Institut Ibu Profesional
Kelas Bunda Sayang sesi #8
Apa itu Cerdas Finansial?
Menurut para ahli cerdas finansial adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mengelola keuangan.
Apabila disesuaikan dengan konsep di Ibu Profesional bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, sehingga dengan belajar mengelola uang artinya kita belajar bertanggungjawab terhadap bagian rejeki yang kita dapatkan di dalam kehidupan ini.
Apa pentingnya cerdas finansial ini bagi anak-anak?
Di dalam Ibu Profesional kita memahami satu prinsip dasar dalam hal rejeki yaitu,
Rejeki itu pasti, kemuliaanlah yang harus dicari
Ketika anak sudah paham konsep dirinya, maka kita perlu menstimulus kecerdasan finansialnya agar :
Kemuliaan Anak Meningkat
dengan cara :
a. Anak paham konsep harta, bagaimana memperolehnya dan memanfaatkannya sesuai dengan kewajiban agama atas harta tersebut.
b. Anak bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan sendiri.
c. Anak terbiasa merencanakan (membuat budget) berdasarkan skala prioritas.
d. Anak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
e. Anak memiliki rasa percaya diri dengan pilihan "gaya hidup" sesuai dengan fitrahnya, tidak terpengaruh dengan gaya hidup orang lain.
f. Anak paham dan punya pilihan hidup untuk menjadi employee, self employee, bussiness owner atau investor.
Bagaimana Cara Menstimulus Cerdas Finansial pada Anak?"
1.Anak-anak perlu dipahamkan terlebih dahulu bahwa rejeki itu datang dari Sang Maha Pemberi Rejeki, sangat luas dan banyak, uang/gaji orangtua itu hanya sebagian kecil dari rejeki.
Sehingga jangan batasi mimpi anak, dengan kadar rejeki orangtuanya saat ini.
Karena sejatinya Anak-anak adalah milik Dia Yang Maha Kaya, bukan milik kita
Sehingga kalau akan minta sesuatu yang diperlukan anak, mimpi sesuatu, mintalah ke Dia Yang Maha Kaya, bukan ke manusia, meski itu orangtuanya.
2. Ajak anak berdialog tentang arti KEBUTUHAN dan KEINGINAN
Kebutuhan adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda
Keinginan adalah sesuatu yang bisa ditunda.
Bantu anak-anak membuat skala prioritas kebutuhan hidupnya berdasarkan dua hal tersebut di atas.
3. Setelah paham dengan prioritas kebutuhan hidupnya, maka latih anak untuk membuat "mini budget", sebagai bentuk latihan merencanakan berdasarkan skala prioriitas
Mini budget ini bisa dibuat 3 harian, 1 minggu atau 1 bulan bergantung pada kemampuan dan usia anak.
Dengan adanya mini budget ini anak akan berkomitmen untuk mematuhi apa yang sudah disepakati, kemudian bertanggung jawab menerima konsekuensi apapun atas kesepakatan yang sudah dibuatnya
4. Anak dilatih mengelola pendapatan berdasarkan ketentuan yang diyakini oleh keluarga kita.
Contoh : Apabila mini budget sudah disetujui oleh orangtua, dana sudah keluar, anak-anak akan belajar memakai ketentuan yang sudah disepakati keluarga misal kita ambil contoh sbb:
Hak Allah : 2,5 - 10% pendapatan
Hak orang lain : max 30% pendapatan
Hak masa depan : min 20% pendapatan
Hak diri sendiri : 40-60% pendapatan
5. Lakukan apresiasi setiap anak menceritakan bagaimana dia menjalankan mini budget sesuai kesepakatan.
Latih lagi anak-anak untuk membuat mini budget berikutnya dengan lebih baik.
Prinsipnya adalah : Latih - percayai-jalani-supervisi-latih lagi.
Ingat sekali lagi prinsip di Ibu Profesional
for things to CHANGE, I MUST CHANGE FIRST
Apabila kita menginginkan perubahan maka mulailah dari diri kita terlebih dahulu.
