Langsung ke konten utama

๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฆ MODUL UTAMA JAZIRAH ARAB๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฆ ๐Ÿ‡ MODUL #8 ๐Ÿ‡

selasa, 12 Desember 2017
oleh: Ustadazah Amalia B

NEGARA DAN AGAMA

✨ Selain penyembahan berhala, di Jazirah Arab juga berkembang penyembahan terhadap bintang-bintang dan planet-planet. Ritual ini banyak dilakukan di Haran, bahrain dan beberapa wilayah pedalaman. Disebutkan bahwa di kota Mekkah pernah tinggal seorang penyembah bintang. Orang itu bernama Abu Kabsyah dan bintang yang disembahnya bernama tuhan Sya’ra. Ia menyebarkan ajarannnya dikalangan kaum Quraisy, kemudian diikuti oleh orang-orang dari kaum Lakhm, Khuza’ah dan sebagian kecil orang Quraisy. Itu sebabnya pada saat Rasulullah datang menyebarkan agama tauhid di Mekkah, kaum Quraisy menyebut beliau Ibnu Abi Kabsyah (Anak Abu Kabsyah), yakni karena ajaran beliau bertentangan dengan kepercayaan mereka, yaitu ajaran yang disebarkan oleh Abu Kabsyah.

๐ŸŒž Adapun di Yaman masyarakatnya banyak yang menuhankan dan menyembah matahari. Fenomena ini disinggung Allah ketika menceritakan kisah Ratu Saba’. Allah berfirman, “(Hud-hud) berkata,’Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar. Aku (burung Hud-hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk’.” (Qs An Naml 23-24).

๐Ÿ”ฅ Beberapa aliran agama Majusi (penyembahan api) yang beraal dari Persia juga masuk ke Jazirah Arab. Beberapa penganut agama majusi di wilayah Tamim yang cukup dikenal adalah agama Majusi aliran Zindiq. Aliran ini diambil dari Hirah. Mereka menganggap bahwa apabila musuh-musuh mereka terbunuh di negeri mereka, hal itu akan mengotori mereka.

✡Adapun agama Yahudi masuk ke Jazirah Arab (khususnya di Madinah dan Kahibar, Wadil Qura’ Fadak dan Taima bersamaan dengan eksodus besar-besaran golongan Yahudi ke wilayah ini. Agama Yahudi juga masuk ke Yaman dan dianut oleh Dzu Nuwas, Raja Himyar. Orang inilah yang kemudian memaksa kaum Nashrani untuk menganut agama Yahudi sebagaimana telah dijelaskan dalam modul Nasab dan leluhur (Kisah Ashhabul Ukhdud).
Agama Yahudi yang memiliki pengikut dari Bani Kinanah dan Bani Harits Ibn Ka’ab. Yang menyebarkannya kepada mereka kemungkinan adalah kaum Yahudi Yatsrib dan Khaibar).

✝ Sedangkan agama Nashrani boleh dibilang hanya berkembang di Ghassaniah dan Manadzirah. Ada beberapa biara yang terkenal di kota Hirah yaitu Biara Hindun Al Aqdam (si pemberani). Biara Lahaj dan biara Harah. Selain itu ajaran Nashrani juga berkembang secara terbatas di wilayah  jazirah Arab bagian selatan. Para penganut kristen di wilayah ini mendirikan gerja di Dhaffar dan Adn. Adapun tentang penganut kristen dari Najran mereka memiliki kisah tersendiri bersama Rasulullah di Mekkah dan juga Madinah.

Di sisi lain, ada beberapa Kabilah Quraisy, yang memeluk agama Nashrani. Salah satunya adalah Bani Asad Ibn Abdul Uzza. Agama Kristen dipeluk juga oleh Bani ‘Amri Al Qais dari kabilah Tamim. Bani Taglab dari suku Rabi’ah dan sebagian kabilah Qudha’ah. Disebutkan bahwa mereka mendapatkan ajaran kristen ini dari bangsa Romawi. Salah satu penyebar agama Nashrani di kalangan Arab yang cukup terkenal Adi bin Hathim Ath-Tha’iy.

Dari sejarah perkembangan agama Yahudi dan Nashrani di Jazirah Arab, terlihat bahwa kedua agama ini tidak menyebar secara luas di wilayah Arab. Pada sisi lain, penganut ajaran Ibrahim pun sebenarnya tidak punah seluruhnya. Bahkan ditengah-tengah pesatnya kesesatan penyembahan berhala tadi, Masih ada sebagian masyarakat Arab yang masih teguh memegang ajaran Ibrahim. Mereka inilah yang disebut Al Hanifiyyun atau Al Hunafa (Orang-orang yang menganut ajaran lurus dan benar). Mereka beriman kepada Allah, mengesakanNya, dan menantikan datangnya seorang nabi yang dijanjikan.

Untuk mengenal sosok Al Hanifiyyun, maka akan dipaparkan pada modul selanjutnya secara ringkas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...