Rabu, 12 Juli 2017
Pukul 20.00-21.00
Narasumber : Mba Laila & Mba Diah
Host : Mba Nana
π MEMBANGUN KELUARGA LITERASI π
Selamat untuk anda para bunda di kelas bunda sayang yang sudah berhasil menyelesaikan tantangan game level 5.
Banyak kreasi literasi yang muncul, mulai dari pohon literasi, pesawat literasi, galaksi literasi dll. Semua yang sudah bunda kerjakan di tantangan kali ini sesungguhnya bukan hanya melatih anak-anak dan seluruh anggota keluarga untuk SUKA MEMBACA, melainkan melatih diri kita sendiri agar mau berubah.
Seperti tagline yang kita gunakan di tantangan level 5 kali ini, yang menyatakan
" for things to CHANGE, I must CHANGE FIRST"
Sebagaimana yang kita ketahui, tantangan abad 21, tidak cukup hanya membuat anak sekedar bisa membaca, menulis dan berhitung, melainkan kita dan anak-anak dituntut untuk memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung, berbicara dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat di sekitar kita. Kemampuan inilah yang saat ini sering disebut literasi ( National Instiute for Literacy, 1998 )
Institut Ibu Profesional akan mendorong munculnya gerakan literasi yang nyata yaitu mulai dari dalam keluarga kita. Apabila seluruh keluarga Ibu Profesional sudah menjalankan gerakan literasi ini maka akan muncul rumah literasi, muncul kampung literasi, dan insya Allah negara kita dipenuhi masyarakat yang literat. Tidak gampang mempercayai dan menyebarkan berita yang baik tapi belum tentu benar, makin memperkuat struktur berpikir kita, sehingga selalu mengutamakan "berpikir terlebih dahulu, sebelum berbicara, menulis dan menyebar berita ke banyak pihak"
KOMPONEN LITERASI
☘ Literasi Dini ( Early literacy)
Kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan lisan yang dibentuk oleh pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan sosialnya di rumah. Pengalaman anak-anak dalam berkomunikasi dengan bahasa ibu menjadi fondasi perkembangan literasi dasar.
☘ Literasi Dasar ( Basic Literacy)
Kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengkomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi
☘ Literasi Perpustakaan (Library Literacy)
Kemampuan memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah
☘ Literasi Media (Media Literacy)
Kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya.
☘ Literasi Teknologi (Technology Literacy)
Kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi
Kemampuan dalam memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet
☘ Literasi Visual (Visual Literacy)
Pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, dengan memanfaatkan materi visual dan audio-visual secara kritis dan bermartabat
Keluarga hebat adalah keluarga yang terlibat
Maka libatkanlah diri kita dalam gerakan literasi di dalam keluarga terlebih dahulu.
Pahami komponen-komponen literasi, dan lakukan perubahan yang paling mungkin kita kerjakan secepatnya.
Pohon literasi janganlah berhenti hanya sampai di tantangan materi kali ini saja. mari kita lanjutkan sehingga gerakan ini akan membawa dampak bagi keluarga dan masyarakat sekitar kita.
Salam Ibu Profesional
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
πSumber bacaan :
http://dikdas.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2016/03/Desain-Induk-Gerakan-Literasi-Sekolah1.pdf
Clay dan Ferguson (www.bibliotech.us/pdfs/InfoLit.pdf) , 2001
Beers, dkk, A Principal’s Guide to Literacy Instruction, 2009
National Institute for Literacy, 1998
??? SESI DISKUSI ???
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Mba Laila:
Izin bertanya boleh ya teman2?
Saat menjalankan tantangan kemarin, selain kitab suci Alquran, apakah teman2 menyelesaikan membaca buku bacaan sampai khatam?π
Atau lebih banyak membacakan buku buat anak2 yang belum bisa membaca?
Dilema ibu2, seringnya bacaan sendiri lama khatamnnya....(baca : SAYA)
Berbagi pengalaman sedikit, saat diskusi dengan bu Septi.
Terus terang, saya suka belum "ngeh" sama beberapa istilah yang ibu gunakan. Terpaksa googling kadang2, padahal bahasa Indonesia lho.
Akhirnya saya penasaran, ibu Septi bisa luas banget pengetahuannya mengalokasikan berapa lama sih waktu beliau untuk membaca?
Ibu Septi menyampaikan, bahwa beliau mengalokasikan 15 menit setiap harinya untuk mempelajari hal baru...
Maa Sya Allah... hal baru lho teman2, setiap hari...ππππ
Beliau cerita dulu ke warnet, sambil boyong Mba Enes dan Ara....
Bunda Nikha:
Buat bacaan saya sendiri, sy menyelesaikan 2 buku. Happy little soul dan critical eleven π
Anak 1 dan 2 alhamdulillah udah pada bisa baca. Jd sy menemani saja. Sesekali ikut nimbrung diskusi di halaman yg sedang dibaca. Atau menjawab pertanyaan ttg kosakata yg belum mereka mengerti.
Kalo anak ke 3, kami bergiliran membacakan buku utk dia.
