Langsung ke konten utama

Resume Review Tantangan 10 Hari Bag 2 KomPro BunSay

RESUME Review Materi Tantangan 10 Hari Bagian 2

*KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN*

Dalam prakteknya ternyata ini menjadi bagian yang sangat seru yang dihadapi oleh teman-teman semua. Karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola komunikasi anda dengan pasangan
yaitu :

a. Faktor Eksteropsikis ( Ego sebagai Orangtua)

Yaitu bagian dari kepribadian yg menunjukkan sifat-sifat orang tua, berisi perintah (harus & semestinya). Jika individu merasa dan bertingkah laku sebagaimana orang tuanya dahulu, maka dapat dikatakan bahwa individu tersebut dalam status ego orang tua. Status ego orang tua merupakan suatu kumpulan perasaan, sikap, pola-pola tingkah laku yang mirip dengan bagaimana orang tua individu merasa dan bertingkah laku terhadap dirinya..

contoh : Seperti tindakan menasihati orang lain, memberikan hiburan, menguatkan perasaan, memberikan pertimbangan, membantu, melindungi, mendorong untuk berbuat baik adalah sikap yang nurturing parent (NP).

Sebaliknya ada pula sikap orang tua yang suka menghardik, membentuk, menghukum, berprasangka, melarang, semuanya disebut dengan sikap yang critical parent (CP).


b. Faktor Arkeopsikis ( Ego sebagai anak-anak)
Yaitu bagian dari kepribadian yang menunjukkan ketidakstabilan, reaktif, humor, kreatif, serta inisiatif,masih dalam perkembangan, berubah-ubah, ingin tahu dan sebagainya. Status ego anak berisi perasaan, tingkah laku dan bagaimana berpikir ketika masih kanak-kanak dan berkembang bersama dengan pengalaman semasa kanak-kanak

contoh : Dibedakan antara natural child (NC) yang ditunjukkan dalam sikap ingin tahu, berkhayal, kreatif, memberontak. Sebaliknya yang bersifat adapted child (AC) adalah mengeluh, ngambek, suka pamer, dan bermanja diri.


c. Faktor Neopsikis ( Ego sebagai orang dewasa)
Yaitu bagian dari kepribadian yg objektif, stabil, tidak emosional, rasional, logis, tidak menghakimi, berkerja dengan fakta dan kenyataan-kenyataan, selalu berusaha untuk menggunakan informasi yang tersedia untuk menghasilkan pemecahan yang terbaik dalam pemecahan berbagai masalah. Dalam status orang dewasa selalu akan berisi hal-hal yang produktif, objektif, tegas, dan efektif dan bertanggung jawab dalam menghadapi kehidupan. Jika individu bertingkah laku sesuai dengan yang telah disebutkan tadi, maka individu tersebut dikatakan dalam status ego dewasa..

contoh : Mengambil kesimpulan, keputusan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Suka bertanya, mencari atau menunjukkan fakta-fakta, ber¬sifat rasional dan tidak emosional, bersifat objektif dan sebagainya, adalah ciri-ciri komunikasi orang dewasa.

Ketiga Ego tersebut dimiliki setiap orang, kita lihat dari caranya berkomunikasi, kalimat yang dipilih dan bahasa tubuh yang digunakan.

ANALISIS TRANSAKSIONAL KOMUNIKASI

a.    TRANSAKSI KOMPLEMENTER
jenis transaksi ini merupakan jenis terbaik dalam komunikasi antarpribadi karena terjadi kesamaan makna terhadap pesan yang mereka pertukarkan, pesan yang satu dilengkapi oleh pesan yang lain meskipun dalam jenis sikap ego yang berbeda. Transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang sama, sikap dewasa. Transaksi terjadi antara dua sikap yang berbeda namun komplementer. Kedua sikap itu adalah sikap orang tua dan sikap anak-anak. Komunikasi antarpribadi dapat dilanjutkan manakala terjadi transaksi yang bersifat komplementer karena di antara mereka dapat memahami pesan yang sama dalam suatu makna.

