Bismillahirrohmanirrohiim...
Sejak beberapa hari kakak mengeluh giginya sakit kalau mengunyah makanan dan kadang sisa makanan menyangkut di gigi, saya lihat ternyata ada yang berlubang. Saya menawarkan kita pergi ke Puskesmas yuk, ke dokter gigi, nanti biar di periksa sama dokternya mungkin di tambal, agar tidak sakit ketika makan. Kakak setuju tetapi maunya di tambal saja, kakak gak mau di cabut giginya. ( Gigi bawah bagian depan ada yang goyang, sudah mau tanggal dan sudah muncul gigi baru). Saya jawab ya,,, nanti kakak cerita kalau giginya sakit buat mengunyah, nah nanti dokter pasti ngasih tau ke kakak, mungkin sarannya di tambal.
Alhamdulillah sabtu Puskesmas buka jadi kami sepakat tadi pagi pergi ke Puskesmas. Alhamdulillah ada teman yang bekerja di sana sehingga kami di bantu diambilkan nomor antrian dan di daftarkan. Bunda Diva menginformasikan kalau kakak mendapatkan nomor urut 5 untuk poli gigi dan menyarankan datang ke Puskesmas setelah pukul 08.00. Terimakasih bunda Diva....
Kami tiba di Puskesmas pukul 08.30 dan segera memberitahukan ke bunda Diva kalau kami sudah tiba, Alhamdulillah tidak lama bunda Diva keluar dan memberikan kartu berobat pasien dan menginformasikan mohon di tunggu nanti di panggil. Kami mengucapkan terimakasih dan kami menunggu panggilan poli gigi.
Selama mengantri kakak mengamati setiap sudut ruangan, kakak menghitung ruangan yang ada, dan melihat lalu lalang orang masuk keluar Puskesmas.
K: mi di puskesmas ada ruang pendaftaran, itu kalau mau periksa daftar ke situ ya?
U: iya, karena kita sudah di daftarkan sama bunda diva, jadi kita tinggal nunggu panggilan.
K: Aku dapat no.5, sekarang sudah berapa mi?
U: kurang tau kakak, mungkin no.3 kak
E, kakak itu bukannya teman kakak ya, iya di sapa kak, enggak ah, malu.
Ah anak- anak kadang suka malu-malu giliran sudah main bersama lupa gak mau pulang.
O, itu teman kakak di panggil, mungkin habis ini kakak di panggil kali kak...
K: Aku takut ni mi...
U: gak papa kak, nanti cerita aja ke dokter giginya kalau buat ngunyah sakit.
K: mi, itu poli umum 1, poli umum 2, itu untuk orang yang sakit panas, batuk pilek ya
U: iya itu untuk umum, bisa anak, bisa orang tua yang sedang sakit, bisa periksa di poli umum.
K: Lihat mi, itu untuk obat ya
U: kok kakak tau, iya aku lihat ibu- ibu ngasih obat dan menjelaskan.
E kakak itu sudah di panggil, yuk kita ke ruangan.
K: aku takut ni, gak mau ah
U: kita coba masuk dulu, kakak nanti cerita saja, gak papa.
Kakak masuk ruangan dan dokter gigi mempersilahkan duduk di kursi gigi, kakak takut gak mau,,, Ya sudah kalau gak mau duduk di kursi ini saja dekat dengan ibunya kata dokter.
Masih setengah ragu saya meyakinkan akan baik- baik saja, dan membujuk duduk di kursi gigi, Alhamdulillah kakak mau, dan dokter mulai memeriksa, mengajak ngobrol, menambal dan terakhir dokter mencabut gigi depan kakak yang sudah tanggal. Dokter gigi berkata maaf ya, gigi gigi depan sudah dokter cabut, gak sakit kan, kakak hanya nyengir.
Mi berarti gigiku sudah 3 kali di cabut ya,,, iya kakak, insyaAllah nanti pertumbuhannya jadi bagus, ditempatnya, kalau gigi kakak gak di cabut gigi barunya tidak tumbuh sempurna karena masih terhalang gigi susu kakak. Iya deh aku mau giginya rajin. Iya kak insyaAllah, jawab saya.
