Langsung ke konten utama

🌻Asal Mula Bangsa Arab 1 🌻Modul #2 🌻

Senin,  2 Oktober 2017
By: Ustadzah Amalia Husnah B

Cikal bakal penduduk Jazirah Arab bermula dari diturunkannya nabi Adam as dan Hawa ke dunia dari surga oleh Allah swt. Keduanya kemudian melahirkan keturunan. Allah lalu mengutus nabi Nuh as. untuk memperbaiki akidah manusia. Nabi Nuh as.  mengajak kaumnya untuk menyembah Allah semata, tetapi tak digubris hingga akhirnya Allah mendatangkan banjir besar. Nabi Nuh as. dan orang - orang beriman saja yang selamat karena telah naik perahu. Mereka terbawa arus air yang dahsyat hingga membuat perahu mereka terdampar di Gunung Al Judi, sebelah timur Turki saat ini. Mereka menetap dan berkembang biak di sana.

Yafits, Sam, dan Ham adalah anak - anak nabi Nuh as. Para ahli sejarah banyak yang sepakat bahwa seluruh umat manusia yang ada setelah nabi Nuh as merupakan keturunan dari ketiga anak beliau, bukan berasal dari pengikut nabi Nuh alayhisalam.

Allah berfirman, Dan Kami jadikan anak cucunya orang - orang yang melanjutkan keturunan. Dan kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang - orang yang datang kemudian. Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam. Sungguh, demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang - orang yang berbuat baik." (QS. Ash Shaffat (37); 77-80).

Yafits, anak pertama nabi Nuh, bergerak ke timur bersama keturunannya. Di antara mereka ada juga yang pergi ke barat. Sam, anak kedua nabi Nuh, menuju ke daerah Mesopotamia ( kini Iraq ), tempat tinggal mereka pertama kali. Sam dan keturunannya menetap di sana dan dikenal sebagai kaum Sumeria. Di saat yang sama, di antara mereka ada yang menyebar di berbagai wilayah Jazirah Arab, antara lain kaum Tsamud, Judais, Amaliq, dan Ad. Nama Al Arabiyah berawal dari sini yang kemudian disebut sebagai negara - negara Arab.

Sementara itu, Ham --anak bungsu nabi Nuh as-- menuju ke selatan Mesopotamia bersama anak cucunya. Sebagian di antara mereka juga ada yang pergi ke tenggara menuju India dan barat daya. Mereka menyebrangi Selat Babul Mandub menuju Afrika, dan dari tempat tersebut bergerak ke arah utara dan tempat lainnya.

bangsa Arab menjadi tiga bagian :
1.    Arab Ba'idah, yaitu kaum Arab terdahulu yang sejarahnya tidak bisa dilacak secara rinci dan kompler, seperti Ad, Tsamud, Thasam, Judais, Amaliq, dan lainnya.
2.    Arab Aribah (penduduk asli), yaitu kaum - kaum Arab yang berasal dari keturunan Ya'rub bin Yasyjub bin Qahthan, atau disebut pula Arab Qahthaniyyah. Tempat tinggal asli mereka di Yaman, sebelah selatan Jazirah Arab. Kabilah yang terkenal : Jurhum dan Ya'rub. Dari Ya'rub berkembang ke beberapa kabilah dan anak suku hingga menjadi dua cabang besar : Kahlan dan Himyar.
3.    Arab Musta'ribah (pendatang), yaitu kaum Arab yang berasal dari keturunan Ismail yang disebut pula Arab Adnaniyah. Saat Jurhum dari bangsa Qathan datang ke Makkah, mereka lalu tinggal di sana bersama Ismail dan Hajar. Mereka kemudian menikah dan mempelajari bahasa Arab.

Arab Ba'idah

Para ahli sejarah kesulitan untuk menapaki jejak sejarah Arab Ba'idah karena tidak ada peninggalan yang dapat ditelusuri. Namun, kisah mereka banyak terdapat di dalam Al qur'an, yaitu kaum Ad, Tsamud, Madyan, dan A'ikah.

Kaum Ad
Kaum Ad bermukim di wilayah antara Rubu'Khali dan Hadramaut.