Contoh :
ketika suami meminta kita berbicara berdasarkan fakta, maka balas komunikasi tersebut dengan hal-hal yang logis.( ego dewasa)
suami : : “Arloji yang biasanya di meja ini, kok tidak ada ya mah?”( menggunakan data dan logika  - ego dewasa)
istri : “ayo kita  cari tahu bareng, terakhir ayah lepas arloji itu dimana? ( menggunakan e go dewasa)


b.    TRANSAKSI SILANG
terjadi manakala pesan yang dikirimkan komunikator  tidak mendapat respons sewajarnya dari komunikan. Akibat dari transaksi silang adalah terputusnya komunikasi antarpribadi karena kesalahan dalam memberikan makna pesan. Komunikator tidak menghendaki jawaban demikian, terjadi kesalah¬pahaman sehingga kadang-kadang orang beralih ke tema pembicaraan lain.

Contoh :
ketika partner kita mengajak komunikasi berdasarkan  ego dewasa, kita menanggapinya dengan ego anak-anak.

Suami : “Arloji yang biasanya di meja ini, kok tidak ada ya mah?”( menggunakan data dan logika  - ego dewasa)

Istri : “Mana kutahu, aku udah capek seharian ngurus anak-anak,  masih diminta ngurus arloji” ( menggunakan ego anak-anak )

pasti akan menyulut respon emosi.

c.    TRANSAKSI TERSEMBUNYI
jika terjadi campuran beberapa sikap di antara komunikator dengan komunikan sehingga salah satu sikap menyembunyikan sikap yang lainnya. Sikap tersembunyi ini sebenarnya yang ingin mendapatkan respons tetapi ditanggap lain oleh si penerima. Bentuk-bentuk transaksi tersembunyi bisa terjadi jika ada 3 atau 4 sikap dasar dari mereka yang terlibat dalam komunikasi antar¬pribadi namun yang diungkapkan hanya 2 sikap saja sedangkan 1 atau 2 lainnya ter¬sembunyi.

Contoh:
Seorang ibu masuk ke dalam sebuah toko untuk membeli sebuah lemari es. Sang penjual memperlihatkan beberapa merk, dengan menyebutkan harganya. Sang ibu melihat lemari es yang tinggi dan bertanya: “Berapa harga yang tinggi itu?” (ungkapan dari ego state dewasa dan mengharapkan respon dari ego state dewasa juga).

Penjual itu kemudian menanggapi: “Yang itu terlalu mahal bagi Ibu.” Tanggapan ini memang terlihat sebagai transaksi antara ego state dewasa dan dewasa, tetapi ada unsur tersembunyi di dalamnya yang tidak jadi terumuskan, yaitu: “Ibu tidak mempunyai cukup uang untuk membeli yang mahal itu”. Kemudian sang ibu merasa tersinggung, dan memang begitulah maksud penjual itu, menyinggung perasaan sang ibu dengan mengatakan bahwa ibu itu tidak mampu membeli lemari es yang mahal.

Menanggapi pernyataan itu, untuk membuktikan bahwa dirinya mampu membeli barang mahal itu, sang ibu lalu berkata: “Yang tinggi itu mau saya beli!”.
__________________________


Seputar Tanya Jawab Review Tantangan 10 Hari Bagian 2

Selasa, 14 Februari 2017

1.🎙🎙🎙Bunda Mila
Bagaimana cara menyelaraskan dgn pola pikir suami?Karena saya dan suami memiliki banyak perbedaan cara pandang terutama utk hal2 yg sangat prinsip. Kalau mengikuti cara suami maka akan berdampak tidak baik bagi anak2 dan keluarga. Saya menyadari bahwa pola pikir kita adalah bentukan dari pengaruh pola asuh orangtua kita dan pengalaman. Saya sudah mencoba berkali2 utk berkomunikasi dgn berbagai cara namun suami memang enggan berdiskusi (tipe latar belakang keluarga/orangtuanya pun seperti itu).

