Langsung ke konten utama

Pentingnya izin dan Jujur

Bada Magrib ade dan kakak makan malam, mereka ingin makan dengan lauk sosis, kakak ingin menggoreng sendiri, sosis ala kakak ini dibuat dengan cara memotong bulat tipis dan digoreng dengan margarine. Awalnya ade mau makan pakai telur kemudian berubah, aku juga sosis deh bi, aku gorengin sosis bi. Meskipun sudah sama dan memakai piring sendiri, tetapi ada saja yang nanti ujung-ujungnya, ada perselisihan, entah kakak yang memulai atau ade yang memulai.

Sosis sudah siap, nasi sudah dituang diatas piring, sayurpun sudah terakhir sosis, kemudian mereka membawa piring dan makan di ruang tamu. Ade lahap makannya, sudah habis, si kakak masih tinggal 1 suap dan 1 sosis, tiba- tiba ade mengambil sosis kakak, dan terjadilah perselisihan. kakak teriak, tidak terima, ade diam, tau kalau perbuatan tersebut salah. Kakak masih tidak terima, abi menyarankan goreng lagi, tidak berteriak-teriak kak, kita masih punya kan silahkan kakak goreng lagi. kakak ke dapur dan goreng lagi, ade tak mau ketinggalan, ade minta sosis lagi, kakak masih sewot, gak mau gorengin.

Mendengar itu saya yang sedang merapikan jemuran, akhirnya ada ide untuk mendongeng, sepertinya ade perlu di kuatkan lagi adab meminta izin dan jujur mengakui kesalahan. Saya coba mencari-cari buku judul jujur dan alhadulillah ketemu. Saya bawa buku keruang tamu dan mengambil boneka sebagai pembuka dan agar anak-anak ada sesuatu yang baru.

saya mengucapkan  salam  dan menanyakan kabar ade dan kakak, mereka menyambut antusias, dan menamai boneka dengan si merah soleha dan si coklat muda bobo. Saya mulai cerita Si bobo dan si soleha adalah temenan, si solehah sedang makan ketika si bobo datang main kerumah. si soleha mempersilahkan si bobo dan dia melanjutkan makan. Ketika nasi hampir habis dan lauknya tinggal sedikit si bobo mengambil lauknya dan langsung dimakan. Si soleha mencari dan menanyakan ke si bobo, bobo bilang tidak tau. Saya tanya, bagaimana perbuatan si bobo, kata ade tidak baik, kata kakak bobo tidak jujur.
saya tanya jujur itu apa kak? jujur itu tidak bohong mi. ooo, jujur itu tidak bohong ya dek, iya, tidak boong mi,kata ade. contoh jujur apa ya kakak? misalnya ni mi, disuruh beli gula, ya beliin gula, kalau beli es cream dan tidak izin itu namanya bohong, tidak jujur mi.
Tadi si bobo  bagaimana? langsung ambil, izin gak ya? enggak mi. Bobo gak izin ambil lauk soleha yan dek? iya, bobo gak izin yak mi. Kalau gak izin baik gak ya? enggak mi.

jadi anak soliha itu berkata jujur dan minta izin ya... Agar dicintai Allah dan disukai banyak orang

Allah SWT berfirman dalam surat At Taubah (9): 119." Wahai orang-orang yang beriman ! bertaqwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar."














#Tantangan10HariHari3
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Sumber Acuan:
Syarifah Levi. Akhlakku Akhlaq Al-Qur'an, Jakarta: Magfira Pustaka, 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...