Langsung ke konten utama

🍪Cemilan 2 Level #6 26 Juli 2017 🍪

🔅Tahapan perkembangan Kognitif (Logis-matematis)🔅

Kemampuan Logis matematis merupakan ranah kognitif. Kognitif adalah salah satu domain atau wilayah ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan. Ranah kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan ranah rasa (Chaplin, 1972).

Jauh sebelum anak berurusan dengan simbol abstrak dan rumus, ia akan menemukan matematika dalam berbagai benda yang dilihat dan disentuhnya. Semakin berkembang pengetahuan anak, apalagi dengan stimulasi yang tepat dari orangtua dan lingkungannya, anak akan semakin mampu menerapkan dasar-dasar konsep matematika seperti mengklasifikasi, membandingkan, menyusun urutan dan berhitung.

Tahap Perkembangan Kognitif manusia (versi Piaget) dan capaian Logis matematisnya (dari berbagai sumber)

🔅Tahap Sensori-motor (0-2 tahun)
Biarkan anak berinteraksi dengan lingkungannya, mengenal berbagai benda, suara dan keadaan. Anak akan mengasimilasikan skema sensori-motor sedemikian rupa dengan mengerahkan kemampuan akomodasi yang ia miliki hingga mencapai ekuilibrium yang memuaskan kebutuhannya,

Usia 0-1 tahun, anak suka mengamati apa saja yang ada disekitarnya yang dapat dijangkau dengan mudah.

Usia 1,5 -  2,5 tahun anak memiliki kemampuan object permanence (ketetapan adanya benda) sehingga dapat mulai mengklasifikasikan obyek berdasarkan warna, bentuk dan fungsi. Apabila anak mulai berbicara, kesadaran terhadap konsep besar dan kecil akan berkembang dan memasuki tingkatan konsep lebih besar atau lebih kecil dengan membandingkan berbagai benda.

🔅Tahap praoperasional (2-7 tahun)
Muncul kapasitas kognitif baru yaitu representation (representasi), atau gambaran mental. Anak dapat berpikir dan menyimpulkan eksistensi sebuah benda atau kejadian tertentu walaupun benda atau kejadian itu berada di luar jangkauan panca inderanya.

Pada usia ini muncul gejala belajar berdasarkan titian akal (insight learning), anak mulai mampu melihat situasi problematik (memahami bahwa sesuatu mengandung masalah) dan berfikir sesaat, sehingga muncul reaksi ‘aha’ dan ia mampu memecahkan masalahnya.

Kemampuan logis-matematis:
- mengenal konsep persamaan dan perbedaan (laki-laki perempuan, siang-malam,)
- mengelompokkan benda berdasarkan warna, jenis,
- menentukan posisi (luar-dalam, atas-bawah, kiri-kanan, depan-belakang)
- mengenal dan mengidentifikasi bangun geometri,
- menghubungkan ukuran dengan benda yang ada di sekitarnya,
- memperkirakan ukuran jumlah (panjang-pendek, berat-ringan, penuh-kosong)
- mengurutkan benda berdasarkan ukuran,
- mengamati perubahan bentuk cair-beku-uap-embun
- mengidentifikasi perubahan benda (rasa, bau, warna)
- Mengenal konsep waktu berkan kegiatan
- mengenal konsep hari
- mengenal konsep dan lambang bilangan 1-20

🔅Tahap Konkret-Operasional (7-11 tahun)
Pada tahap ini anak memperoleh tambahan kemampuan yang disebut system of operation (satuan langkah berpikir). Kemampuan ini berfungsi untuk mengoordinasikan pemikiran dan idenya dengan peristiwa tertentu ke dalam sistem pemikirannya sendiri.

Sistem operasi kognitif yang meliputi:
🍡 Conservation (konservasi/pengekalan) adalah kemampuan anak dalam memahami aspek-aspek akumulatif materi seperti volume dan jumlah. Anak yang mampu mengenali sifat kuantitatif benda akan tahu bahwa sifat kuantitatif benda tersebut tidak akan berubah secara sembarangan.
🍡 Addition of classes (Penambahan golongan benda), kemampuan anak dalam memahami cara mengombinasikan beberapa golongan benda yg dianggap berkelas lebih rendah, seperti mawar dan melati lalu menghubungkannya dengan bunga. Juga sebaliknya, dari tinggi ke rendah. Misalnya bunga menjadi mawar, melati dan seterusnya.
🍡 Multiplication of classes (pelipatgandaan golongan benda), kemampuan yang melibatkan pengetahuan mengenai cara mempertahankan dimensi-dimensi benda (misalnya warna dan tipe bunga) untuk membentuk gabungan golongan benda (misalnya mawar merah, mawar putih, dan seterusnya), juga kemampuan sebaliknya yaitu memisahkan gabungan golongan benda menjadi dimensinya tersendiri. Warna bunga mawar terdiri atas merah, putih dan kuning., dan seterusnya

🔅Tahap Formal-Operasional (11-15 tahun)
Disebut sebagai perkembangan kognitif tahap akhir, pada usia ini anak menginjak remaja. Pada tahap ini seorang remaja dapat mengatasi keterbatasan pemikiran konkret-operasional sehingga ia memiliki kemampuan mengoordinasikan dua ragam kemampuan kognitif :
🍡Kapasitas menggunakan hipotesis. Dalam hal ini seorang remaja berpikir mengenai sesuatu khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang ia respons
🍡 Kapasitas menggunakan prinsi-prinsip abstrak. Seorang remaja akan mampu mempelajari materi-materi pelajaran yang abstrak, seperti ilmu agama (misalnya ilmu tauhid), ilmu matematika dan ilmu-ilmu abstrak lainnya dengan luas dan lebih mendalam.

Dua Kapasitas kognitif ini sangat berpengaruh terhadap kualitas skema kognitif karena pada tahap inilah seseorang dianggap telah mulai dewasa dan memiliki kedewasaan berpikir.

DAFTAR PUSTAKA
Syah, Muhibbin. 2015. Psikologi Belajar. Rawajali Pers. Jakarta.

Kecerdasan logika-matematika Anak Usia Dini.http://ekacahyamaulidiyah.blogspot.co.id/2014/02/kecerdasan-logika-matematika-anak-usia.html                       

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...