Bismillahirrohmanirrohiim....
Alhamdulillah, sudah setengah dari materi kami belajar dalam kelas Bunda Sayang ini. Ya.. kami sudah mendapatkan 6 materi. Materi bulan ini adalah MENSTIMULUS MATEMATIKA LOGIS PADA ANAK. Mengapa kita perlu menstimulus? karena menjadi dasar memicu munculnya kecerdasan yang lain. Setelah mempelajari materi ini kami mendapatkan tantangan untuk menstimulus anak-anak kami dan melatih kami komitmen dan konsisten dalam mendokumentasikannya.
Inilah hari 1 keluarga kami.
Bermain dan belajar itulah yang dilakukan si ade 2 tahun 6 bulan dan kadang semua peralatan dapur dijadikan objek. Seperti yang dilakukan dalam gambar di bawah ini, sudah beberapa hari ini ade, mengambil jepitan baju untuk menghitung, menjepitkan dalam wadah, kadang menjepit dalam kertas, dan menyebutkan warnanya.
Awalnya saya mencontohkan kalau ini warna merah, ayo kita kelompokkan dek, mau di jepit dimana? di sini saja mi, katanya, baiklah merah disini ya, saya lihat dan amati ade menyelesaikan menjepit warna merah selesai dan benar, giliran warna biru sudah acak-acakan, dicampur dengan hijau dan ngotot hijau warna biru, ini biu mi... saya jawab yang ini hijau dek, bukan kali ini biu mi... ah sudah mulai tidak fokus maklum anak balita, rentang konsentasinya masih pendek, sesuai dengan 1x usianya, jadi sekitar 2 menit sudah bosan.
Akhirnya acak-acakan dan mi... atim masukin wadah ya... satu, dua, tiga, empat, lima, tuju, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas, tigabewas, ya... ya... begitulah ade, tahap belajar, berhitung masih ada yang terlewat dan sesuka hati, kadang diluruskan mau, kadang ngotot gak mau, he he...

Bada magrib ketika kakak mengaji, ade mengambil majalah dan memperlihatkan kepada kakaknya, menawarkan gambar krudung, kak... kakak pilih yang mana? aku yang gambar ini dek, dan ade mengikutinya. Kakak sudah bisa menghitung sampai 100, dan pengen belajar menghitung dan menyebutkan angka diatas 100, kakak penasaran ada berapa halaman majalah tersebut, akhirnya kakak dan umi menghitung jumlah halamannya. sampai di angka seratus kakak langsung loncat 200, Umi mengoreksi dan mengatakan setelah 100 kemudian 101 kak, kemudian 102, sama seperti kita menghitung sampai 10, jadi kita tambahkan. setelah 110, sama kah, habis 10, berapa? 11 mi, iya kakak benar, jadi 111, sampai 20 lanjut 21 sampai 99, setelah 199 baru 200 kak, bagaimana kakak faham, menghitung dan menyebutkannya. iya... insyaAllah, kakak bisa. kapan- kapan kita berhitung dan lancarin lagi ya kakak, iya mi...
#Tantangan10Hari1
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Komentar
Posting Komentar