➡ Untuk bisa berkomunikasi produktif dengan suami memang perlu proses. Menyamakan pola pikir itu sedikit terlalu memaksakan. Tapi jika berusaha memahami pola pikir, itu lebih masuk akal. Perbanyak acara minum teh/ngopi tanpa kehadiran gadget, biasanya obrolan bisa.lebih mudah mengalir. Jika masih beku, maka perbanyak menulis surat. Rumus berkomunikasi untuk menyampaikan pendapat: ALRI A= Atensi, sampaikan fakta untuk menarik perhatian, L= sampaikan logikanya R= sampaikan Rasa, I=  sampaikan keinginan… setelah itu, tunggu feedback. ✅

2.🎙🎙🎙Bunda Esther
Mbak mau nitip pertanyaan.
Setiap orang memiliki pola komunikasi yang dipengaruhi oleh ego orang tua, anak2 dan dewasa. Sebaiknya sikap atau pola komunikasi seperti apa yg sebaiknya kita gunakan untuk berkomunikasi dengan seseorang yg mungkin dominan orang tua/anak2/dewasa?

➡ Seseorang yg dominan itu maksudnya, cenderung mempertahankan pendapat?

Cara berkomunikasinya menerapkan poin2 komunikasi produktif. Dg rumus ALRI (lihat no. 1). Jadi poin2 komprod memang harus dipraktekkan 1-1, supaya terlatih. ✅


Sering kali saat komunikasi dengan pasangan saya juga jadi emosi karena pasangan berkomunikasi dengan nada tinggi, seperti orang marah. Padahal mungkin bagi dia itu biasa saja. Sehingga sering kondisi tertentu nada bicara yang seperti ini malah memperkeruh suasana. ➡ Buat jeda ketika emosi sedang tinggi. Menghindar, sampai nalar kita lebih besar daripada emosi. ✅

3.🎙🎙🎙Bunda Resti
Sepertinya saya masih dalam tahap Heteronomi 😊
Dalam berkomunikasi dengan suami kadang adalah masalah sensitif yang kadang saya ragu untuk mendiskusikannya dengan suami yg akan membuat kami bisa ribut. Akhirnya saya hanya memendamnya dan memilih untuk tidak mendiskusikan dgn suami tapi jadinya saya yang berkorban sendiri. Mohon saran bagaimana cara memulai berdiskusi dengan pasangan yg lebih 'aman' tapi masalah terselesaikan tanpa ada keributan.
Tks.

➡ (Cek jawaban 1 dan 2) ✅

4.🎙🎙🎙 Bunda Wiwit Simponi
Assalamu'alaikum, Dear Tim fasil terima kasih atas review nya. Dr materi review yg saya tangkap ada 2 inti yaitu : faktor yg mempengaruhi dan jenis transaksi komunikasi dg pasangan dan sebaiknya kita ambil yg positif. Mhn pencerahan bgmn pengalaman tim fasil dlm mengaplikasikannya di rutinitas keseharian antara faktor yg mempengaruhi dg jenis transaksi  komunikasi terhadap pasangan?

Jazakillah khairan katsiraa 😊🙏🏼

➡ Dibawa sederhana saja Teh… teori faktor yg mempengaruhi dan jenis transaksi komunikasi, kita evaluasi setelah berkomunikasi dg oasangan. Jadi ketika berkomunikasi langsung, Saya harus menyamakan frekuensi dan mengambil sikap mindfullness. Biasanya saya awali dg clear and clarify,.kemudian rumus ALRI. ✅

5.🎙🎙🎙Bunda Ratri
Utk mendiskusikan suatu materi seringkali sy menginginkan agar suami mau membaca atau mencari bahan shg diskusi hidup, tp selalu saja beliau memposisikan diri sbg pendengar saja shg hanya muncul 1 persepsi yaitu persepsi saya. Seringkali ada rasa tidak puas krn jadi spt narasumber dan outputnya tdk jelas. Bagaimana sebaiknya saya bersikap ya bunda?

➡ Saya biasanya justru cukup senang dg suami yg hanya mendengarkan. Yang penting, di akhir family time ada clear & clarify. Dan ketika suami sedang “bercerita” atau menyampaikan sesuatu, saya juga menjadi pendengar yg baik. Dan melakukan clear & clarify. Jika ada sesuatu yg tidak dipahami atau kurang sependapat, maka disampaikan di lain waktu. Choose the right time. ✅

 Yang bertugas :
Narasumber: Chika
Host             : Ardaniya Rizka
Co- Host      : Refi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...