Langsung ke konten utama

💥Semangat Senin 💥 24 Juli 2017

Energizer: Bunda Nana Adha

Untukmu, Para Ibu Yang Lelah
(Ustadz Budi Ashari, Lc)


Pekerjaan rumah tidak ada habisnya. Dari berantakan... rapi.... Tidak lama berantakan lagi.
Dari kotor....bersih....tidak lama kotor lagi. Anak-anak, suami, dapur, rumah dan seterusnya...dan seterusnya....

Ali bin Abi Thalib sebagai suami menuturkan betapa lelah istrinya mengurusi rumah yg tak seberapa besar itu. Tangan Fatimah putri Nabi yg mulia itu menjadi keras dan kasar karena harus menumbuk dan mengadoni sendiri dengan menggunakan roha (alat tumbuk saat itu). Hingga suatu hari mereka berdua mendengar bahwa Nabi mendapatkan budak yg bisa dijadikan pembantu.

Fatimah datang utk memohon pembantu dari ayah mulia Rasulullah. Tapi Rasul tidak ada di tempat. Fatimah hanya berjumpa Aisyah. Aisyah berjanji menyampaikannya.

Malam itu, saat Ali dan Fatimah sudah bersiap istirahat dan telah berbaring. Ayahanda Rasulullah datang...
Keduanya bersegera ingin bangun.
Rasul berkata: "Tetaplah di tempat kalian berdua."

Beliau mendekat dan duduk di antara mereka berdua hingga Ali merasakan dingin telapak kaki beliau mengenai perutnya.

Kemudian ayahanda Rasulullah berkata:
"Maukah aku tunjukkan pada kalian berdua yg lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian berdua sudah hendak tidur maka bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33 kali dan bertakbirlah 34 kali. Itu lebih baik bagi kalian berdua dari seorang pembantu."

Jika itu Fatimah, maka inilah ibunya Khadijah radhiallahu anha.
Jibril pernah datang kepada Nabi. Tapi kedatangannya kali ini bukan menyampaikan ayat. Jibril datang turun dari langit yg tujuh sana hanya utk menyampaikan memberi salam. Salam untuk istri Nabi, Khadijah yg mulia.

Jibril berkata:
_"Wahai Rasulullah, ini Khadijah akan datang membawa periuk ada lauk di dalamnya. Jika dia nanti datang sampaikan salam dari Rabb nya dan dariku. Dan beritakan untuknya kabar gembira tentang surga yang tidak ada kegaduhan dan tidak ada kelelahan di dalamnya."

(Salam dari kami para ayah untuk para ibu yg lelah. Dua kisah istimewa dari dalam rumah nubuwwah. Untukmu para ibu.....
Selamat ibu, dengan semua kelelahan urusan rumah. Semoga salam Allah dan para malaikat untukmu dan surga balasan tertinggimu.
Salam untukmu para ahlul bait...)

#sapapagiBA                       

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...