Langsung ke konten utama

🎊30 Menit lebih dekat dengan peserta terbaik tantangan 10 hari level 3.🎊

🎊Hari & Tanggal : Kamis, 4 Mei 2017
🎊Pukul                : 20.00-21.00
🎊Narasumber      : Wiwit Simponi dan Mila Herwina
🎊Host                  :  Ardiani R Putri & Ardania Rizka
🎊Notulen             : Tantia
                 
Bunda Putri:
 Assalamualaikum bunda semua ❤, Sudah adakah yang bergabung disini? Untuk bunda @Wiwit Simponi dan bunda @mila sudah siapkah untuk berbagi? Yuuuuk silakan bunda mila dan bunda wiwit untuk perkenalan dan sharing hal-hal baik apa saja yang berkaitan dengan Kelas Bunda Sayang                    
Silakan bunda wiwit untuk sharing bersama hingga pukul 20.30 lalu dilanjut oleh bunda mila hingga pukul 21.00
                   
Bunda wiwit:
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Senangnya bs berkumpul kembali dg bunda-bunda hebat 😍
Terima kasih atas kesempatan sharingnya 😊
Saya hny bisa sharing sebatas pengalaman saya , semoga bs bermanfaat ya bun.
Perkenalkan saya Wiwit Simponi, panggil saja saya Wiwit 😄
Saya seorang Bunda yg sedang belajar mendidik amanah saya anak laki2 ber usia 5,5 thn bernama Satria.      
InsyaAllah saya sharing pengalaman & aliran rasa saya mengenai Game Level 3 kmrn mengenai Family Project. Semoga bermanfaat dan bs diambil hikmahnya 😊🙏🏼

The Suradin's Family  Project 👪
💙"Be Grateful Everyday!" 💙

Alhamdulllah Wa syukurillah..

Kami bersyukur dengan adanya Family Project merupakan sarana belajar kami sebagai satu keluarga melatih dan menstimulus  kecerdasan kami bertiga , mempererat hubungan kami sebagai keluarga, meningkatkan komunikasi kami menjadi lebih produktif juga melatih kemandirian bagi kami.

Kami berdiskusi, bertukar pikiran, saling memberikan masukan untuk membuat suatu projek keluarga yang sederhana.

kami memilih untuk membuat suatu projek yang dapat membuat kami selalu bersyukur dan merasakan jg memiliki empati kepada orang lain.

Setelah sepakat dengan Projek keluarga kami yang kami namai Projek Be Grateful Everyday !  dengan sasaran :

1) Kami ingin mengajarkan rasa empati kepada Satria anak kami umur 5,5 tahun : merasakan kesulitan dan kondisi orang lain , melatih "kecerdasan emosional nya kepada sesama dan setelah itu menjadi bersyukur kepada Sang Pencipta ALLAH SWT yang telah memberikan segala nikmatNya kepada kita..sharing is caring
(Kecerdasan Emosional dan Spiritual)🙏

2) Membangun kemandirian :
    Berani dan cerdas dalam   menghadapi suatu kondisi 💪🙌

3) Meningkatkan komunikasi produktif : berani dalam bertanya, mengungkapkan rasa dan berhadapan dengan orang lain🙋

Alhamdulillah Setelah melakukan projek ini, kami bersyukur bahwa Satria semakin percaya diri menghadapi orang lain tanpa membedakan satu sama lain, menghormati orang yang lebih tua. Menikmati berinteraksi dan berkomunikasi dengan penjual keliling yang ditemui, Bapak pembersih kebun, Ibu penjual sayur, mamang penjual roti, Bapak petugas kebersihan, Mamang penjual ikan..

MasyaAllah..Satria dengan senyum bahagianya memberikan bingkisan sederhana yang kami buat berisi makanan ringan dan air minum dalam kemasan agar dapat dinikmati dan menjadi pelepasa dahaga ketika mereka tengah bekerja keras mencari rezeki.

Kami targetkan “1 day 1 person”
setiap harinya kami berusaha menstimulus Satria..juga spontanitas Satria yang mempunyai inisiatif memberikan bingkisan tersebut kepada yang membutuhkan.

Senyum dan matanya berbinar saat menceritakan bahwa dia telah mengbrol dengan Bapak A, Ibu B, Mamang C..senyum setelah melakukan kebaikan..