Maka sejatinya materi ini adalah proses kita sebagai orangtua agar cerdas finansial dengan cara learning by teaching belajar mengajar bersama anak-anak. Jadi yang utama harus belajar tentang cerdas finansial ini adalah kita, orangtuanya, kemudian pandu kecerdasan finansial anak-anak kita sesuai tahapan umurnya.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
📚Sumber bacaan
Ahmad Gozali, Cashflow for muslim, 2016
Septi Peni Wulandani, Mendidik Anak Cerdas Finansial, bunda sayang, 2015
Eko P Pratomo, Cerdas Finansial, artikel Kontan, 2015
??? SESI TANYA JAWAB???
[20:00, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: ssalamu'alaikum wr.wb
Selamat datang di kelas Bunsay Depok Sesi#8.
Materi kali ini terkait dengan mendidik anak untuk sadar finansial sedari dini.
Alhamdulillah Mba Diah sudah bisa hadir bersama kita, meskipun dengan sinyal yang kurang bersahabat.
Untuk memperlancar pembelajaran kita kali ini dan ilmu yang ada berkah, kita mulai dengan membaca basmallah.
Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan nama Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
[20:00, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Silakan Mba Diah...
[20:00, 9/11/2017] +64 22 421 1561: Bismillaahirrahmaanirrahiim
[20:01, 9/11/2017] +62 812-1349-3830: Bismillaahirrahmaanirrahiim
[20:04, 9/11/2017] +62 857-2368-1645: 🙋🏻
[20:05, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Assalamualaikum
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Malam ini kita ngobrol cantik ya, sharing pengalaman membersamai anak untuk bisa cerdas finansial
Maaf sedikit slowres krn terkendala sinyal
Yuk kira mulai saja
Silakan yg mau berbagi pengalaman , memberi tanggapan atas materi td pagi atau bertanya
Kita punya waktu sampai pukul 21 wib
[20:05, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: *kita
[20:11, 9/11/2017] +62 812-1916-4475: Wa'alaykumussalam....Bismillah
[20:12, 9/11/2017] +62 857-2368-1645: Usia 5 th yg tak biasa jajan gmn ngajarinnya y mba?
[20:15, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Terkait materi: hak masa depan itu bagaimana ya Mba? Hak orang lain dan Hak Allah berbeda kah? Seringnya kita menolong orang karena Allah. Menjelaskannya bagaimana ya Mba?
[20:15, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Bukan ngajari jajannya mb fitpur tapi bgmn mengelola keuangan
Untuk anak2 usia dini 1-7th dimulai dari konsep rezeki datangnya dari Allah , jd kalo minta apa2 mintanya sama Allah
Setelah konsep ini dipahami anak, baru diajarkan memilah mana kebutuhan, mana keinginan
[20:15, 9/11/2017] +62 812-1349-3830: Assalamualaikum mba diah,pada usia berapa anak siap dgn finasial plan, smp membuat mini budget?
[20:16, 9/11/2017] +62 812-1916-4475: Saya tergelitik dengan statemen "Jangan batasi mimpi anak dengan kadar rejeki orangtua saat ini"
Bagaimana dengan contoh kasus misalnya, anak ingin ikut 5 kegiatan ekskul di sekolah, sedangkan budget orangtua hanya sanggup memenuhi 2 ekskul saja. Apakah harus memenuhi keinginan anak karena kan tdk boleh dibatasi. Apakah boleh di batasi setelah berdiskusi bersama.
Sehingga anak juga mengetahui finasial keluarga, mana yg perlu didahulukan dan mana yg tidak.
Mohon pencerahannya 🙏
[20:17, 9/11/2017] +62 857-2368-1645: Oh i see ..
