Suasana liburan sekolah sudah berasa, artinya aktivitas anak-anak banyak di rumah, bersama orang tua maupun temannya. InsyaAllah sejauh ini kakak rutin murojaah dan menambah hafalan. Untuk menguatkan tekad dan semangat dalam menghafal Al-qur'an di musim liburan siang ini menjelang kakak dan ade tidur saya berkisah tentang semangat menghafal Al-qur'an.
Diawali dengan bercerita seorang hafidz cilik, di usia 5 tahun 10 bulan menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30 juz dengan mutqin. Dialah La ode Musa. Hasil didikan ayah bunda nya, pendidikan rumahan, buah ketelatenan orang tua dalam memperhatikan urusan pendidikan anak, terkhusus dalam menghafal Al-Qur'an.
Diusia 7 tahun ia juga mengikuti Musabaqoh Hifzhil Qur'an(MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh, Mesir tahun 2016. Ia adalah peserta termuda dan postur terkecil berhasil menjadi yang terbaik ketiga di ajang lomba hafidz anak tingkat dunia. Musa berhasil melewati berbagai soal yang diujikan, bahkan membuat takjub para dewan juri. Selain itu di usia 7 tahun ia juga sudah menyelesaikan hafalan 1000 hadist.
K: Apa mi, 1000 hadist?
U: Iya kak, jika kita bersemangat dan bertekad kemudian berdoa insyaAllah Allah akan memudahkan, apalagi yang kita pelajari dan hafal adalah kitabullah ( kita Allah) serta Hadist.
Bismillah kita bersemangat ya, menghafal dan murojaah.
K: Mi... Kalau yang sudah Hafal 30 juz apa murojaah juga?
U: Iya kak, murojaah kan untuk menjaga hafalan, kalau tidak di murojaah banyak yang lupa. Semua penghafal Al-Qur'an murojaah.
K: Mi... mi... para penghafal Al- Qur'an akan dipakaikan Mahkota dan orang tuanya akan di berikan jubah.
U: Kira- kira kakak senang gak mendapatkan hadiah itu?
K: Iya lah mi
U: Mari kita simak hadist ini
"Al- Qur'an akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, "kamu kenal saya? Sayalah yang membuat kamu bergadang tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang hatimu..."kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, " Ya Allah, dari mana kami bisa di beri pakaian seperti ini?" Kemudian dijawab, "karena anakmu belajar Al-Qur'an."(HR. Thabrani dalam al-Ausath 6/51, dan dishahihkan Al-Albani).
MasyaAllah kak, dengan Al-qur'an kita menjadi mulia.
Mari kita simak kisah motivasi
Perjalanan Menghafal Al-Qur'an Akhwat yang Divonis Tumor Otak
Aminah Al-Mi'thowi nama gadis itu, ia mengidap tumor otak, penanganan terus dilakukan, namun tidak ada tanda -tanda baik selama 4 tahun. Lalu ia putuskan untuk menghafal al-qur'an , berniat menghafal sebelum ajal datang karena ia merasa ajalnya telah dekat.
Ia mulai menghafal sendiri, kadang sangat nya melemah, karena ia tahu memaksakan otak dengan harapan bisa menambah ganasnya penyakit. Ia tetap muji Allah siang malam. Ia terus menyelesaikan setiap juz dan merasakan kebahagian yang besar, perasaan menjadi senang dan melupakan penyakitnya.
Keinginan untuk tidur selalu menyerang, tetapi ia khawatir waktunya akan habis percuma. Ia berserah diri pada Allah, mengalahkan dengan memperbanyak wudhu, bergerak, pantang mundur, tetap menghafal dan meminta bantuan Allah dengan shalat dan istigfar.
Ia teringat akan kematian,ia berdialog diri, dengan apa saya menghadap Allah robbil alamin? Saya mengharap penolong... saya ingin penghibur dalam kuburku.kubur itu sunyi. Jika semangatku melemah, dengan cara apa saya berbakti kepada kedua orang tuaku,saya berharap memulaikan mereka di Hari kiamat dengan mahkota. Bukankah mereka begitu memperhatikan sakit yang saya derita? Begitulah, saya juga selalu teringat perkataan malaikat nanti, " Bacalah dan naiklah," maka tinggi dan luhurlah niatku.
Ia sempurnakan hafalannya, sampai tampak olehnya surat An Nash, ia berkata ya Allah ... akhirnya saya sampai... Ia mengucurkan air mata yang belum pernah terasa manis sebelumnya.
Selang beberapa hari ia pergi mengobservasi analisa tumor. Ia bersiap- siap menerima musibah penyakit yang semakin parah. Ia berdoa " Ya Allah, selamatkanlah musibahku, gantilah yang lebih baik"
Menit berlalu bagaikan tahun, ia menunggu hasil , dokter berkumpul untuk menguatkan hasil apa yang dilihat pada sinar X.
Ia terperanjak shock ketika dokter mengabarkan" subhanallah... engkau sudah sempurna dengan proporsi 70%.
Subhanallah... ini bukti nyata mukjizat Al- Qur'an sebagai penyembuh segala penyakit.
Allah Maha Segalanya yang bahkan manusia pun tidak bisa memutuskan akan hidup seseorang, jika Allah berkehendak sangat mudah bagi Allah.
Semoga kisah ini selalu memotivasi kita untuk selalu yakin akan pertolongan Allah, meyakini Allah sebagai muara kesejatian, dan bersemangat dalam mempelajari dan menghafal Al- Qur'an.