Dia juga ikhlas ketika kami menstimulasi dengan aktifitas memberikan tas, mainan, buku dan pakaian layak pakai kepada tetangga sekitar kami yang lebih membutuhkan. Dengan semangatnya Satria juga membantu memilah dan memilih untuk diberikan kepada anak kecil lain yang lebih membutuhkan.

Masyaa Allah kami benar-benar merasakan manfaat dengan aktifitas Family Project ini, akhirnya saya dan suami sepakat untuk merutinkan kegiatan ini . Semoga kami bisa menjadi keluarga yang belajar mengikat ilmu dengan amal dan kebaikan.
Aamiin Ya Robbalalamiin..

 Ini hasil Master Mind dg Satria & Abahnya

 Ini sasaran bersama yg kami ingin capai 😊
   🌸SESI TANYA JAWAB🌸
            
1. Teh Ai :
 😍 keren banget mbak Wit...
Boleh sharing, bagaimana komunikasi terhadap Satria awalnya sehingga tercetus ide keren seperti ini?
Sehingga Satria tertarik dan bisa antusias seperti ini?  
 Bunda Wiwit : 
 Nuhun teh..Awalnya abahnya selalu mengajak satria bl melihat ada yg pemulung yg sdg beristirahat, biasanya abahnya meminta tlg satria yg memberikan makanannya.                       
Abahnya selalu bercerita bahwa semua org sedang mencari rezeki, makanya kita hrs bersyukur.. ketika abahnya bercerita saya melihat mata Satria yg sdg berpikir dan mengolah pesan abahnya 😬
Jd tercetuslah ide sederhana tersebut utk diterapkan dlm keseharian ☺
                                           
Teh Ai:
Jadi memang sudah dibiasakan dari awal ya..
Bunda Wiwit: 
Satria sangat senang diberikan jabatan :" Captain Grateful" 😆                   
Abahnya yg jd Trainer nya, sayah hanya fasilitator 🙈
                       
2. Bunda Mila: 
Mbak Wiwit, mau nanya gimana cara mbak Wiwit dan suami menyelaraskan nilai dlm keluarga dan akhirnya bisa menularkannya pada Satria?   
Bunda Wiwit:   
Iya mba Mila, selama 6 tahun nikah kami terus belajar bersama hingga kami belajar bgmn Harmonisasi Suami Istri 👫
Kami belajar utk belajar selaras dlm kesolehan: intinya keteladanan dr kami berdua yg kami sama2 mengingatkan 

3. Bunda Arrsy: 
Masya allah kereeen bgt mba wiiwit                       
 Mba wiwit, satria 5, 5 thn buat bertemu orang baru ud bsa langsung bsa ngobrol ya?
Bunda Wiwit

Masih dilihat mba Arsy, kalau dia sdh melihat abah bunda nya menyapa org tersebut, insyaa allah otomatis dia langsung tune in.
Kami jg menanamkan rasa waspada dg org lain yg sebelumnya blm kami kenal

4. Bunda Mila:
Oiya apa Satria pernah ngalamin misalnya ngambek, gak mau ngejalanin "project"?
Bunda Wiwit:
Alhamdulillah Satria menjalaninya dg senyuman mba setelah melakukannya..dan justru dia yg sering mengingatkan kami bahwa msh ada bingkisan yg blm diberikan..dia malah yg inisiatif..Bun bingkisannya boleh satria kasih ke mamang itu..hihi kadang emaknya lupa jg
Teh Ai:   
 Karena teladan adalah pendidikan terbaik buat anak2 ya mbak...

5. Bunda Ika:
Mba wit, bagaimana caranya agar bisa teragenda dan terstruktur seperti itu ya? Saya masih perlu belajar untuk membuat agenda dan bagan-bagan begitu.
Bunda Wiwit :
Karena saya tipe visual, membuat bagan justru membuat saya menjadi bersemangat dan memudahkan struktur berpikir saya menjadi sistematis Mba Ika..memang perlu meluangkan waktu, tp manfaat nya jd semakin jelas insyaa Allah outputnya.
 Kalau saya lg turun semangatnya saya melihat motivasi utama saya lagi
 Ini biasanya biar ga turun semangat :1. Mengingat selalu MOTIVASI UTAMA kita menjadi Ibu Professional 💪
2. Menyadari bahwa MANFAAT yg dirasa stelah mengikuti dan melakukan challenge,game,projek --> Justru akan membawa dampak & progress POSITIF bg saya & keluarga .
3. Mengikuti tahapan belajar matrikulasi hingga kelas bunda sayang yg disusun secara bertahap & sistematis --> otomatis akan membantu belajar & berpikir secara sistematis dlm  merancang aktifitas keluarga
4. Family Management --> menjadikan keluarga sbg prioritas & klien utama👪