[20:17, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Hak masa depan ini tabungan mb ika
Hak Allah , saya memahaminya sebagai kewajiban zakat
Hak orang lain = infaq/sedekah
[20:19, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Saat anak sdh punya konsep diri yg kuat
Di situ dia sdh paham bhw rezeki itu dari Allah dan bisa memilah mana kebutuhan/keinginan
[20:22, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Menurut pendapat saya, anak sebaiknya duduk bersama ortu membahas perencanaan keuangan keluarga
Karena di dalamnya ada bagian anak
Jika ortu hanya sanggup membiayai 1 eskul sedang anak maunya lebih, diskusikan bersama bgmn cara mendapatkan uang lebih untuk membiayak eskul pilihan tsb 🙏🏻
[20:22, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: *membiayai
[20:23, 9/11/2017] +62 812-1349-3830: Bagaimana ciri2 anak bisa memilih mana kebutuhan dan mana keinginana mba di?Bagaimana kalau anak2 masih dominan keinginan dan ikut trend krn temannya punya jadi pengen juga, apa yg sebaiknya ortu lakukan?
[20:23, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Sungguh, ini pembelajaran buat saya. Pondasi banget ☺
[20:24, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Anak2 pre baligh yg sdh terbiasa mengelola keuangan akan lbh mudah diajak membuat project mewujudkan mimpi (vision board) sbg persiapan baligh nanti
[20:24, 9/11/2017] +64 22 421 1561: Menariik bahasannyaa 😍
[20:25, 9/11/2017] +62 813-1576-7757: Anak belajar tentang kebutuhan dan keinginan baiknya usia berapa ya? Di usia putri saya 6-7 sy coba ajarkan, tp kayaknya dia belum paham betul.
[20:26, 9/11/2017] +64 22 421 1561: Well noted Mba Diah 👍🏼
[20:28, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Adakah yg bisa membantu menjawab apa yh dimaksud dengan kebutuhan dan keinginan ?
🙋🏻
[20:29, 9/11/2017] +62 812-1916-4475: Alhamdulillah noted mba Diah 😍😊
[20:30, 9/11/2017] +62 812-1916-4475: Kebutuhan adalah hal mendesak yang memang benar2 kita perlukan saat ini. Keinginan belum tentu hal mendesak yg sedang kita perlukan
[20:30, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Kebutuhan tidak bisa ditunda, keinginan bisa ditunda.
[20:31, 9/11/2017] +62 813-1576-7757: Kebutuhan sesuatu yg memang diperlukan, tidak bisa ditunda. Kl keinginan belum tentu diperlukan, jadi bisa ditunda
[20:34, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: 👍🏼👍🏼
[20:34, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: 👍🏼👍🏼
[20:34, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: 👍🏼👍🏼
[20:35, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: 👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼
Seneng deh pada pinter2 jawabnya 😍
[20:36, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Nah yg td disebutkan oleh mb icha, mb ika dan mb nurul itulah yang harus berulangkali dikuatkan kepada anak2 kita sehingga mereka paham mana kebutuhan mana keinginan, mana yg mendesak mana yg bisa ditunda
[20:39, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Secara teori tahu, Mba. Tapi pas prakteknya itu lhoo.. misalnya, si abang merengek-rengek sepanjang minggu minta lego. Bernego dengan segala macam nego. Disitu kesabaran saya diuji, Mba..
[20:40, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Kuatkan konsep diri ananda mb Tantia , anak yg memiliki konsep diri yg kuat tdk akan mudah ikut arus/ trend
[20:41, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Sudah dipahamkan konsep rezeki berasal dari Allah belum mba?
[20:46, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Sepertinya perlu dikuatkan lagi Mba.. mudah-mudahan belum terlambat. Cara penguatan yang tepat bagaimana ya Mba?
[20:49, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Ada contoh dari bu septi seperti ini :
Anak usia 3 th ingin mobil-mobilan warna biru. Merengek minta ke ortunya.
Respon ortu : "Kak, bukan bapak ibu yang bisa memenuhi permintaanmu, hanya Allah yang bisa memenuhinya, maka mintalah ke Allah, Dia Yang Maha Kaya"
Apabila kita sudah ada kelebihan rejeki dan tergerak membeli mobil warna biru sesuai spec yg diingankan anak kita, segera belilah, dan berikan kejutan ke anak-anak
Ortu : "Kak, alhamdulillah Allah mengabulkan doamu, bapak ibu diberikan rejeki, dan digerakkan untuk membeli mobil-mobilan kesukaanmu, ini dia, segera bersyukur ke Allah ya"
Konsep rejeki sudah bisa mulai dilatihkan sejak anak mulai bisa berbicara usia 1 th ke atas - 7 th (usia sekolah) anak sudah punya keinginan dan kebutuhan.
