja mi" dia sering x menawarkan jika uangnya sedang banyak....
Cuma kecerdasan logis matematis perlahan juga jalan dari buku finansial tersebut. Menambahkan, mengurangkan, membandingkan dsb...✅
5. Mba Diyan mm
Apakah sejak usia tsb michel sudah diberi uang saku?
Jawab:
Sudah, kebetulan Michel gak sekolah formal, jadi uang saku memang peruntukannya untuk jajan selama 1 minggu, dia pegang sendiri uangnya saat hari jajan, pilih sendiri, dan kelebihannya ditabung sendiri. Dia juga punya target sedekah setiap jumat ke mesjid via ayah. Tapi, inipun kadang2, umminya jg luput mengingatkan. artinya, disini saya kendur dalam komitmen..😆 #janganditiru
Kembali lagi, kecerdasan finansial itu bukan sekedar mengelola jajan ya teman2, tapi lebih pada konsep rizki yang harus dipertanggung jawabkan, bahwa ada:
-hak Allah
-hak orang lain
-investasi/masa depan
-kebutuhan dan keinginan...
untuk awalnya, fahamkan dulu soal :
uang adalah bagian dari rizki Allah.
bedakan kebutuhan dan keinginan
Satu lagi, setiap keluarga punya perencanaan keuangan yang unik dan berbeda-beda, sama sekali tidak bisa kita samaratakan......
Yang pasti, kita para ibu sedang meningkatkan kapasitas peran kita dari sekedar kasir menjadi financial planner
6. Tantia
Mba anak saya sdh masuk usia 7 th, mulai mengenal uang dan ingin sesekali jajan di warung, selama ini sy untuk jajanan saya belikan, nah mohon saran, melihat anak sdh mulai ada keinginan beli sendiri dan mungkin bisa menjadimenjadi sarana si kakak untuk mengelola, baiknya di berikan untuk jatah 1 hari atau 1 minggu?
Jawab:
bertahap dulu...
pasti ada euforia tiba2 pegang uang banyak....
(ingat dulu bingung punya uang banyak pas pertama2 punya penghasilan sendiri😂)
Percayakan per 2 hari, evaluasi, naikkan level, per3, per5...demikian seterusnya....✅
Penutup
Alhamdulillah sudah satu jam diswap kita....
mudah2an bisa melalui tantangan level#8 bersama2, makin rame yang excellent atau outstanding performance
Allahumma Aamiiiin...
Izin undur diri, moga dapat diambil manfaatnya diskusi kita malam ini, mohon maaf jika ada khilaf dan kekurangan saya ya teman2....
saya akhiri dg doa penutup majelis.
dan
Assalamu 'alaikum wr wb...
rezeki itu pasti, kemuliaan yang harus dicari
Komentar
Posting Komentar