 Hihi hasil mindmap motivasi saya menjadi Professional moslem Mom & Wife
Saya selalu lihat bagan motivasi yg saya buat bila semangat saya turun 🙈


Bunda Putri:
🎊🎊🎊Sekarang kita lanjut sharing dengan Bunda @mila yaaaa🎊🎊🎊

Bunda Mila:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...bunda2 semua😍
Perkenalkan..nama saya Mila Herwina, biasa dipanggil Mila..
Saat ini saya diamanahi 2 orang anak, 1 laki2 berusia 8,5 thn dan 1 perempuan berusia hampir 4 thn                    
Kalau tadi melihat sharing dari Mbak Wiwit waaah kereen banget👍👍👍
Jangan kaget ya bunda2, di sini saya malah sharing yg berkebalikannya😅                       
Saya gak bikin panduan goals kayak mbak Wiwit, pertama gak kepikiran, yg ke2, saya gaptek gak bisa bikinnya😅                    
Jadi saya sharing secara narasi saja ya...
Family Project game level 3 kemarin bagi saya adalah game yang paling menantang dibandingkan game level 1,2 dan 4                    
 Jujur saya gak kepikiran awalnya apa yang akan saya jadikan family project.
Akhirnya saya pikirkan beberapa ide2 dan saya obrolin dgn suami dan anak (anak pertama).
Dan akhirnya adalah 3 ide utk dijalankan. Itu pun gak ada nama projectnya😅                    
Banyak hikmah yang saya ambil dari family projects tersebut, setelah saya evaluasi beberapa ketidakberhasilan dikarenakan belum kokohnya pijakan kami di pondasi awal yaitu komunikasi produktif (di game level 1) dan kemandirian (game level 2)                                           
Namun ada beberapa hal menarik yang saya dapatkan juga dari game level 3 kemarin, yang ternyata nyambung dgn game level 4 skrg ini.
Saya jadi lebih mengenal apa saja kelebihan dan kekurangan anak2 saya, terkait dengan bagaimana gaya belajar mereka

   
🌸SESI TANYA JAWAB🌸
                
1. Mba Zy: 
Kalau boleh dijelaskan.. gaya belajar anak-anak mba mila termasuk yg mana?                       
Bunda Mila:
Kelihatannya abang dengan gaya belajar kinestetik, dan adek dgn gaya belajar auditori.
Beberapa kali dalam project saya mengamati ternyata ketika mereka melakukan project itu akan lebih cepat diarahkan ketika saya menyesuaikan dgn gaya belajar tipe mereka masing2

2. Bunda Wiwit: 
Waah..blh tau Mba Mila 3 ide utk Family project nya apa saja?                                           
Bunda Mila:
 Idenya mah biasa banget mbak Wiwit😅
Ide pertama ingin buat portofolio berupa foto dan keterangan kegiatan anak2. Ide kedua, saya menebak akan sesuai dengan kesukaan gaya belajar abang, yaitu praktek/merakit sesuatu, jadi merakit rak. Ide ketiga, saya hanya terfikir kesukaan adek pada makanan strawberry, jadi idenya membuat pancake strawberry.
Bunda Wiwit:  
Seruuu Bundaa..krn disesuaikan dg minat anak..pasti mereka enjoy & fun 😍
Bunda Mila:
Justru itulah mbak Wiwit makanya tadi aku nanya apa Satria pernah ngambek gak😬😅
Karena anak saya yang sulung ada saja yang membuat dia tidak bersemangat, dan PR saya banget supaya dia mau tertarik dan saya bisa tetap sabar dengan menerapkan komunikasi produktif (bener2 PR banget😅)
Bunda Wiwit: 
Biasanya utk saya  dialog iman ke satria membuat ampuh satria bersemangat
                                         