Dipahamkan berulang-ulang, mana yg menjadi keinginan dan mana kebutuhan. Penuhi yang masuk kategori kebutuhan terlebih dahulu.
[20:50, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Dibintangin😍
[20:52, 9/11/2017] +62 812-1916-4475: 😍😍
[20:54, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Baru bisa tercerna setelah Aisyah tidur 😅. Insyaa Allah kami mulai dari awal/dasar untuk pembelajaran Finansial ini ke adli. Alhamdulillah dapat ilmunya sekarang.
[20:59, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Sudah hampir jam 21, apakah masih ada pertanyaan atau tanggapan?
[21:01, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Sepertinya sudah tidak ada Mba. Silakan penutupnya Mba Diah
[21:04, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Alhamdulillah selesai juga obrolan cantik kita malam ini
Semoga bisa mempermudah kita memahami materi#8 dan pengerjaan game level 8
Terima kasih kepada teman2 yang sudah hadir dan berkontribusi
Mohon maaf atas segala kesalahan
Billahi taufik wal hidayah wassaalamualaikum wr wb
🙏🏻
[21:06, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Terima kasih atas waktunya Mba Diah.
Terima kasih atas kehadirannya teman-teman.
Kita nantikan tantangan besok 😍.
Yuk, kita sama-sama belajar. Dan lulus sama-sama.😊
Mohon maaf atas kekurangan yang ada.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
[21:11, 9/11/2017] +64 22 421 1561: Wa'alaikumsalam warahmatullah
[21:11, 9/11/2017] +64 22 421 1561: Jazakillah khair banyak pesan yang dibintangin nih..bermanfaat 👍🏼
[21:14, 9/11/2017] +62 813-1576-7757: Wa'alaikumsalam warahmatullah.Jazakillah khair Mba Diah
Kelas Bunda Sayang sesi #8
Apa itu Cerdas Finansial?
Menurut para ahli cerdas finansial adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mengelola keuangan.
Apabila disesuaikan dengan konsep di Ibu Profesional bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, sehingga dengan belajar mengelola uang artinya kita belajar bertanggungjawab terhadap bagian rejeki yang kita dapatkan di dalam kehidupan ini.
Apa pentingnya cerdas finansial ini bagi anak-anak?
Di dalam Ibu Profesional kita memahami satu prinsip dasar dalam hal rejeki yaitu,
Rejeki itu pasti, kemuliaanlah yang harus dicari
Ketika anak sudah paham konsep dirinya, maka kita perlu menstimulus kecerdasan finansialnya agar :
Kemuliaan Anak Meningkat
dengan cara :
a. Anak paham konsep harta, bagaimana memperolehnya dan memanfaatkannya sesuai dengan kewajiban agama atas harta tersebut.
b. Anak bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan sendiri.
c. Anak terbiasa merencanakan (membuat budget) berdasarkan skala prioritas.
d. Anak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
e. Anak memiliki rasa percaya diri dengan pilihan "gaya hidup" sesuai dengan fitrahnya, tidak terpengaruh dengan gaya hidup orang lain.
f. Anak paham dan punya pilihan hidup untuk menjadi employee, self employee, bussiness owner atau investor.
Bagaimana Cara Menstimulus Cerdas Finansial pada Anak?"
1.Anak-anak perlu dipahamkan terlebih dahulu bahwa rejeki itu datang dari Sang Maha Pemberi Rejeki, sangat luas dan banyak, uang/gaji orangtua itu hanya sebagian kecil dari rejeki.
Sehingga jangan batasi mimpi anak, dengan kadar rejeki orangtuanya saat ini.
Karena sejatinya Anak-anak adalah milik Dia Yang Maha Kaya, bukan milik kita
Sehingga kalau akan minta sesuatu yang diperlukan anak, mimpi sesuatu, mintalah ke Dia Yang Maha Kaya, bukan ke manusia, meski itu orangtuanya.
