Bismillahirrohmanirrohiim...
Alhamdulillah wa syukurillah... Allah memberikan kemudahan dan jalan untuk memperbaiki diri, belajar dan tumbuh bersama anak-anak. Ketika diri ini mengazamkan untuk membersamai anak-anak dalam menjaga fitrahnya, ku yakin Allah akan memberikan jalan. Ya... ya... lakukan.... lakukan dan lakukan hingga Allah yang akan menilai perbuatan kita dan menunjukkan jalanNya.
Games Level 4 ini , menyadarkan kepada saya ternyata gaya belajar atau modalitas belajar dominan saya adalah Visual, saya sangat mudah untuk bisa menceritakan kembali dengan adanya bantuan gambar.
Semenjak bergabung dalam komunitas HEbAT dan IIP, ada materi tentang partofolio anak, saya memahaminya dan merasakan insyaAllah ada manfaatnya kelak, sehingga saya berusaha mendokumentasikan segala aktivitas anak dengan tujuan kelak suatu saat dibutuhkan ada dokumentasinya sebagai kenang- kenangan anak-anak bahwa masa kecilnya tumbuh bersama abi dan uminya, dan sebagai bahan untuk spesifikasi passion dia dalam bidang apa.
Tanpa disadari apa yang saya lakukan untuk anak saya ternyata sangat bermanfaat buat saya, saya dapat dengan mudah mengingat aktivitas anak dan menceritakannya. Dan menyadari modalitas belajar saya adalah Visual.
Segala sesuatu tidak ada yang sia-sia. Allah bersama prasangka Hambanya... saya niatkan untuk kebaikan dan Allah pun memberikan jalan kebaikan.
Dalam pengamatan selama 15 hari ini kakak dan adek cenderung modalitas belajarnya yang dominanan adalah kinestetik, pada usia 0-7 tahun adalah fase kaya akan wawasan, mereka ingin selalu mempelajari sesuatu yang baru dan selalu ingin bergerak, fisik/ gerakan sangat aktif.
Kakak sangat menikmati segala aktivitas yang terjun langsung alias praktek, setiap harinya ingin praktek sesuatu, mencoba hal yang baru, tidak pernah diam, mengulang hal- hal yang disukainya, misal menggambar dan mewarnai. Dalam menjalankan aktivitasnya kakak selalu ingin perfect dan selalu ingin selesai.
Dalam kemandirian literasi yaitu membaca kakak selalu menggunakan jarinya untuk membaca dan dengan suara yang keras.
Sedangkan adek, selalu bergerak dan tidak diam, ada saja yang dikerjakan, menyusun puzzle, meronce, berlari, berjalan, makan sendiri, mencontoh aktivitas umi dan aktivitas yang memerlukan fisik. Senang mendengarkan murotal, serta melihat dvd. Sesuai dengan hasil diagram pie antara Audio dan Visual berimbang karena hampir setiap hari adek ingin melihat dvd yang merupakan modalitas belajar visual dan audio.
Anak-anak masih dalam pertumbuhan mereka belajar, mencoba segala sesuatu dan modalitas belajarnya pun berubah- ubah, kadang kinestetik, kadang audio kadang visual dan bahkan gabungan.
Kami berusaha untuk memberikan kepercayaan mereka untuk belajar, mencoba segala aktivitas, memfasilitasi dan berdiskusi agar kelak mereka menemukan jatidirinya, menemukan passionnya dan bermanfaat untuk umat.
Tak mudah memang kadang kita masih tergiur, rumput tetangga lebih hijau. Padahal setiap manusia terlahir fitrah, semua sudah membawa bakat masing- masing, bakat yang unik.
Ya Allah ya Robbana tetapkan kami dalam nikmat iman, islam dan terus memperbaiki diri, terus belajar hingga akhir hayat.
Jadikan kami sebagai orang tua yang mampu menghantar anak-anak kami menjadi pribadi yang soliha dan bermanfaat.
Terimakasih bu Septi dan tim Fasil atas materi - materi yang mencerahkan, tantangan demi tantangan yang membuat saya terus berfikir dan berproses memperbaiki diri.
Tidak ada Balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. Barakallahu fiikum...