Mba Diah:
Selama liburan saya baca 2 buku hardcopy, 3 ebook, bbrp artikel online dan blogwalking
Pukul 20.00-21.00
Narasumber : Mba Laila & Mba Diah
Host : Mba Nana
π MEMBANGUN KELUARGA LITERASI π
Selamat untuk anda para bunda di kelas bunda sayang yang sudah berhasil menyelesaikan tantangan game level 5.
Banyak kreasi literasi yang muncul, mulai dari pohon literasi, pesawat literasi, galaksi literasi dll. Semua yang sudah bunda kerjakan di tantangan kali ini sesungguhnya bukan hanya melatih anak-anak dan seluruh anggota keluarga untuk SUKA MEMBACA, melainkan melatih diri kita sendiri agar mau berubah.
Seperti tagline yang kita gunakan di tantangan level 5 kali ini, yang menyatakan
" for things to CHANGE, I must CHANGE FIRST"
Sebagaimana yang kita ketahui, tantangan abad 21, tidak cukup hanya membuat anak sekedar bisa membaca, menulis dan berhitung, melainkan kita dan anak-anak dituntut untuk memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung, berbicara dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat di sekitar kita. Kemampuan inilah yang saat ini sering disebut literasi ( National Instiute for Literacy, 1998 )
Institut Ibu Profesional akan mendorong munculnya gerakan literasi yang nyata yaitu mulai dari dalam keluarga kita. Apabila seluruh keluarga Ibu Profesional sudah menjalankan gerakan literasi ini maka akan muncul rumah literasi, muncul kampung literasi, dan insya Allah negara kita dipenuhi masyarakat yang literat. Tidak gampang mempercayai dan menyebarkan berita yang baik tapi belum tentu benar, makin memperkuat struktur berpikir kita, sehingga selalu mengutamakan "berpikir terlebih dahulu, sebelum berbicara, menulis dan menyebar berita ke banyak pihak"
KOMPONEN LITERASI
☘ Literasi Dini ( Early literacy)
Kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan lisan yang dibentuk oleh pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan sosialnya di rumah. Pengalaman anak-anak dalam berkomunikasi dengan bahasa ibu menjadi fondasi perkembangan literasi dasar.
☘ Literasi Dasar ( Basic Literacy)
Kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengkomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi
☘ Literasi Perpustakaan (Library Literacy)
Kemampuan memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah
☘ Literasi Media (Media Literacy)
Kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya.
☘ Literasi Teknologi (Technology Literacy)
Kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi
Kemampuan dalam memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet
☘ Literasi Visual (Visual Literacy)
Pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, dengan memanfaatkan materi visual dan audio-visual secara kritis dan bermartabat
Keluarga hebat adalah keluarga yang terlibat
Maka libatkanlah diri kita dalam gerakan literasi di dalam keluarga terlebih dahulu.
Pahami komponen-komponen literasi, dan lakukan perubahan yang paling mungkin kita kerjakan secepatnya.
Pohon literasi janganlah berhenti hanya sampai di tantangan materi kali ini saja. mari kita lanjutkan sehingga gerakan ini akan membawa dampak bagi keluarga dan masyarakat sekitar kita.
Salam Ibu Profesional
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
πSumber bacaan :
http://dikdas.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2016/03/Desain-Induk-Gerakan-Literasi-Sekolah1.pdf
Clay dan Ferguson (www.bibliotech.us/pdfs/InfoLit.pdf) , 2001
Beers, dkk, A Principal’s Guide to Literacy Instruction, 2009
National Institute for Literacy, 1998
??? SESI DISKUSI ???
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Mba Laila:
Izin bertanya boleh ya teman2?
Saat menjalankan tantangan kemarin, selain kitab suci Alquran, apakah teman2 menyelesaikan membaca buku bacaan sampai khatam?π
Atau lebih banyak membacakan buku buat anak2 yang belum bisa membaca?
Dilema ibu2, seringnya bacaan sendiri lama khatamnnya....(baca : SAYA)
Berbagi pengalaman sedikit, saat diskusi dengan bu Septi.
Terus terang, saya suka belum "ngeh" sama beberapa istilah yang ibu gunakan. Terpaksa googling kadang2, padahal bahasa Indonesia lho.
Akhirnya saya penasaran, ibu Septi bisa luas banget pengetahuannya mengalokasikan berapa lama sih waktu beliau untuk membaca?
Ibu Septi menyampaikan, bahwa beliau mengalokasikan 15 menit setiap harinya untuk mempelajari hal baru...
Maa Sya Allah... hal baru lho teman2, setiap hari...ππππ
Beliau cerita dulu ke warnet, sambil boyong Mba Enes dan Ara....
Bunda Nikha:
Buat bacaan saya sendiri, sy menyelesaikan 2 buku. Happy little soul dan critical eleven π
Anak 1 dan 2 alhamdulillah udah pada bisa baca. Jd sy menemani saja. Sesekali ikut nimbrung diskusi di halaman yg sedang dibaca. Atau menjawab pertanyaan ttg kosakata yg belum mereka mengerti.
Kalo anak ke 3, kami bergiliran membacakan buku utk dia.
Mba Diah:
Selama liburan saya baca 2 buku hardcopy, 3 ebook, bbrp artikel online dan blogwalking
Komentar
Posting Komentar