2. Ajak anak berdialog tentang arti KEBUTUHAN dan KEINGINAN
Kebutuhan adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda
Keinginan adalah sesuatu yang bisa ditunda.
Bantu anak-anak membuat skala prioritas kebutuhan hidupnya berdasarkan dua hal tersebut di atas.
3. Setelah paham dengan prioritas kebutuhan hidupnya, maka latih anak untuk membuat "mini budget", sebagai bentuk latihan merencanakan berdasarkan skala prioriitas
Mini budget ini bisa dibuat 3 harian, 1 minggu atau 1 bulan bergantung pada kemampuan dan usia anak.
Dengan adanya mini budget ini anak akan berkomitmen untuk mematuhi apa yang sudah disepakati, kemudian bertanggung jawab menerima konsekuensi apapun atas kesepakatan yang sudah dibuatnya
4. Anak dilatih mengelola pendapatan berdasarkan ketentuan yang diyakini oleh keluarga kita.
Contoh : Apabila mini budget sudah disetujui oleh orangtua, dana sudah keluar, anak-anak akan belajar memakai ketentuan yang sudah disepakati keluarga misal kita ambil contoh sbb:
Hak Allah : 2,5 - 10% pendapatan
Hak orang lain : max 30% pendapatan
Hak masa depan : min 20% pendapatan
Hak diri sendiri : 40-60% pendapatan
5. Lakukan apresiasi setiap anak menceritakan bagaimana dia menjalankan mini budget sesuai kesepakatan.
Latih lagi anak-anak untuk membuat mini budget berikutnya dengan lebih baik.
Prinsipnya adalah : Latih - percayai-jalani-supervisi-latih lagi.
Ingat sekali lagi prinsip di Ibu Profesional
for things to CHANGE, I MUST CHANGE FIRST
Apabila kita menginginkan perubahan maka mulailah dari diri kita terlebih dahulu.
Maka sejatinya materi ini adalah proses kita sebagai orangtua agar cerdas finansial dengan cara learning by teaching belajar mengajar bersama anak-anak. Jadi yang utama harus belajar tentang cerdas finansial ini adalah kita, orangtuanya, kemudian pandu kecerdasan finansial anak-anak kita sesuai tahapan umurnya.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
📚Sumber bacaan
Ahmad Gozali, Cashflow for muslim, 2016
Septi Peni Wulandani, Mendidik Anak Cerdas Finansial, bunda sayang, 2015
Eko P Pratomo, Cerdas Finansial, artikel Kontan, 2015
??? SESI TANYA JAWAB???
[20:00, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: ssalamu'alaikum wr.wb
Selamat datang di kelas Bunsay Depok Sesi#8.
Materi kali ini terkait dengan mendidik anak untuk sadar finansial sedari dini.
Alhamdulillah Mba Diah sudah bisa hadir bersama kita, meskipun dengan sinyal yang kurang bersahabat.
Untuk memperlancar pembelajaran kita kali ini dan ilmu yang ada berkah, kita mulai dengan membaca basmallah.
Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan nama Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
[20:00, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Silakan Mba Diah...
[20:00, 9/11/2017] +64 22 421 1561: Bismillaahirrahmaanirrahiim
[20:01, 9/11/2017] +62 812-1349-3830: Bismillaahirrahmaanirrahiim
[20:04, 9/11/2017] +62 857-2368-1645: 🙋🏻
[20:05, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Assalamualaikum
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Malam ini kita ngobrol cantik ya, sharing pengalaman membersamai anak untuk bisa cerdas finansial
Maaf sedikit slowres krn terkendala sinyal
Yuk kira mulai saja
Silakan yg mau berbagi pengalaman , memberi tanggapan atas materi td pagi atau bertanya
Kita punya waktu sampai pukul 21 wib
[20:05, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: *kita
[20:11, 9/11/2017] +62 812-1916-4475: Wa'alaykumussalam....Bismillah
[20:12, 9/11/2017] +62 857-2368-1645: Usia 5 th yg tak biasa jajan gmn ngajarinnya y mba?
