Senin, 9 Oktober 2017
By:Uz. Amalia H B ( Uz. Yuyu)
Yaman menjadi tempat kelahiran Arab 'aribah. Mereka adalah anak keturunan Qahthan yang nasab mereka berakhir pada Sam bin Nuh. Mereka terbagi dalam beberapa kabilah, dan ada dua yang terkenal :
1. Himyar, terdiri atas beberapa suku terkenal, yaitu Zaid al Jumhur, Qudha'ah dan Sakasik. Ahli sejarah belum sepakat tentang asal keturunannya. Ada yang mengatakan Qudha'ah, ada juga diluar itu. Kabilah Himyar hijrah dari Yaman dan tinggal di pinggiran Iraq
2. Kahlan, terdiri atas beberapa suku terkenal, yaitu Hamdan, Anmar, Wathi, Mudzhij, Kindah, Lakham, Judzam, Azdi, Aus, Khazraj dan anak keturunan Jafnah, raja Syam.
Banyak suku Kahlan yang kemudian pindah dari Yaman, menyebar ke berbagai penjuru Jazirah arab. Mereka terbagi kedalam empat golongan :
1. Azdi, mereka pergi dari Yaman ke wilayah utara, dengan dikomandani oleh pemimpin mereka, Imran bin Amru Muzaiquba. Setelah cukup lama berjalan, mereka berpencar ke beberapa tempat. Tsa'labah bin Amru dari Azdi ke hijaz dan tinggal di daerah yang diapit Tsa'labiyah dan Dzu Qar. Di sini, mereka tinggal untuk beberapa kurun waktu. Setelah itu, mereka memutuskan untuk pindah. Daerah yang dituju adalah Yatsrib. Merasa cocok dengan kondisi Yatsrib, akhirnya mereka mengambil keputusan untuk menetap di yatsrib. Di antara keturunan Tsa;labah adalah suku Aus dan Khazraj. Di antara keturunan mereka ada yang bernama Haritsah bin Amru atau Khuza'ah dan ank keturunannya. Mereka pindah ke Hijaz dan kemudian memutuskan untuk menetap di Murrazh-Zhahran, tak jauh dari Makkah. Dalam perkembangannya, suku ini disegani di kalangan kabilah - kabilah di Hijaz hinggan akhirnya lambat laun berhasil menguasai Makkah. Sementara itu, putera Haritsah bin Tsa'labah lainnya, yaitu Imran bin Amr menetap di Oman bersama anak-anak dan keturunannya yang disebut Azdi Oman. Sedangkan, kabilah-kabilah Nash bin al Azdi menetap di Tihamah, yang disebut Azdi Syanu'ah. Jafnah bin Amr sempat singgah di Ghassan, Hijaz. Dia dijuluki "Bapak Raja-Raja Ghassan". Setelah beberapa lama menetap di sana, ia hijrah ke Syam dan tinggal di sana bersama keturunannya dalam waktu cukup lama.
2. Lakham dan Judzam , Tokoh yang terkenal adalah Nashr bin Rabi'ah, pemimpin raja-raja al Mundzir di Hairah.
3. Bani Tha'i, Dari Yaman mereka pergi ke utara dan singgah di antara dua gunung ; Aja dan Salma. Mereka lalu tinggal dua gunung itu. Kedua gunung tersebut dikenal dengan dua gunung Tha'i.
4. Kindah, setelah hijrah dari Yaman, mereka sempat dua kali singgah, yaitu di Bahrain dan Hadramaut. Di kedua tempatitu, mereka tidak bertahan lama. Mereka kembali berkelana dan tiba di Najed. Di tempat inilah, orang-orang Kindah akhirnya menetap. Mereka membangun pemerintahan yang kuat, memiliki peradaban yang besar dan telah melakukan pertanian serta perdagangan. Namun kekuasaan dan peradaban itu cepat punah. Bangsa Arab Aribah sama sekali tidak meninggalkan jejak peradaban yang dapat dijadikan pelajaran dan sebagai bukti keberadaan mereka. Oleh karena itu, para ahli sejarah kesulitan untuk mengungkap lebih banyak fakta sejarah seputar bangsa ini.