Sumber Bacaan:
Abu-Ummu Raihan, Mencetak Hafidz Cilik, Gazzamedia, Solo 2016
#Tantangan10Hari17
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination
Diawali dengan bercerita seorang hafidz cilik, di usia 5 tahun 10 bulan menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30 juz dengan mutqin. Dialah La ode Musa. Hasil didikan ayah bunda nya, pendidikan rumahan, buah ketelatenan orang tua dalam memperhatikan urusan pendidikan anak, terkhusus dalam menghafal Al-Qur'an.
Diusia 7 tahun ia juga mengikuti Musabaqoh Hifzhil Qur'an(MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh, Mesir tahun 2016. Ia adalah peserta termuda dan postur terkecil berhasil menjadi yang terbaik ketiga di ajang lomba hafidz anak tingkat dunia. Musa berhasil melewati berbagai soal yang diujikan, bahkan membuat takjub para dewan juri. Selain itu di usia 7 tahun ia juga sudah menyelesaikan hafalan 1000 hadist.
K: Apa mi, 1000 hadist?
U: Iya kak, jika kita bersemangat dan bertekad kemudian berdoa insyaAllah Allah akan memudahkan, apalagi yang kita pelajari dan hafal adalah kitabullah ( kita Allah) serta Hadist.
Bismillah kita bersemangat ya, menghafal dan murojaah.
K: Mi... Kalau yang sudah Hafal 30 juz apa murojaah juga?
U: Iya kak, murojaah kan untuk menjaga hafalan, kalau tidak di murojaah banyak yang lupa. Semua penghafal Al-Qur'an murojaah.
K: Mi... mi... para penghafal Al- Qur'an akan dipakaikan Mahkota dan orang tuanya akan di berikan jubah.
U: Kira- kira kakak senang gak mendapatkan hadiah itu?
K: Iya lah mi
U: Mari kita simak hadist ini
"Al- Qur'an akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, "kamu kenal saya? Sayalah yang membuat kamu bergadang tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang hatimu..."kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, " Ya Allah, dari mana kami bisa di beri pakaian seperti ini?" Kemudian dijawab, "karena anakmu belajar Al-Qur'an."(HR. Thabrani dalam al-Ausath 6/51, dan dishahihkan Al-Albani).
MasyaAllah kak, dengan Al-qur'an kita menjadi mulia.
Mari kita simak kisah motivasi
Perjalanan Menghafal Al-Qur'an Akhwat yang Divonis Tumor Otak
Aminah Al-Mi'thowi nama gadis itu, ia mengidap tumor otak, penanganan terus dilakukan, namun tidak ada tanda -tanda baik selama 4 tahun. Lalu ia putuskan untuk menghafal al-qur'an , berniat menghafal sebelum ajal datang karena ia merasa ajalnya telah dekat.
Ia mulai menghafal sendiri, kadang sangat nya melemah, karena ia tahu memaksakan otak dengan harapan bisa menambah ganasnya penyakit. Ia tetap muji Allah siang malam. Ia terus menyelesaikan setiap juz dan merasakan kebahagian yang besar, perasaan menjadi senang dan melupakan penyakitnya.
Keinginan untuk tidur selalu menyerang, tetapi ia khawatir waktunya akan habis percuma. Ia berserah diri pada Allah, mengalahkan dengan memperbanyak wudhu, bergerak, pantang mundur, tetap menghafal dan meminta bantuan Allah dengan shalat dan istigfar.
Ia teringat akan kematian,ia berdialog diri, dengan apa saya menghadap Allah robbil alamin? Saya mengharap penolong... saya ingin penghibur dalam kuburku.kubur itu sunyi. Jika semangatku melemah, dengan cara apa saya berbakti kepada kedua orang tuaku,saya berharap memulaikan mereka di Hari kiamat dengan mahkota. Bukankah mereka begitu memperhatikan sakit yang saya derita? Begitulah, saya juga selalu teringat perkataan malaikat nanti, " Bacalah dan naiklah," maka tinggi dan luhurlah niatku.
Ia sempurnakan hafalannya, sampai tampak olehnya surat An Nash, ia berkata ya Allah ... akhirnya saya sampai... Ia mengucurkan air mata yang belum pernah terasa manis sebelumnya.
Selang beberapa hari ia pergi mengobservasi analisa tumor. Ia bersiap- siap menerima musibah penyakit yang semakin parah. Ia berdoa " Ya Allah, selamatkanlah musibahku, gantilah yang lebih baik"
Menit berlalu bagaikan tahun, ia menunggu hasil , dokter berkumpul untuk menguatkan hasil apa yang dilihat pada sinar X.
Ia terperanjak shock ketika dokter mengabarkan" subhanallah... engkau sudah sempurna dengan proporsi 70%.
Subhanallah... ini bukti nyata mukjizat Al- Qur'an sebagai penyembuh segala penyakit.
Allah Maha Segalanya yang bahkan manusia pun tidak bisa memutuskan akan hidup seseorang, jika Allah berkehendak sangat mudah bagi Allah.
Semoga kisah ini selalu memotivasi kita untuk selalu yakin akan pertolongan Allah, meyakini Allah sebagai muara kesejatian, dan bersemangat dalam mempelajari dan menghafal Al- Qur'an.
Sumber Bacaan:
Abu-Ummu Raihan, Mencetak Hafidz Cilik, Gazzamedia, Solo 2016
#Tantangan10Hari17
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination
Komentar
Posting Komentar