3. Bunda Tantia: 
Boleh diceritakan mba mila... kenapa Family Project menjadi game yg menantang?                       
Bunda Mila: 
Karena menurut saya paling susah mba Tantia😅
Game level 3 ini menurut saya, memadukan Komunikasi Produktif dan Kemandirian, yang ke2 hal tersebut sebenarnya PR besar bagi saya di keluarga kami.
Seperti pertanyaan saya ke mbak Wiwit tadi, saya sebenarnya sedang berupaya untuk bisa menyelaraskan nilai dan arah keluarga dengan suami. Materi FOE dan FOR waktu itu benar2 pas bagi saya dalam memahami agak sulitnya berkomunikasi dengan suami. Apalagi kata2 teh Ai ya kalau gak salah waktu itu, "jangan menuntut suami untuk mau terlibat, suami tidak mengganggu aktivitas saja itu sudah baik, kalau terlibat itu lebih baik"
👆🏻jleb banget ngena di saya😅
Teh Ai: 
Itu kata2 bu Septi mbak Mila 😬
Bunda Tantia:  
Menjaga komunikasi untuk tetap produktif mmg perlu energi besar ya... Kl menurut saya krn ini kuncinya, 😊
Bunda Mila:  
Bener banget mbak Tantia👍
PR saya banget
Bunda Tantia:  
Tos mba sy pun juga PR, kl sdh hilang kom pro nya bablas...

4. Bunda Arrsy:
Pasti mba mila sabaaar bgt dah orangnya......kereeeen
 Bunda Mila: 
Justru gak sabar mbak Arssy😂😂😂
Makanya kan PR banget itu yg Komunikasi Produktif😅🙈
Bunda Arrsy:
Bsa bikin bginian dan terus maju......ud jelas sabar ini mba 👍👍  
            
5. Bunda Ika:
Saya jadi penasaran aliran rasanya Mba Mila 🤓                         
Bunda Mila: 
Aliran rasanya malah kayak curcol mbak Ika😂
Teh Ai: 
Aliran rasa Kan memang bahasanya IIP nya curcol.  
Bunda Tantia:  
Yup teh, semenjak kuliah IIP Kerjaannya curcol.Dah curcol belum ni hari ini😁

6. Bunda Marie: 
Anak2 pernah mogok ga mba milaaa?                       
Bunda Mila: 
Yang sering mogok anak saya yg sulung mbak Marie😅
Ada saja yg menurut dia gak asik atau apalah, atau kesal kalau adiknya "ikut nimbrung", tapi setelah saya ajak ngobrol pake lama (dgn berbagai trik) akhirnya mau juga dia😁
Bunda Marie:                                
Aq kebayang deh sabarnya mba milaaaa....👍🏻👍🏻👍🏻

7. Teh Ai:
Apa yang memotivasi mbak Mila untuk tetap konsisten menulis tantangan, walau memenuhi kegagalan dlm menjalankan fampro ini?                                                                            
Bunda Mila: 
Sebenarnya malah gak konsisten amat teh Ai, kadang oret2 di Notes di hp trus lupa mau di send ke cognito😬
Tapi waktu itu kan ada tips dari Bu Septi ya, yg waktu itu dishare, tetapkan waktu untuk menulis walau misalnya hanya 15 menit, lalu segera selesaikan jangan tunda
👆gitu bukan ya kalau gak salah?

Penutup dari Narasumber:
Alhamdulillah Bahagianya bs saling sharing bersama bunda-bunda tercinta.
Kami bahagia karena saya berada di komunitas yg saling belajar, berbagi & menguatkan 😘
dg bersama bunda2, semangat yg turun naik bs jd hidup lagi 😍
Jazakumullah Khairan katsiraa atas kesempatan malam ini,mhn maaf bila ada yg krg berkenan ya bunda-bunda..Mohon maaf jika ada kesalahan darikami🙏       
Semoga kita selalu menjadi Ibu yg selalu dicintai الله  dan keluarga tercinta. Jg menjadi keluarga yang selalu dpt mengikat ilmu dg amal dan kebaikan..Aamiin Ya Robbalalamiin
Take care & have a good rest Bunda2
Jazakillah Teh Ai, Mba Zy, mbak putri dan bunda2 lainnya😘
Wassalamu'alaikum 🙏🏼😘                       

 Penutup dari Fasil:           
Jazakillah bunda2 semua..                    
Semoga apapun pengalaman dari teman2 yg ada disini.. selalu dapat kita ambil hikmahnya.. dan menjadikan kita lebih semangat lagi..
                  
