Bada Magrib ade dan kakak makan malam, mereka ingin makan dengan lauk sosis, kakak ingin menggoreng sendiri, sosis ala kakak ini dibuat dengan cara memotong bulat tipis dan digoreng dengan margarine. Awalnya ade mau makan pakai telur kemudian berubah, aku juga sosis deh bi, aku gorengin sosis bi. Meskipun sudah sama dan memakai piring sendiri, tetapi ada saja yang nanti ujung-ujungnya, ada perselisihan, entah kakak yang memulai atau ade yang memulai.
Sosis sudah siap, nasi sudah dituang diatas piring, sayurpun sudah terakhir sosis, kemudian mereka membawa piring dan makan di ruang tamu. Ade lahap makannya, sudah habis, si kakak masih tinggal 1 suap dan 1 sosis, tiba- tiba ade mengambil sosis kakak, dan terjadilah perselisihan. kakak teriak, tidak terima, ade diam, tau kalau perbuatan tersebut salah. Kakak masih tidak terima, abi menyarankan goreng lagi, tidak berteriak-teriak kak, kita masih punya kan silahkan kakak goreng lagi. kakak ke dapur dan goreng lagi, ade tak mau ketinggalan, ade minta sosis lagi, kakak masih sewot, gak mau gorengin.
Mendengar itu saya yang sedang merapikan jemuran, akhirnya ada ide untuk mendongeng, sepertinya ade perlu di kuatkan lagi adab meminta izin dan jujur mengakui kesalahan. Saya coba mencari-cari buku judul jujur dan alhadulillah ketemu. Saya bawa buku keruang tamu dan mengambil boneka sebagai pembuka dan agar anak-anak ada sesuatu yang baru.
saya mengucapkan salam dan menanyakan kabar ade dan kakak, mereka menyambut antusias, dan menamai boneka dengan si merah soleha dan si coklat muda bobo. Saya mulai cerita Si bobo dan si soleha adalah temenan, si solehah sedang makan ketika si bobo datang main kerumah. si soleha mempersilahkan si bobo dan dia melanjutkan makan. Ketika nasi hampir habis dan lauknya tinggal sedikit si bobo mengambil lauknya dan langsung dimakan. Si soleha mencari dan menanyakan ke si bobo, bobo bilang tidak tau. Saya tanya, bagaimana perbuatan si bobo, kata ade tidak baik, kata kakak bobo tidak jujur.
saya tanya jujur itu apa kak? jujur itu tidak bohong mi. ooo, jujur itu tidak bohong ya dek, iya, tidak boong mi,kata ade. contoh jujur apa ya kakak? misalnya ni mi, disuruh beli gula, ya beliin gula, kalau beli es cream dan tidak izin itu namanya bohong, tidak jujur mi.
Tadi si bobo bagaimana? langsung ambil, izin gak ya? enggak mi. Bobo gak izin ambil lauk soleha yan dek? iya, bobo gak izin yak mi. Kalau gak izin baik gak ya? enggak mi.
jadi anak soliha itu berkata jujur dan minta izin ya... Agar dicintai Allah dan disukai banyak orang
Allah SWT berfirman dalam surat At Taubah (9): 119." Wahai orang-orang yang beriman ! bertaqwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar."
#Tantangan10HariHari3
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination
Sumber Acuan:
Syarifah Levi. Akhlakku Akhlaq Al-Qur'an, Jakarta: Magfira Pustaka, 2016
Sosis sudah siap, nasi sudah dituang diatas piring, sayurpun sudah terakhir sosis, kemudian mereka membawa piring dan makan di ruang tamu. Ade lahap makannya, sudah habis, si kakak masih tinggal 1 suap dan 1 sosis, tiba- tiba ade mengambil sosis kakak, dan terjadilah perselisihan. kakak teriak, tidak terima, ade diam, tau kalau perbuatan tersebut salah. Kakak masih tidak terima, abi menyarankan goreng lagi, tidak berteriak-teriak kak, kita masih punya kan silahkan kakak goreng lagi. kakak ke dapur dan goreng lagi, ade tak mau ketinggalan, ade minta sosis lagi, kakak masih sewot, gak mau gorengin.
Mendengar itu saya yang sedang merapikan jemuran, akhirnya ada ide untuk mendongeng, sepertinya ade perlu di kuatkan lagi adab meminta izin dan jujur mengakui kesalahan. Saya coba mencari-cari buku judul jujur dan alhadulillah ketemu. Saya bawa buku keruang tamu dan mengambil boneka sebagai pembuka dan agar anak-anak ada sesuatu yang baru.
saya mengucapkan salam dan menanyakan kabar ade dan kakak, mereka menyambut antusias, dan menamai boneka dengan si merah soleha dan si coklat muda bobo. Saya mulai cerita Si bobo dan si soleha adalah temenan, si solehah sedang makan ketika si bobo datang main kerumah. si soleha mempersilahkan si bobo dan dia melanjutkan makan. Ketika nasi hampir habis dan lauknya tinggal sedikit si bobo mengambil lauknya dan langsung dimakan. Si soleha mencari dan menanyakan ke si bobo, bobo bilang tidak tau. Saya tanya, bagaimana perbuatan si bobo, kata ade tidak baik, kata kakak bobo tidak jujur.
saya tanya jujur itu apa kak? jujur itu tidak bohong mi. ooo, jujur itu tidak bohong ya dek, iya, tidak boong mi,kata ade. contoh jujur apa ya kakak? misalnya ni mi, disuruh beli gula, ya beliin gula, kalau beli es cream dan tidak izin itu namanya bohong, tidak jujur mi.
Tadi si bobo bagaimana? langsung ambil, izin gak ya? enggak mi. Bobo gak izin ambil lauk soleha yan dek? iya, bobo gak izin yak mi. Kalau gak izin baik gak ya? enggak mi.
jadi anak soliha itu berkata jujur dan minta izin ya... Agar dicintai Allah dan disukai banyak orang
Allah SWT berfirman dalam surat At Taubah (9): 119." Wahai orang-orang yang beriman ! bertaqwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar."
#Tantangan10HariHari3
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination
Sumber Acuan:
Syarifah Levi. Akhlakku Akhlaq Al-Qur'an, Jakarta: Magfira Pustaka, 2016

Komentar
Posting Komentar