#Tantangan10Hari10
#Level6
#KuliahBunSayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Sejak beberapa hari kakak mengeluh giginya sakit kalau mengunyah makanan dan kadang sisa makanan menyangkut di gigi, saya lihat ternyata ada yang berlubang. Saya menawarkan kita pergi ke Puskesmas yuk, ke dokter gigi, nanti biar di periksa sama dokternya mungkin di tambal, agar tidak sakit ketika makan. Kakak setuju tetapi maunya di tambal saja, kakak gak mau di cabut giginya. ( Gigi bawah bagian depan ada yang goyang, sudah mau tanggal dan sudah muncul gigi baru). Saya jawab ya,,, nanti kakak cerita kalau giginya sakit buat mengunyah, nah nanti dokter pasti ngasih tau ke kakak, mungkin sarannya di tambal.
Alhamdulillah sabtu Puskesmas buka jadi kami sepakat tadi pagi pergi ke Puskesmas. Alhamdulillah ada teman yang bekerja di sana sehingga kami di bantu diambilkan nomor antrian dan di daftarkan. Bunda Diva menginformasikan kalau kakak mendapatkan nomor urut 5 untuk poli gigi dan menyarankan datang ke Puskesmas setelah pukul 08.00. Terimakasih bunda Diva....
Kami tiba di Puskesmas pukul 08.30 dan segera memberitahukan ke bunda Diva kalau kami sudah tiba, Alhamdulillah tidak lama bunda Diva keluar dan memberikan kartu berobat pasien dan menginformasikan mohon di tunggu nanti di panggil. Kami mengucapkan terimakasih dan kami menunggu panggilan poli gigi.
Selama mengantri kakak mengamati setiap sudut ruangan, kakak menghitung ruangan yang ada, dan melihat lalu lalang orang masuk keluar Puskesmas.
K: mi di puskesmas ada ruang pendaftaran, itu kalau mau periksa daftar ke situ ya?
U: iya, karena kita sudah di daftarkan sama bunda diva, jadi kita tinggal nunggu panggilan.
K: Aku dapat no.5, sekarang sudah berapa mi?
U: kurang tau kakak, mungkin no.3 kak
E, kakak itu bukannya teman kakak ya, iya di sapa kak, enggak ah, malu.
Ah anak- anak kadang suka malu-malu giliran sudah main bersama lupa gak mau pulang.
O, itu teman kakak di panggil, mungkin habis ini kakak di panggil kali kak...
K: Aku takut ni mi...
U: gak papa kak, nanti cerita aja ke dokter giginya kalau buat ngunyah sakit.
K: mi, itu poli umum 1, poli umum 2, itu untuk orang yang sakit panas, batuk pilek ya
U: iya itu untuk umum, bisa anak, bisa orang tua yang sedang sakit, bisa periksa di poli umum.
K: Lihat mi, itu untuk obat ya
U: kok kakak tau, iya aku lihat ibu- ibu ngasih obat dan menjelaskan.
E kakak itu sudah di panggil, yuk kita ke ruangan.
K: aku takut ni, gak mau ah
U: kita coba masuk dulu, kakak nanti cerita saja, gak papa.
Kakak masuk ruangan dan dokter gigi mempersilahkan duduk di kursi gigi, kakak takut gak mau,,, Ya sudah kalau gak mau duduk di kursi ini saja dekat dengan ibunya kata dokter.
Masih setengah ragu saya meyakinkan akan baik- baik saja, dan membujuk duduk di kursi gigi, Alhamdulillah kakak mau, dan dokter mulai memeriksa, mengajak ngobrol, menambal dan terakhir dokter mencabut gigi depan kakak yang sudah tanggal. Dokter gigi berkata maaf ya, gigi gigi depan sudah dokter cabut, gak sakit kan, kakak hanya nyengir.
Mi berarti gigiku sudah 3 kali di cabut ya,,, iya kakak, insyaAllah nanti pertumbuhannya jadi bagus, ditempatnya, kalau gigi kakak gak di cabut gigi barunya tidak tumbuh sempurna karena masih terhalang gigi susu kakak. Iya deh aku mau giginya rajin. Iya kak insyaAllah, jawab saya.
#Tantangan10Hari10
#Level6
#KuliahBunSayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
Komentar
Posting Komentar