Langsung ke konten utama

๐Ÿฏ๐ŸฅœCemilan Rabu Ke 4๐Ÿฏ๐Ÿฅœ Materi #4 Gaya Belajar Anak

SCL, Student Centered Learning ๐Ÿ”ฌ๐Ÿ“ฆ๐Ÿ“Š
Apa itu SCL?
Student Centered Learning, Pembelajaran berpusat pada siswa adalah :
Pengajaran yang 'sadar' terhadap siswa dan kebutuhan mereka melebihi hal lain, menempatkan siswa di pusat proses belajar.

Siswa lebih aktif dalan proses belajarnya sementara guru menjadi fasilitator dalam proses  belajar, bukan sebagai presenter informasi.

SCL, tidak hanya memungkinkan siswa atau anak memilih apa yang harus dipelajari, tapi bagaimana dan mengapa topik tersebut.

Brandes and Ginnis (1986), dalam bukunya  ‘A Guide to Student–Centered Learning' menjelaskan prinsip utama dalam SCL adalah :

1⃣‌Pelajar atau siswa bertanggungjawab penuh terhadap apa yang dipelajari

2⃣‌Keterlibatan dan partisipasi sangat dibutuhkan dalam proses belajar

3⃣‌Hubungan antar pelajar atau siswa adalah sama (setara), bertumbuh dan berkembang

4⃣‌Guru bertindak sebagai fasilitator dan narasumber

5⃣‌Pengalaman belajar berpengaruh dalam pendidikannya (afektif dan kognitif mengalir bersama)

6⃣‌Pelajar melihat dirinya berbeda sebagai hasil dari pengalaman belajar.

Implikasi SCL dalam Desain Kurikulum siswa
SCL mencakup gagasan bahwa siswa memiliki pilihan tentang apa yang harus dipelajari, bagaimana cara belajar dan sejauh mana hal tersebut bisa dia lakukan. Pada akhirnya setiap siswa akan mempunyai personalized curriculum  yang pasti amat berbeda dengan siswa yang lainnya.


Strategi Belajar "Student Centered Learning"


KWHLAQ salah satunya. Siswa dapat menggunakannya sebagai panduan untuk memperdalam topik yang dipelajari. Orangtua atau guru pun dapat menggunakannya untuk menstimulus siswa memperdalam informasi terkait topik yang dipelajari.

Masih bingung? Tenang, contoh penerapannya dapat disimak di infografis yang menyertai cemilan ini.

Selamat belajar bersama ananda ๐Ÿ“š

Sumber :
_http://www.teachthought.com/pedagogy/28-student-centered-instructional-strategies/_

Jurnal,  Geraldine O’Neill and Tim McMahon, 2005, STUDENT–CENTRED LEARNING: WHAT DOES IT MEAN FOR STUDENTS AND LECTURERS?, University College Dublin


Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...