[20:15, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Terkait materi: hak masa depan itu bagaimana ya Mba? Hak orang lain dan Hak Allah berbeda kah? Seringnya kita menolong orang karena Allah. Menjelaskannya bagaimana ya Mba?
[20:15, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Bukan ngajari jajannya mb fitpur tapi bgmn mengelola keuangan
Untuk anak2 usia dini 1-7th dimulai dari konsep rezeki datangnya dari Allah , jd kalo minta apa2 mintanya sama Allah
Setelah konsep ini dipahami anak, baru diajarkan memilah mana kebutuhan, mana keinginan
[20:15, 9/11/2017] +62 812-1349-3830: Assalamualaikum mba diah,pada usia berapa anak siap dgn finasial plan, smp membuat mini budget?
[20:16, 9/11/2017] +62 812-1916-4475: Saya tergelitik dengan statemen "Jangan batasi mimpi anak dengan kadar rejeki orangtua saat ini"
Bagaimana dengan contoh kasus misalnya, anak ingin ikut 5 kegiatan ekskul di sekolah, sedangkan budget orangtua hanya sanggup memenuhi 2 ekskul saja. Apakah harus memenuhi keinginan anak karena kan tdk boleh dibatasi. Apakah boleh di batasi setelah berdiskusi bersama.
Sehingga anak juga mengetahui finasial keluarga, mana yg perlu didahulukan dan mana yg tidak.
Mohon pencerahannya 🙏
[20:17, 9/11/2017] +62 857-2368-1645: Oh i see ..
[20:17, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Hak masa depan ini tabungan mb ika
Hak Allah , saya memahaminya sebagai kewajiban zakat
Hak orang lain = infaq/sedekah
[20:19, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Saat anak sdh punya konsep diri yg kuat
Di situ dia sdh paham bhw rezeki itu dari Allah dan bisa memilah mana kebutuhan/keinginan
[20:22, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Menurut pendapat saya, anak sebaiknya duduk bersama ortu membahas perencanaan keuangan keluarga
Karena di dalamnya ada bagian anak
Jika ortu hanya sanggup membiayai 1 eskul sedang anak maunya lebih, diskusikan bersama bgmn cara mendapatkan uang lebih untuk membiayak eskul pilihan tsb 🙏🏻
[20:22, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: *membiayai
[20:23, 9/11/2017] +62 812-1349-3830: Bagaimana ciri2 anak bisa memilih mana kebutuhan dan mana keinginana mba di?Bagaimana kalau anak2 masih dominan keinginan dan ikut trend krn temannya punya jadi pengen juga, apa yg sebaiknya ortu lakukan?
[20:23, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Sungguh, ini pembelajaran buat saya. Pondasi banget ☺
[20:24, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Anak2 pre baligh yg sdh terbiasa mengelola keuangan akan lbh mudah diajak membuat project mewujudkan mimpi (vision board) sbg persiapan baligh nanti
[20:24, 9/11/2017] +64 22 421 1561: Menariik bahasannyaa 😍
[20:25, 9/11/2017] +62 813-1576-7757: Anak belajar tentang kebutuhan dan keinginan baiknya usia berapa ya? Di usia putri saya 6-7 sy coba ajarkan, tp kayaknya dia belum paham betul.
[20:26, 9/11/2017] +64 22 421 1561: Well noted Mba Diah 👍🏼
[20:28, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Adakah yg bisa membantu menjawab apa yh dimaksud dengan kebutuhan dan keinginan ?
🙋🏻
[20:29, 9/11/2017] +62 812-1916-4475: Alhamdulillah noted mba Diah 😍😊
[20:30, 9/11/2017] +62 812-1916-4475: Kebutuhan adalah hal mendesak yang memang benar2 kita perlukan saat ini. Keinginan belum tentu hal mendesak yg sedang kita perlukan
[20:30, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Kebutuhan tidak bisa ditunda, keinginan bisa ditunda.
