TANTANGAN BERKOMUNIKASI PRODUKTIF
KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI
Bismillahirrohmanirrohiim…
Bada sholat dhuha saya bermuhasabah dan merenung tentang pribadi diri.
Ya Allah begitu diri ini belum bisa membersamai anak-anak dengan baik, sudah 2 tahun di rumah tetapi mengapa masih sering menegang dan ada tangis anak-anak.
Buku 12 materi pokok Bunda Sayang telah lama dimiliki sesekali dibuka dan dibaca, tetapi kok belum ada efeknya. Ya karena belum dihayati dan dipraktekkan. Kalaupun sudah di hayati dan di paktekkan tetapi mengapa kadang timbul emosi dan tidak sabar dalam membersamai anak - anak? Karena banyak faktor diantaranya faktor intern adalah beban kerja /tugas harian tidak selesai dan akhirnya numpuk, tidak taat jadwal, stres dan kecapean ( cek kembali indikator Profesionalisme Perempuan kebanggan keluarga).
Sedangkan faktor ekstern adalah belum memahami tabiat anak-anak, Sehingga dalam kondisi menumpuk -numpuk pikiran negatif akhirnya kejiwaan tidak terkontrol.
Merenung cukup lama ada apa semua ini, harus mulai dari mana, dan bagaimana, teringat akan materi Komunikasi Produktif sesi 1 23/01/17 dengan diri sendiri, ya intinya dari komunikasi dengan diri sendiri adalah, perbaikan diri bagaimana mengubah pola komunikasi dalam diri ini. Menamamkan posif thingking, memahami bahwa kata- kata yang keluar dari dalam diri adalah cerminan seseorang, maka belajarlah untuk berkata- kata yang baik dan santun. Kata- kata membawa energi, maka pilihlah kata - kata yang positif yang membangkitkan gairah untuk selalu optimis.
Hal yang menarik dari dalam berkomunikasi diri sendiri adalah teringat kembali tugas/ peranan ibu yaitu ibu sebagai madrasah, pentingnya bermuhasabah diri agar hati tenang dan optimis, tawakal Alallah, masa anak-anak adalah sebentar maka dampingi dan hantarkan menjadi pribadi yang bermanfaat.
Perubahan yang dibuat hari ini berkomunikasi dengan diri sendiri adalah : positif thingking, sesungguhnya Allah bersamaku, dan mohon untuk dibimbing sabar dan berkata - kata santun.
#hari 3
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#kuliahbunsayiip
Bismillahirrohmanirrohiim…
Bada sholat dhuha saya bermuhasabah dan merenung tentang pribadi diri.
Ya Allah begitu diri ini belum bisa membersamai anak-anak dengan baik, sudah 2 tahun di rumah tetapi mengapa masih sering menegang dan ada tangis anak-anak.
Buku 12 materi pokok Bunda Sayang telah lama dimiliki sesekali dibuka dan dibaca, tetapi kok belum ada efeknya. Ya karena belum dihayati dan dipraktekkan. Kalaupun sudah di hayati dan di paktekkan tetapi mengapa kadang timbul emosi dan tidak sabar dalam membersamai anak - anak? Karena banyak faktor diantaranya faktor intern adalah beban kerja /tugas harian tidak selesai dan akhirnya numpuk, tidak taat jadwal, stres dan kecapean ( cek kembali indikator Profesionalisme Perempuan kebanggan keluarga).
Sedangkan faktor ekstern adalah belum memahami tabiat anak-anak, Sehingga dalam kondisi menumpuk -numpuk pikiran negatif akhirnya kejiwaan tidak terkontrol.
Merenung cukup lama ada apa semua ini, harus mulai dari mana, dan bagaimana, teringat akan materi Komunikasi Produktif sesi 1 23/01/17 dengan diri sendiri, ya intinya dari komunikasi dengan diri sendiri adalah, perbaikan diri bagaimana mengubah pola komunikasi dalam diri ini. Menamamkan posif thingking, memahami bahwa kata- kata yang keluar dari dalam diri adalah cerminan seseorang, maka belajarlah untuk berkata- kata yang baik dan santun. Kata- kata membawa energi, maka pilihlah kata - kata yang positif yang membangkitkan gairah untuk selalu optimis.
Hal yang menarik dari dalam berkomunikasi diri sendiri adalah teringat kembali tugas/ peranan ibu yaitu ibu sebagai madrasah, pentingnya bermuhasabah diri agar hati tenang dan optimis, tawakal Alallah, masa anak-anak adalah sebentar maka dampingi dan hantarkan menjadi pribadi yang bermanfaat.
Perubahan yang dibuat hari ini berkomunikasi dengan diri sendiri adalah : positif thingking, sesungguhnya Allah bersamaku, dan mohon untuk dibimbing sabar dan berkata - kata santun.
#hari 3
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#kuliahbunsayiip
Komentar
Posting Komentar