By:Uz. Amalia H B ( Uz. Yuyu)
Yaman menjadi tempat kelahiran Arab 'aribah. Mereka adalah anak keturunan Qahthan yang nasab mereka berakhir pada Sam bin Nuh. Mereka terbagi dalam beberapa kabilah, dan ada dua yang terkenal :
1. Himyar, terdiri atas beberapa suku terkenal, yaitu Zaid al Jumhur, Qudha'ah dan Sakasik. Ahli sejarah belum sepakat tentang asal keturunannya. Ada yang mengatakan Qudha'ah, ada juga diluar itu. Kabilah Himyar hijrah dari Yaman dan tinggal di pinggiran Iraq
2. Kahlan, terdiri atas beberapa suku terkenal, yaitu Hamdan, Anmar, Wathi, Mudzhij, Kindah, Lakham, Judzam, Azdi, Aus, Khazraj dan anak keturunan Jafnah, raja Syam.
Banyak suku Kahlan yang kemudian pindah dari Yaman, menyebar ke berbagai penjuru Jazirah arab. Mereka terbagi kedalam empat golongan :
1. Azdi, mereka pergi dari Yaman ke wilayah utara, dengan dikomandani oleh pemimpin mereka, Imran bin Amru Muzaiquba. Setelah cukup lama berjalan, mereka berpencar ke beberapa tempat. Tsa'labah bin Amru dari Azdi ke hijaz dan tinggal di daerah yang diapit Tsa'labiyah dan Dzu Qar. Di sini, mereka tinggal untuk beberapa kurun waktu. Setelah itu, mereka memutuskan untuk pindah. Daerah yang dituju adalah Yatsrib. Merasa cocok dengan kondisi Yatsrib, akhirnya mereka mengambil keputusan untuk menetap di yatsrib. Di antara keturunan Tsa;labah adalah suku Aus dan Khazraj. Di antara keturunan mereka ada yang bernama Haritsah bin Amru atau Khuza'ah dan ank keturunannya. Mereka pindah ke Hijaz dan kemudian memutuskan untuk menetap di Murrazh-Zhahran, tak jauh dari Makkah. Dalam perkembangannya, suku ini disegani di kalangan kabilah - kabilah di Hijaz hinggan akhirnya lambat laun berhasil menguasai Makkah. Sementara itu, putera Haritsah bin Tsa'labah lainnya, yaitu Imran bin Amr menetap di Oman bersama anak-anak dan keturunannya yang disebut Azdi Oman. Sedangkan, kabilah-kabilah Nash bin al Azdi menetap di Tihamah, yang disebut Azdi Syanu'ah. Jafnah bin Amr sempat singgah di Ghassan, Hijaz. Dia dijuluki "Bapak Raja-Raja Ghassan". Setelah beberapa lama menetap di sana, ia hijrah ke Syam dan tinggal di sana bersama keturunannya dalam waktu cukup lama.
2. Lakham dan Judzam , Tokoh yang terkenal adalah Nashr bin Rabi'ah, pemimpin raja-raja al Mundzir di Hairah.
3. Bani Tha'i, Dari Yaman mereka pergi ke utara dan singgah di antara dua gunung ; Aja dan Salma. Mereka lalu tinggal dua gunung itu. Kedua gunung tersebut dikenal dengan dua gunung Tha'i.
4. Kindah, setelah hijrah dari Yaman, mereka sempat dua kali singgah, yaitu di Bahrain dan Hadramaut. Di kedua tempatitu, mereka tidak bertahan lama. Mereka kembali berkelana dan tiba di Najed. Di tempat inilah, orang-orang Kindah akhirnya menetap. Mereka membangun pemerintahan yang kuat, memiliki peradaban yang besar dan telah melakukan pertanian serta perdagangan. Namun kekuasaan dan peradaban itu cepat punah. Bangsa Arab Aribah sama sekali tidak meninggalkan jejak peradaban yang dapat dijadikan pelajaran dan sebagai bukti keberadaan mereka. Oleh karena itu, para ahli sejarah kesulitan untuk mengungkap lebih banyak fakta sejarah seputar bangsa ini.





Komentar
Posting Komentar