[20:31, 9/11/2017] +62 813-1576-7757: Kebutuhan sesuatu yg memang diperlukan, tidak bisa ditunda. Kl keinginan belum tentu diperlukan, jadi bisa ditunda
[20:34, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: 👍🏼👍🏼
[20:34, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: 👍🏼👍🏼
[20:34, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: 👍🏼👍🏼
[20:35, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: 👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼
Seneng deh pada pinter2 jawabnya 😍
[20:36, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Nah yg td disebutkan oleh mb icha, mb ika dan mb nurul itulah yang harus berulangkali dikuatkan kepada anak2 kita sehingga mereka paham mana kebutuhan mana keinginan, mana yg mendesak mana yg bisa ditunda
[20:39, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Secara teori tahu, Mba. Tapi pas prakteknya itu lhoo.. misalnya, si abang merengek-rengek sepanjang minggu minta lego. Bernego dengan segala macam nego. Disitu kesabaran saya diuji, Mba..
[20:40, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Kuatkan konsep diri ananda mb Tantia , anak yg memiliki konsep diri yg kuat tdk akan mudah ikut arus/ trend
[20:41, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Sudah dipahamkan konsep rezeki berasal dari Allah belum mba?
[20:46, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Sepertinya perlu dikuatkan lagi Mba.. mudah-mudahan belum terlambat. Cara penguatan yang tepat bagaimana ya Mba?
[20:49, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Ada contoh dari bu septi seperti ini :
Anak usia 3 th ingin mobil-mobilan warna biru. Merengek minta ke ortunya.
Respon ortu : "Kak, bukan bapak ibu yang bisa memenuhi permintaanmu, hanya Allah yang bisa memenuhinya, maka mintalah ke Allah, Dia Yang Maha Kaya"
Apabila kita sudah ada kelebihan rejeki dan tergerak membeli mobil warna biru sesuai spec yg diingankan anak kita, segera belilah, dan berikan kejutan ke anak-anak
Ortu : "Kak, alhamdulillah Allah mengabulkan doamu, bapak ibu diberikan rejeki, dan digerakkan untuk membeli mobil-mobilan kesukaanmu, ini dia, segera bersyukur ke Allah ya"
Konsep rejeki sudah bisa mulai dilatihkan sejak anak mulai bisa berbicara usia 1 th ke atas - 7 th (usia sekolah) anak sudah punya keinginan dan kebutuhan.
Dipahamkan berulang-ulang, mana yg menjadi keinginan dan mana kebutuhan. Penuhi yang masuk kategori kebutuhan terlebih dahulu.
[20:50, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Dibintangin😍
[20:52, 9/11/2017] +62 812-1916-4475: 😍😍
[20:54, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Baru bisa tercerna setelah Aisyah tidur 😅. Insyaa Allah kami mulai dari awal/dasar untuk pembelajaran Finansial ini ke adli. Alhamdulillah dapat ilmunya sekarang.
[20:59, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Sudah hampir jam 21, apakah masih ada pertanyaan atau tanggapan?
[21:01, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Sepertinya sudah tidak ada Mba. Silakan penutupnya Mba Diah
[21:04, 9/11/2017] Diah Soehadi IIP: Alhamdulillah selesai juga obrolan cantik kita malam ini
Semoga bisa mempermudah kita memahami materi#8 dan pengerjaan game level 8
Terima kasih kepada teman2 yang sudah hadir dan berkontribusi
Mohon maaf atas segala kesalahan
Billahi taufik wal hidayah wassaalamualaikum wr wb
🙏🏻
[21:06, 9/11/2017] +62 878-3837-1106: Terima kasih atas waktunya Mba Diah.
Terima kasih atas kehadirannya teman-teman.
Kita nantikan tantangan besok 😍.
Yuk, kita sama-sama belajar. Dan lulus sama-sama.😊
Mohon maaf atas kekurangan yang ada.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
[21:11, 9/11/2017] +64 22 421 1561: Wa'alaikumsalam warahmatullah
[21:11, 9/11/2017] +64 22 421 1561: Jazakillah khair banyak pesan yang dibintangin nih..bermanfaat 👍🏼
[21:14, 9/11/2017] +62 813-1576-7757: Wa'alaikumsalam warahmatullah.Jazakillah khair Mba Diah
Komentar
Posting Komentar