Alhamdulillah wa syukurillah... Allah memberikan kemudahan dan jalan untuk memperbaiki diri, belajar dan tumbuh bersama anak-anak. Ketika diri ini mengazamkan untuk membersamai anak-anak dalam menjaga fitrahnya, ku yakin Allah akan memberikan jalan. Ya... ya... lakukan.... lakukan dan lakukan hingga Allah yang akan menilai perbuatan kita dan menunjukkan jalanNya.
Games Level 4 ini , menyadarkan kepada saya ternyata gaya belajar atau modalitas belajar dominan saya adalah Visual, saya sangat mudah untuk bisa menceritakan kembali dengan adanya bantuan gambar.
Semenjak bergabung dalam komunitas HEbAT dan IIP, ada materi tentang partofolio anak, saya memahaminya dan merasakan insyaAllah ada manfaatnya kelak, sehingga saya berusaha mendokumentasikan segala aktivitas anak dengan tujuan kelak suatu saat dibutuhkan ada dokumentasinya sebagai kenang- kenangan anak-anak bahwa masa kecilnya tumbuh bersama abi dan uminya, dan sebagai bahan untuk spesifikasi passion dia dalam bidang apa.
Tanpa disadari apa yang saya lakukan untuk anak saya ternyata sangat bermanfaat buat saya, saya dapat dengan mudah mengingat aktivitas anak dan menceritakannya. Dan menyadari modalitas belajar saya adalah Visual.
Segala sesuatu tidak ada yang sia-sia. Allah bersama prasangka Hambanya... saya niatkan untuk kebaikan dan Allah pun memberikan jalan kebaikan.
Dalam pengamatan selama 15 hari ini kakak dan adek cenderung modalitas belajarnya yang dominanan adalah kinestetik, pada usia 0-7 tahun adalah fase kaya akan wawasan, mereka ingin selalu mempelajari sesuatu yang baru dan selalu ingin bergerak, fisik/ gerakan sangat aktif.
Kakak sangat menikmati segala aktivitas yang terjun langsung alias praktek, setiap harinya ingin praktek sesuatu, mencoba hal yang baru, tidak pernah diam, mengulang hal- hal yang disukainya, misal menggambar dan mewarnai. Dalam menjalankan aktivitasnya kakak selalu ingin perfect dan selalu ingin selesai.
Dalam kemandirian literasi yaitu membaca kakak selalu menggunakan jarinya untuk membaca dan dengan suara yang keras.
Sedangkan adek, selalu bergerak dan tidak diam, ada saja yang dikerjakan, menyusun puzzle, meronce, berlari, berjalan, makan sendiri, mencontoh aktivitas umi dan aktivitas yang memerlukan fisik. Senang mendengarkan murotal, serta melihat dvd. Sesuai dengan hasil diagram pie antara Audio dan Visual berimbang karena hampir setiap hari adek ingin melihat dvd yang merupakan modalitas belajar visual dan audio.
Anak-anak masih dalam pertumbuhan mereka belajar, mencoba segala sesuatu dan modalitas belajarnya pun berubah- ubah, kadang kinestetik, kadang audio kadang visual dan bahkan gabungan.
Kami berusaha untuk memberikan kepercayaan mereka untuk belajar, mencoba segala aktivitas, memfasilitasi dan berdiskusi agar kelak mereka menemukan jatidirinya, menemukan passionnya dan bermanfaat untuk umat.
Tak mudah memang kadang kita masih tergiur, rumput tetangga lebih hijau. Padahal setiap manusia terlahir fitrah, semua sudah membawa bakat masing- masing, bakat yang unik.
Ya Allah ya Robbana tetapkan kami dalam nikmat iman, islam dan terus memperbaiki diri, terus belajar hingga akhir hayat.
Jadikan kami sebagai orang tua yang mampu menghantar anak-anak kami menjadi pribadi yang soliha dan bermanfaat.
Terimakasih bu Septi dan tim Fasil atas materi - materi yang mencerahkan, tantangan demi tantangan yang membuat saya terus berfikir dan berproses memperbaiki diri.
Tidak ada Balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. Barakallahu fiikum...





Komentar
Posting Komentar