Bunda Ika: 
Mudah-mudahan kita semua selalu bersemangat menjalani proses pembelajaran ini untuk menjadi Bunda terSayang bagi anak-anak dan Ibu Profesional bagi keluarga dan masyarakat.
💪💪💪                                       
Bersama-sama, Kita tutup diskusi ini dengan doa kafaratul majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”

Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)
                   
 Wassalamu'alaikum wr wb. Selamat istirahat bunda-bunda tersayang 😘😘😘                       
                                      

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 7

Bismillahirrohmanirrohiim... Alhamdulillah hari terakhir one week one skill untuk aisyah, ya ini hari ke 7 melatih kemandirian aisy menyiapkan bekal kesekolah , atau menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang, makan sore atau makan malam. Hari ini  jadwal aisyah masih ujian mid semester, jadi bekal yang dibawa adalah minuman dan snack.    Aisy menyiapkan minuman  Aisy menyiapkan snack Eh ada yang sibuk menyiapkan bekal juga nih... Sebelum mamasukkan bekal, makan doanat dulu ah... nyam-nyam, eunaak...  Atim masukin ketas dulu ya... Siip semua sudah ok, aku rit tasnya... Aisyah mandi dan berganti baju, kemudian membuka gorden   Agar rapi kubuka gorden kamarku... Alhamdulillah semua sudah siap, yuk go to school... Aktivitas sepulang sekolah tak lupa saya tawarkan kepada fatim untuk pipis, dan ia pun menyetujui.   Pipis ah...  Mi, atim pakai celananya ya..., ok soliha jawab umi yes, cel...

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian_Hari 1

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian _ Hari 1 Bismillahirrohmanirrohiim... Setelah bulan lalu mempelajari komunikasi produktif bulan ini Alhamdulillah kami mendapatkan materi Melatih Kemandirian Anak. Sungguh materi-materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi dan permasalah seputar menjadi ibu. Bagaimana tidak tema yang pertama komunikasi produktif sangat bermanfaat jika benar- benar diterapkan, kemudian berlanjut melatih kemandirian anak ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan kelak kalau mereka beranjak dewasa akan menjadi pribadi yang mandiri, cepat selesai dengan dirinya sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain. Kemandirian Anak mulai dilatih diusia sejak mereka tidak masuk kategori bayi lagi yaitu usia 1 tahun keatas. Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah : 1. Kemandirian  dalam ketrampilan hidup  contoh : makan, mengenakan baju sendiri, mandi sendiri. 2. Kemandirian psikososial contoh :  melat...

Serunya Main di Dapur

Bismillahirrohmanirrohiim... Di hari ke 14 ini pagi bada subuh setelah tilawah kakak bermain bersama adek. Kakak dan adek selalu saja ada yang di kerjakan, mereka jarang diam, selalu bergerak dan ingin melakukan aktivitas. U: siapa yang mau mie goreng? K: aku... aku mau A: atimah zahra U: umi minta tolong isi air ya, untuk merebus mie K: seberapa mi? U: setengah dari wadahnya kak K: mie nya 1 aja ya mi... U:  itu baru 1/2, tambah in 1/2 lagi kak, ambil di rak atas K: gak ada mi, segitu aja ya U: ya sudah. Agak penasaran mengecek di lemari. Ternyata ada, kemudian di ambil dan digabungkan. K: Menasukkan mie nya kalau sudah mendidih ya mi? Kalau sudah ada tanda gelembung- gelembung? U: iya kak K: Aku masukin ya, kira- kira berapa lama ya? U: kakak masih ingat 3 menit kah? K: Ya, aku ingat. U: kalau kita- kira sudah agak mekar, di matikan kompornya dan di saring ya kak.( umi di ruang tamu, dzikir pagi) K: ya mi, udah ni mi, buruan di masak, aku sama ade main dulu. ...