Allah mengutus nabi Hud as. kepada mereka agar tidak lagi menyembah berhala. Kaum Ad memiliki tiga berhala yang menjadi tuhan mereka: Shuda', Shamud, dan Hiba. Namun, seruan nabi Hud as agar menyembah Allah tak didengar mereka. Allah lalu menurunkan azab - Nya yang menyakitkan. Salah satunya dengan meniupkan angin yang sangat kencang. Nabi Hud as. sendiri termasuk salah satu keturunan Sam bin Nuh.

Kaum Tsamud
Kaum Tsamud menetap di wilayah antara Madinah dan Tabuk. Persisnya di perbatasan sebelah utara Lembah Al Qura (al Hijr) yang saat ini dikenal dengan nama Madain Shalih. Allah mengutus nabi Shalih bin Ubaid bin Asif, yang merupakan keturunan Sam bin Nuh, kepada kaum Tsamud, seperti tertuang di dalam firman - Nya berikut.

Dan kepada Tsamud ( Kami utus  saudara mereka, Shalih. (Qs. Hud (11):61


Nabi Shalih as diutus untuk menyebarkan ajaran Allah. Beliau meminta kaumnya untuk tidak menyembah berhala. Namun, seruan nabi Shalih as. tidak dihiraukan. Mereka terus menyembah berhala sepanjang hidupnya hingga akhirnya Allah menurunkan adzab - Nya dengan gempa bumi yang dahsyat dan petir yang menyambar - nyambar.

Kaum Madyan dan Aikah


Sementara itu, kaum Madyan dan A'ikah bertempat tinggal di sebelah utara Hijaz, di wilayah antara Teluk 'Aqabah dan Tabuk.Rumah mereka dikenal dengan nama Maghayir (rumah gua) Syuaib.

Allah mengutus nabi Syuaib as kepada kaum Madyan dan A'ikah.
Dan kepada penduduk Madyan (Kami utus) saudara mereka, syu'aib. (QS. Hud(11):84)


Nabi Syu'aib diutus Allah untuk mengajak kaum Madyan dan A'ikah meninggalkan berhala. Salah satu berhala yang mereka sembah adalah pohon besar a'ikah. Namun, ajakan nabi Syu'aib as. tak didengar kedua kaum tersebut. Mereka sama sekali menolak ajakan Syu'aib hingga allah mengadzab mereka dengan gempa bumi dan banjir bandang.

Tempat tinggal kaum Tsamud:
antara Madinah - Tabuk dan perbatasan sebelah utara Lembah Al Qura ( Al Hijr ). Kini dikenal dengan nama Mada in Saleh.

Tempat tinggal kaum Ad :
Terletak antara Rubu' al Khali dan Hadramaut. Ingatlah (Hud) saudara - saudara kaum Ad ketika dia mengingatkan kaumnya tentang bukit pasir.(QS. Al Ahqaf(46):21).

Tempat tinggal kaum Madyan dan A'ikah:
Di Maghayir (rumah gua) Syu'aib, wilayah yang luas di Teluk Aqabah hingga ke Tabuk di sebelah utara Hijaz.

Nabi kaum Tsamud : Shalih bin Ubaid bin Asif juga termasuk keturunan Sam bin Nuh. Kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Shalih.(QS. Hud(11):61), Sembahan kaum Tsamudberhala. Adzab untuk mereka gempa bumi, suara yang sangat keras, siksa yang sangat dahsyat, penghancuran dan sambaran petir.

Nabi kaum Ad : Hud bin Abdullah bin Rabah bin Al Khalud,
termasuk salah satu keturunan Sam bin Nuh.
Kepada kaum Ad (Kami utus) saudara mereka.(QS. Hud(11):50)


Sembahan kaum Ad berhala Shuda, Shamud, Hiba. Adzab untuk mereka siksa dan murka, siksa yang berat, suara yang sangat keras, kebinasaan dan angin kencang yang sangat dingin.

Nabi kaum Madyan dan A'ikah
: Syu'aib bin Mikail bin Yasyjar bin Madyan bin Ibrahim Al Khalil. Kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syu'aib (QS. Hud(11):84)

Sembahan mereka pohon besar A'ikah dan berhala. Adzab untuk mereka suara yang sangat keras, gempa bumi, gumpalan awan yang gelap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...