Langsung ke konten utama

⭐Aliran Rasa Games Level 4 Pengamatan Gaya Belajar Anak

Bismillahirrohmanirrohiim...

Alhamdulillah wa syukurillah...  Allah memberikan kemudahan dan jalan untuk memperbaiki diri, belajar dan tumbuh bersama anak-anak. Ketika diri ini mengazamkan untuk membersamai anak-anak dalam menjaga fitrahnya, ku yakin Allah akan memberikan jalan. Ya... ya... lakukan.... lakukan dan lakukan hingga Allah yang akan menilai perbuatan kita dan menunjukkan jalanNya.

Games Level 4 ini , menyadarkan kepada saya ternyata gaya belajar atau modalitas belajar dominan saya adalah Visual, saya sangat mudah untuk bisa menceritakan kembali dengan adanya bantuan gambar.
Semenjak bergabung dalam komunitas HEbAT dan IIP, ada materi tentang partofolio anak, saya memahaminya dan merasakan insyaAllah ada manfaatnya kelak, sehingga saya berusaha mendokumentasikan segala aktivitas anak dengan tujuan kelak suatu saat dibutuhkan ada dokumentasinya sebagai kenang- kenangan anak-anak bahwa masa kecilnya tumbuh bersama abi dan uminya, dan sebagai bahan untuk spesifikasi passion dia dalam bidang apa.
Tanpa disadari apa yang saya lakukan untuk anak saya ternyata sangat bermanfaat buat saya, saya dapat dengan mudah mengingat aktivitas anak dan menceritakannya. Dan menyadari modalitas belajar saya adalah Visual.
Segala sesuatu tidak ada yang sia-sia. Allah bersama prasangka Hambanya... saya niatkan untuk kebaikan dan Allah pun memberikan jalan kebaikan.

Dalam pengamatan selama 15 hari ini kakak dan adek cenderung modalitas belajarnya yang dominanan adalah kinestetik, pada usia 0-7 tahun adalah fase kaya akan wawasan, mereka ingin selalu mempelajari sesuatu yang baru dan selalu ingin bergerak,  fisik/ gerakan sangat aktif.

Kakak sangat menikmati segala aktivitas yang terjun langsung alias praktek, setiap harinya ingin praktek sesuatu, mencoba hal yang baru, tidak pernah diam, mengulang hal- hal yang disukainya, misal menggambar dan mewarnai. Dalam menjalankan aktivitasnya kakak selalu ingin perfect dan selalu ingin selesai.
Dalam kemandirian literasi yaitu membaca kakak selalu menggunakan jarinya untuk membaca dan dengan  suara yang keras.



Sedangkan adek, selalu bergerak dan tidak diam, ada saja yang dikerjakan, menyusun puzzle, meronce, berlari, berjalan, makan sendiri, mencontoh aktivitas umi dan aktivitas yang memerlukan fisik. Senang mendengarkan murotal, serta melihat dvd. Sesuai dengan hasil diagram pie antara Audio dan Visual berimbang karena hampir setiap hari adek ingin melihat dvd yang merupakan  modalitas belajar visual dan audio.



Anak-anak masih dalam pertumbuhan mereka belajar, mencoba segala sesuatu dan modalitas belajarnya pun berubah- ubah, kadang kinestetik, kadang audio kadang visual dan bahkan gabungan.

Kami berusaha untuk memberikan kepercayaan mereka untuk belajar, mencoba segala aktivitas, memfasilitasi dan berdiskusi agar kelak mereka menemukan jatidirinya, menemukan passionnya dan bermanfaat untuk umat.

Tak mudah memang kadang kita masih tergiur, rumput tetangga lebih hijau. Padahal setiap manusia terlahir fitrah, semua sudah membawa bakat masing- masing, bakat yang unik.

Ya Allah ya Robbana tetapkan kami dalam nikmat iman, islam dan terus memperbaiki diri, terus belajar hingga akhir hayat.

Jadikan kami sebagai orang tua yang mampu menghantar anak-anak kami menjadi pribadi yang soliha dan bermanfaat.

Terimakasih bu Septi dan tim Fasil atas materi - materi yang mencerahkan, tantangan demi tantangan yang membuat saya terus berfikir dan berproses memperbaiki diri.
Tidak ada Balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. Barakallahu fiikum...



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Mendidik Fitrah Bakat

Fitrah Bakat Oleh: Ust. Harry Santosa 28 Maret 2017 Ada yang bertanya bagaimana cara mudah mengenali bakat anak? Cara mudah tidak ada, yang ada adalah cara fitrah, yaitu observasi orang tua pada anak anaknya dalam waktu panjang secara telaten dan penuh empati. Usia 0-6 tahun Kenali atau observasi "sifat unik" dan "fisik unik" anak dalam keseharian atau dalam berkegiatan. Apa itu sifat unik? Sifat unik ini adalah bawaan lahir (karakter bawaan) unik yang nampak sejak lahir, disebut dengan fitrah bakat. Secara umum "sifat unik" dimulai dengan kata "Suka". Misalnya suka mengatur, suka mengendalikan, suka waspada, suka menganalisa, suka memperbaiki, suka bersahabat dstnya. Kalau fisik unik, nampak pada keistimewaan fisik, misalnya olahraga, menari, memasak dstnya. Biasanya fisik ini yang dianggap fitrah bakat, padahal sifat juga fitrah bakat, dan lebih sulit dikenali. Jika merujuk pada penemuan Gallup, maka ada 34 sifat unik...